Kemelut Cinta Nadia

Kemelut Cinta Nadia
Cemburu


__ADS_3

Matahari pagi sudah mulai mengintip di balik jendela dan membuyarkan mimpi - mimpi pasangan suami istri yang masih tak mau beranjak dari pembaringan.


" Huuaaaaaammmmm...." Nadia menggeliat sembari merenggangkan otot - ototnya.


' Kenapa kau terlihat sangat tampan sekali..' bathin Nadia setelah menengkurapkan badannya menghadap Jordy yang tidur telentang. Lalu tangannya terulur untuk merapatkan mulut Jordy yang sedikit terbuka. Tiba - tiba Jordy menggeliat dan merubah posisi tidurnya menghadap Nadia.


" Aiiissshhh.. Dasar...apa dia mimpi yang tidak senonoh " Nadia mencebik karena ketika Jordy merubah posisinya tangan Jordy mendarat tepat di atas pantat Nadia.


" Aah...apalagi ini...sepertinya aku ada ide agar dia terbangun " gumam Nadia ketika dia merasakan tangan Jordy yang meremas pantatnya.


Nadia mengambil rambut panjangnya yang tergerai ke arah hidung Jordy dan memainkannya di lubang hidung Jordy. Nadia terkekeh kecil ketika Jordy mengusap lubang hidungnya. Dia tidak ada niat untuk menghentikan aksinya menjahili Jordy sampai Jordy terbangun. Dan ketika Nadia mengulurkan rambutnya kembali tiba tiba dia terkaget ketika Jordy membuka matanya.


" Kena kau " ucap Jordy seraya tersenyum kecil.


" Selamat pagi sayang..." ucap Nadia lalu memajukan wajahnya dan mencium bibir Jordy.


" Seharusnya aku masih mengantuk, tapi terbangun karena istriku ini nakal sekali " jawab Jordy seraya mengusel - usel leher Nadia.


" Aaahh...sudah jam 6 sayang...kita harus segera bangun..bukankah kamu ada job manggung hari ini? " Nadia mengingatkan Jordy.


" Aah iya...aku hampir lupa..okey aku akan mandi sekarang, tapi__" Jordy menggantung ucapannya.


" Tapi apa? " tanya Nadia.


" Maukah kau menemaniku? " ucap Jordy seraya menoel hidung Nadia.


" Hmmm...okey...sepertinya itu akan menghemat waktu..tapi___" giliran Nadia yang menggantung ucapannya.


" Apa? " tanya Jordy


" Gendong..." jawab Nadia manja.


" Haahh...kau tau...inilah yang membuatku semakin tidak bisa jauh darimu " ucap Jordy lalu menggendong Nadia menuju kamar mandi.


Di ruang makan


" Sayang.. Apa kau sudah akan pergi ke kantor hari ini? Apa tubuhmu sudah benar - benar Fit? Jangan paksakan dirimu sayang.." ucap Sandra khawatir akan kesehatan Johan


" Aku sudah merasa lebih baik sekarang " jawab Johan seraya mengedipkan matanya dan mencium bibir Sandra cepat.


" Aah kau ini...terserah kau saja..tapi ingat sayang jangan terlalu memaksakan dirimu jika kau lelah " ucap Sandra


" Selamat pagi kak, kakak ipar " ucap Johan yang turun bersama Nadia.

__ADS_1


" Ayah belum turun kak? " tanya Nadia pada Sandra.


" Ayah sudah pergi pagi - pagi sekali. Ayah mengunjungi Paman Winata di Australia " jawab Sandra


" Oh ya? Mendadak sekali kak..apa ada hal penting disana? " Jordy menimpali


" Tidak.. Ayah hanya merasa rindu pada adik tersayangnya itu. Mmmm...kakak lihat kalian nampak segar sekali hari ini " ucap Sandra sambil tersenyum kepada Nadia. Tentu membuat pipi Nadia merona.


" Ahh..kakak seperti belum pernah jadi pengantin baru saja..bukan begitu sayang " Jordy membantu Nadia menjawab lalu menyibakkan rambut Nadia kebelakang dan mengecup leher di bawah telinga Nadia.


Johan terlihat mengepalkan tangannya melihat Jordy.


' Sebentar lagi pertunjukan akan di mulai ' bathin Johan.


Tak lama kemudian Jessica datang.


" Selamat pagi Tuan, Nyonya " ucap Jessica memberi salam.


Sandra seketika kaget melihat kemunculan Jessica yang menurutnya mirip sekali dengan Joana, mantan kekasih Jordy.


" Joana? " Sandra tak sadar menyebut nama mantan kekasih Jordy. Dan itu membuat Nadia bingung. Karena Jordy kemarin menyebut nama Joana juga.


" Ah aku lupa mengenalkan dia...dia asisten pribadiku yang baru namanya Jessica. Jessica ini istriku Sandra.


" Ah maaf.. Sandra " ucap Sandra seraya mengulurkan tangannya.


" Sayang, kita berangkat sekarang? " tanya Nadia pada Jordy sambil mengelus lengan suaminya itu.


" Hah..Oh ayo " Jordy beranjak seraya menggandeng tangan Nadia.


" Kak... Kami berangkat dulu.." pamit Nadia pada Sandra.


" Iya..Hati - hati di jalan " balas Sandra.


Selama berada disana, Nadia sama sekali tak pernah memandang sedikitpun pada Johan. Dalam perjalanan, nampak Jordy tak banyak bicara. Hanya sesekali saja dia menjawab pertanyaan Nadia.


" Sayang...boleh aku tanya sesuatu? " tanya Nadia


" Tanyalah sayang,,apapun itu " jawab Jordy seraya tersenyum sambil tetap fokus menyetir.


" Siapa Joana? " tanya Nadia. Jordy terdiam, lalu menghembuskan nafasnya pelan.


" Joana....dia mantan kekasihku yang telah meninggal " jawab Jordy lalu terdiam.

__ADS_1


Dan setelah mendengarkan jawaban Jordy entah mengapa hati Nadia terasa perih. Memang Joana telah meninggal tetapi melihat sosok Jessica yang menurut Nadia mungkin sangat mirip dengan Joana, karena baik Sandra maupun Jordy sampai tak bisa berkata - kata ketika pertama kali melihat Jessica.


" Oh.." balas Nadia singkat.


Tak ada percakapan lagi yang terjadi setelah pertanyaan Nadia tentang Joana. Tak lama kemudian mereka sampai di sebuah Studio Rekaman. Rencananya Jordy akan rekaman untuk lagu barunya.


Sementara di kantor Santosa Group Johan berada di kantornya bersama Jessica.


" Untuk langkah pertama sepertinya dia sedikit goyah, sepertinya nanti akan semakin menarik " ucap Johan pada Jessica


" Kau tenang saja..aku akan melakukan tugasku dengan baik, Jordy cukup tampan juga, aku suka " ucap Jessica


" Kalau begitu kau harus berhasil memikat hati Jordy, aku tidak rela dia memiliki Nadia. Nadia hanya milikku " ucap Johan


" Ternyata kau licik juga yaa " ucap Jessica.


Sementara Jordy sudah selesai proses rekaman pada sore hari.


" Sayang, kita langsung pulang atau kau ingin jalan - jalan lalu makan malam di luar? Bagaimana hmm? " tanya Jordy


" Sepertinya jalan - jalan ide yang bagus, ayo " Nadia tampak sumringah.


Jordy mengajak jalan Nadia bukan tanpa alasan. Dia ingin menenangkan hati istrinya itu. Setelah Nadia mengetahui tentang Joana, bukan tidak mungkin istrinya tidak cemburu. Apalagi Jessica adalah asisten pribadi Johan yang artinya mereka akan serjng bertemu di kediaman Ayahnya.


Mereka berhenti di sebuah taman yang nuansa sekitar taman itu seperti tahun 70-an. Lampu yang berjejer dengan warna kuning layaknya suasana di Jogjakarta sungguh sangat romantis.


" Sayang, kita beli makanan ringan dulu atau kau ingin kita makan di taman saja? " tanya Jordy.


" Sepertinya makan di taman cukup romantis sayang " ucap Nadia.


" Oke..aku yang pilihkan makananmu ya, kau tunggu disini dulu " ucap Jordy kemudian meninggalkan istrinya lalu membeli makanan di food truck yang ada di sekitar taman.


Setelah membeli makanan dan minuman, Jordy menghampiri istrinya yang tengah duduk di bangku taman sambil bermain ponselnya.


" Sayang, kau ingin makanan yang mana? " tanya Jordy


" Mmm...baunya enak sekali, aku ingin coba yang ini, apa kau mau aku suapi? " tanya Nadia


" Waaah dengan senang hati..Aaa " ucap Jordy seraya membuka mulutnya.


Mereka makan dengan lahap dan hampir seluruh makanan yang Jordy beli habis.


" Sayang.." panggil Jordy pada Nadia

__ADS_1


" Iya..." jawab Nadia sambil mendongakkan wajahnya pada Jordy yang saat ini tengah memeluknya.


" Apapun yang terjadi...tetaplah disisiku.." ucap Jordy.


__ADS_2