Kemelut Cinta Nadia

Kemelut Cinta Nadia
Jordy vs Johan


__ADS_3

" Katakan sayang, jika dia melakukan sesuatu hal padamu aku bersumpah aku akan melupakan bahwa dia adalah suami dari kakakku " ucap Jordy dengan penekanan.


" Dia tiba - tiba masuk tanpa sepengetahuanku, dan dia berusaha mendekat padaku Jordy, aku takut, aku..." Nadia tak kuasa menahan tangisnya lagi.


Seketika Jordy mengepalkan tangannya.


' Aku harus membuat perhitungan dengannya ' bathin Jordy.


" Sst...tenanglah sayang, aku sudah disini, tak akan ada yang berani mengganggumu..tenanglah " ucap Jordy menenangkan Nadia.


Jordy lalu membaringkan Nadia dan memeluknya erat. Tak lama kemudian sudah isakan tangis Nadia berubah jadi dengkuran halus. Dia melepaskan pelukannya dan menutupi Nadia dengan selimut sampai batas dada. Lalu dia pergi ke balkon. Menatap langit yang terdapat awan beriringan dan sinar matahari yang tidak begitu terik.


' Seandainya saja dia bukan suami dari kakakku, aku sudah membuat perhitungan dengannya. Berani - beraninya dia mendekati Nadia lagi ' bathin Jordy


Cukup lama Jordy berada di balkon kamarnya. Dia masih bergelut dengan pikirannya sendiri.


" Sayang, apa yang kau lakukan disini? " tanya Nadia sambil menepuk pelan pundak suaminya.


" Kau sudah bangun? Kemarilah " Jordy menarik tangan Nadia agar dia duduk di pangkuannya.

__ADS_1


" Apa kau lapar? " tanya Jordy


" Iya, aku lapar sekali " ucap Nadia sambil mengusap perutnya.


" Kita makan di luar? Bagaimana? " ajak Jordy.


" Ayo, apakah aku boleh jalan - jalan juga? " tanya Nadia.


" Tentu saja, keinginanmu adalah perintah untukku " ucap Jordy.


" Kau yang terbaik sayangku " ucap Nadia seraya memeluk erat Jordy.


Seharian mereka berjalan - jalan menghabiskan waktu berdua. Mereka kembali kerumah ketika hampir petang. Memasuki halaman rumah, mobil Johan pun memasuki halaman juga.


" Sayang, kau masuklah duluan, aku ada urusan sebentar, oke? " ucap Jordy seraya mengelus pipi Nadia.


" Baiklah...jangan lama - lama ya " jawab Nadia. Kemudian ia segera memasuki rumah.


Setelah Jordy tidak melihat punggung istrinya, dia lalu menoleh ke arah Johan. Dia menatap Johan dengan tatapan yang begitu tajam. Dengan pasti dia menghampiri Johan dan mencengkeram kerah jas Johan.

__ADS_1


" Ingat batasanmu! Jangan sampai aku melupakan batasanku sendiri! Sekali lagi kau mendekati istriku, maka akan aku pastikan kau akan menyesalinya seumur hidupmu!! " ucap Jordy dengan mencoba menahan amarahnya.


" Kenapa? Apa kau takut dia berpaling darimu? Kau tau, aku adalah cinta pertamanya. Dan kau tau bahwa cinta pertama itu sulit untuk di lupakan! " ucap Johan seraya melepaskan tangan Jordy.


" Heh.. Kau melupakan sesuatu. Kau lupa bahwa kau telah membuatnya hancur. Dan itu sangatlah membekas di hatinya. Dan kau tau aku yang menemaninya hingga ia bisa melupakanmu. Aku harap kau pikirkan lagi jika ingin mendekatinya. Jika tidak aku mengatakan pada kakakku bagaimana kau telah berselingkuh di belakangnya. Dan aku akan pastikan kau keluar dari rumah ini dan kehilangan putramu selamanya!! " ancam Jordy lalu dia meninggalkan Johan.


" Sial!!! " kesal Johan seraya mengepalkan tangannya.


Jordy bergegas memasuki kamarnya. Dia mendapati Nadia yang membuka seluruh belanjaannya bersama Jordy siang tadi.


" Sayang, bagaimana perasaanmu saat ini? Apa kau merasa senang? " tanya Jordy lalu duduk di sebelah Nadia dengan menyandarkan kepalanga di bahu Nadia.


" Tentu, aku saaaaangat bahagia... Terima kasih kau sudah memberikan kebahagian di hidupku " ucap Nadia tulus seraya menyentuh pipi Jordy.


" Kau lupa sesuatu rupanya " ucap Jordy.


" Hah..apa itu? " Nadia mencoba mengingat sesuatu.


" Apa aku tidak dapat imbalan? " tanya Jordy setengah berbisik pada Nadia yang sukses membuat Nadia reflek memejamkan matanya ketika Jordy mengecup basah telinganya.

__ADS_1


__ADS_2