
Sejenak Jessica terdiam. Dia bergelut dengan hati dan pikirannya sendiri. Dimana otak dan hati tidak pernah sejalan.
" Apa yang harus aku lakukan sekarang, aku menyukainya, Jordy begitu tampan, walaupun dia terlihat dingin tapi sepertinya dia sangat romantis, jika aku menuruti Johan maka aku akan di anggap sebagai pelakor selain itu Jordy pun tak akan membiarkanku tenang, jika aku berhenti maka aku kehilangan ladang emasku " gumam Jessica lalu menghembuskan nafas kasar.
" Aku pergi dulu! " jessica pamit pada Ricky.
" Pertimbangkan lagi perkataanku, aku harap kau bisa mengambil keputusan yang terbaik, ambil kembali uangmu, hari ini aku yang mentraktirmu" ucap Ricky seraya melangkah ke kursi jessica dan mengembalikan uang Jessica.
" Terima kasih " ucap Jessica lalu mencium pipi sahabatnya itu.
' Sampai kapan kau akan bisa memahami jika aku begitu mencintaimu ' bathin Ricky yang melihat Jessica berlalu.
Ricky adalah teman Jessica semenjak duduk di bangku SMA. Hingga masa kuliah pun mereka di kampus dan jurusan yang sama. Ricky memendam rasa cintanya pada Jessica karena dia tidak ingin persahabatannya dengan Jessica hancur. Dan selama itu pula Jessica tidak menyadari arti dari sikap perhatian Ricky padanya.
Ricky adalah pemuda yang tampan, badannya kekar, tegap, dan memiliki tatto yang lumayan banyak di tubuhnya. Pemuda bertindik itu sebenarnya tak kalah tampan dari Jordy. Tapi Jessica tidak menyukai penampilannya yang terkesan Bad Boy.
Kediaman Santosa Kamar pribadi Johan.
" Sayang, bagaimana keadaanmu? " tanya Johan pada Sandra.
" Sedikit membaik, maaf beberapa hari ini aku sedikit egois dan mengabaikanmu " ucap Sandra sambil menyandarkan kepalanya di dada Johan.
" Hei, kau bilang apa? Aku sungguh tidak keberatan, asal kau segera sembuh " ucap Johan seraya mengelus kepala Sandra.
__ADS_1
" Kau sungguh suami yang terbaik sayang " ucap Sandra lalu memeluk erat Johan.
Sudah hampir beberapa hari ini memang Sandra merasa tidak enak badan. Setelah dokter keluarga datang memeriksa, dokter menyarankan agar Sandra bed rest selama masa penyembuhan. Oleh karena itu author menuruti perintah dokter supaya Sandra istirahat dulu.
Sinar matahari sudah mulai mengintip dari balik jendela. Nadia yang tidur dalam dekapan Jordy seakan enggan untuk membuka matanya. Dan Jordy pun tidak ingin melepaskan pelukannya pada perempuan yang telah membolak - balikkan hatinya itu. Tetapi mau tidak mau mereka berdua terpaksa membuka mata ketika ponsel Jordy berdering di atas nakas.
" Ya hallo..." Jordy mengangkat panggilan masuk itu dengan suara serak khas orang yang bangun tidur.
"......."
" Ya ya...aku akan segera kesana " jawab Jordy lalu memutuskan panggilan tersebut.
" Sayang, siapa yang menelpon pagi - pagi begini? " Tanya Nadia.
" Oh astaga! Aku melupakan jadwal kita sayang, maafkan aku, kalau begitu kita harus bersiap - siap sekarang " ucap Nadia langsung mendudukkan dirinya. Ia melupakan kalay tubuhnya masih dalam keadaan polos dan selimut yang menutupi tubuh bagian atasnya itu langsung melorot.
" Aah sayang, kau mengajak agar kita segera bersiap - siap, tapi kau sengaja menggodaku, apa kau ingin kita membatalkan saja datang ke acara amal itu hmm? " ucap Jordy lalu memeluk tubuh polos Nadia.
" Hentikan sayang, ayo kita harus bersiap - siap sekarang, agar menghemat waktu bagaimana jika kita mandi berdua? Kau setuju? " tawar Nadia agar Jordy melupakan keinginannya mengajak Nadia ninu - ninu.
" Ide bagus " jawab Jordy yang langsung bergegas bangkit dan menggendong Nadia menuju ke kamar Mandi.
Mereka tidak melakukan aktivitas lain selain ritual mandi berdua. Setelah ritual mandi selesai, Nadia bergegas menyiapkan pakian formal untuknya dan juga Jordy. Nadia menyiapkan Jordy kemeja warna putih dengan celana berbahan kain warna abu - abu dan juga jas berwarna senada.
__ADS_1
Sementara Nadia menggunakan dress panjang sebatas betis berwarna abu - abu motif bunga dengan lengan sebatas siku. Lalu dia memoles wajahnya dengan riasan tipis dan rambut yang di curly bagian bawahnya lalu di ikat ekor kuda. Nadia tampak sangat cantik dan anggun hari ini.
" Kenapa semakin hari istriku ini semakin cantik saja. Rasanya aku tidak rela jika ada laki - laki lain yang menatap istri cantikku ini selain aku " ucap Jordy seraya memeluk Nadia dari belakang.
" Suamiku juga saaangat tampan, aku hanya ingin memantaskan diriku yang mendampingi laki - laki paling tampan di dunia ini " ucap Nadia dengan senyuman cantik di wajahnya.
" Kita berangkat sekarang? " tanya Nadia.
" Ayo " ucap Jordy lalu menggandeng Nadia turun ke lantai dasar.
Sesampainya di bawah Nadia menolak untuk sarapan di rumah, dia mengajak Jordy sarapan di luar saja karena dia masih enggan untuk satu meja dengan Johan. Sementara ketika akan memasuki mobil Nadia melihat kedatangan Jessica. Kali ini dia akan memberi pelajaran jika perempuan itu ingin mendekati suaminya.
Tetapi hal yang berbeda justru terjadi. Jessica yang biasanya selalu menyapa mereka berdua dan menggoda Jordy terlihat mengacuhkan mereka berdua hingga Nadia terheran - heran.
Jordy yang memang tidak pernah menanggapi perilaku Jessica terlihat acuh dan memilih masuk ke mobil.
' Tumben sekali dia bersikap seperti itu ' bathin Nadia.
*
*
Readersku tersayang,,, kasih jempol kalian buat aku yaa...terus dukung dan kasih koment2 kalian agar aku bisa terus membuat cerita yang bagus buat kalian semua...luv u all...
__ADS_1