
Tak lama kemudian Nadia sudah siuman. Dia mengerjap ngerjapkan matanya melihat sekeliling ruangan yang bernuansa putih itu. Kemudian dia melihat ke samping kirinya dan mendapati Jordy duduk tertidur di samping ranjang rumah sakit dengan menggenggam tangannya. Nadia ingin melepaskan tangan Jordy. Pelan pelan dia menarik tangannya. Ketika Jordy merasa tangan Nadia bergerak dia semakin mengeratkan genggamannya. Lalu membuka matanya
" Kau sudah siuman? Bagaimana keadaanmu sayang..?" tanya Jordy dengan mencium kening Nadia singkat.
" Aku sudah baik baik saja...maaf telah membuatmu khawatir " ucap Nadia
" Aku akan selalu di sampingmu...apapun yang terjadi aku tak akan pergi darimu..jadi jangan pernah berpikir untuk meninggalkanku..oke ?" pinta Jordy yang langsung memeluk Nadia. Sedangkan Nadia tak kuasa menahan tangisnya lagi.
" Maafkan aku Jordy...maafkan aku...aku tidak pantas mendapatkan cintamu..kau terlalu baik..sedangkan aku..." bathin Nadia. Nadia semakin mengeratkan pelukannya sambil terisak. Nadia tak munafik, dia juga begitu mencintai Jordy. Tapi yang paling membuat Nadia ingin meninggalkan Jordy adalah karena Johan adalah kakak ipar Jordy. Bagaimana dia bisa bertahan dengan Jordy ketika bayang bayang masa lalu Johan dengannya selalu muncul.
" Aku sudah tau semuanya...kau tak perlu khawatir..aku tidak mempermasalahkan mas lalumu..hanya satu yang aku minta darimu..jangan pernah tinggalkan aku...aku tak bisa hidup tanpamu " kata Jordy seraya menangkup wajah Nadia. Nadia semakin berat ketika menyadari betapa Jordy sangat mencintainya.
" Kita mulai dari awal lagi oke...kita pindah..dan menjauh dari semuanya..." ucap Jordy
" Terserah kau saja.." jawab Nadia dengan senyuman kecil di wajahnya.
Setelah Nadia keluar dari rumah sakit, Jordy mengajaknya pindah keluar kota. Jordy membeli sebuah rumah berlantai satu dengan 2 kamar. Rumah yang tidak terlalu besar dan tidak terlalu kecil itu di bagian depan rumah ada halaman kecil yang bisa di jadikan kebun untuk bercocok tanam. Sementara di halaman belakang ada sebuah kolam kecil yang di isi dengan ikan koi. Jordy memilih rumah itu agar Nadia merasa nyaman.
" Bagaimana apa kau suka ?" tanya Jordy
" Iya aku suka sekali..sangat nyaman " Nadia mengedarkan pandangannya keseluruh ruangan.
__ADS_1
Lalu pandangannya terhenti ketika mendengar suara gemericik air di bagian belakang rumah. Langkahnya berhenti dan kemudian ia duduk di tepian kolam dengan pandangannya ke arah kolam.
" Kau suka ?" tanya Jordy seraya duduk di samping Nadia
" Sangaat suka...terimakasih " ucap Nadia lalu menyandarkan kepalanya di bahu Jordy.
Jordy balas merangkul pundak Nadia. Sejenak suasana siang hari itu menjadi hening. Mereka berdua larut dalam pikirannya masing masing.
Kruuuuukk krrruuukkkk
" Apa kau lapar sayang ?" tanya Jordy yang mendengar suara perut Nadia
" Mmm...hehehe..iya aku sangat lapar.." jawab Nadia
" Kita pesan online saja ya..kau ingin makan apa ?" tanya Jordy
Tak lama pesanan mereka pun datang. Mereka makan di tepian kolam ikan koi. Jordy yang melihat Nadia begitu menikmati makannya sambil sesekali tersenyum melihat pemandangan ikan koi tersebut merasa sangat lega.
" Tetaplah seperti ini...aku bahagia ketika melihatmu bahagia.." ucap Jordy yang membuat Nadia tiba tiba berhenti mengunyah. Kemudian mengambil gelas yang berisi air minum lalu meneguk separuhnya
" Bagaimana aku tidak bahagia jika aku bersamamu.." Nadia membalas seraya menyentuh pipi Jordy. Dia mengecup pipi Jordy sekilas.
__ADS_1
" Aku mencintaimu Jordy.." ucap Nadia lagi
" Aku bahkan sangat mencintaimu..apapun akan aku lakukan agar kau bahagia berada disisiku " timpal Jordy langsung memeluk Nadia erat erat seolah takut akan kehilangan Nadia
Walaupun Nadia dan Jordy hidup bersama tapi Jordy sangat menghormati Nadia. Jika dengan Joana dia bisa melakukan apapun. Jika dengan Nadia dia sangat menghormatinya. Dia tak pernah berbuat hal yang lebih jauh. Dia hanya sebatas mencium dan memeluk Nadia saja tidak lebih dari itu. Dari hal itu juga Nadia sangat mencintai Jordy. Karena Nadia masih belum berani menceritakan masa lalunya yang pernah hamil.
Sementara Johan yang mengetahui jika Jordy membawa Nadia pindah keluar kota geram. Dia berusaha memisahkan Jordy dan Nadia. Jujur dia masih sangat mencintai Nadia
" Aku harus mencari dimana mereka berada "
" Aku tak kan membiarkan Jordy mendapatkan Nadia. Nadia hanyalah milikku. Hanya milikku.." ucap Johan sembari mengepalkan tangannya
Sedangkan Nadia di kamarnya sedang memikirkan Johan dan penyakitnya.
" Kau sudah menghancurkan kehidupanku..setidaknya Tuhan telah memberikan balasan untukmu. Aku tidak dendam padamu. Hanya untuk kata maaf aku masih belum bisa memberikan kata maaf itu padamu. Oleh karena itu aku tak pernah sedikitpun memikirkanmu sampai saat inipun aku tak pernah memikirkanmu..aku hanya ingin bahagia itu saja..jadi kumohon jangan pernah lagi muncul di hadapanku.." bathin Nadia dengan tangisnya.
Jordy yang tertidur di pangkuan Nadia tiba tiba terbangun karena air mata Nadia menetes di pipinya
" Hai...ada apa ?" jordy bertanya sembari menghapus air mata di pipi Nadia
" Tidak ada...aku hanya bahagia..aku begitu beruntung memilikimu di hidupku.." Nadia berkilah.
__ADS_1
" Benarkah..jika kau bahagia denganku jangan pernah menangis di hadapanku..aku tak bisa jika melihatmu menangis " ucap Jordy seraya bangkit dan memeluk Nadia.