Kemelut Cinta Nadia

Kemelut Cinta Nadia
Peringatan Jordy


__ADS_3

keesokan harinya.


Jordy telah terbangun lebih dulu. Dia menatap wajah Nadia yang tidur dalam dekapannya. Wajahnya terlihat damai. Kulit putihnya semakin berkilau tertimpa sinar matahari yang masuk melalui celah kelambu. Nadia lalu menggeliat dan menatap Jordy yang sudah terlebih dulu bangun.


" Selamat pagi " ucap Nadia dengan masih mengerjapkan matanya.


" Apa aku membangunkanmu ?" tanya Jordy


" Tidak.. Aku memang sudah terbangun. " jawab Nadia


" Mau menemaniku mandi ?" tanya Jordy


" Tentu, siapa takut " Jawab Nadia. Jordy lalu menggendong Nadia menuju kamar mandi. Dan mereka mulai melakukan aktivitas mandi nya tanpa melakukan hal lain.


Sedangkan di ruang keluarga Jessica telah datang dan menunggu Johan. Kali ini dia menggunakan rok hitam dengan panjang di bawah lutut dan menggunakan kemeja polos lengan pendek warna maroon. Tak lama menunggu Johan sudah menemuinya di ruang keluarga.


" Aku harap kau bermain cantik hari ini " ucap Johan pada Jessica.

__ADS_1


" Kau tenang saja " ucap Jessica singkat.


" Ayo ke ruang makan, mungkin sebentar lagi Jordy akan turun " ajak Johan kemudian mereka berjalan ke ruang makan


Benar saja tak lama kemudian Jordy dan Nadia turun ke ruang makan. Kali ini Nadia sengaja menggunakan dress yang sedikit memperlihatkan bagian atas dadanya. Dress tanpa lengan warna navy dengan leher kotak sengaja dia kenakan. Tampak seluruh kissmark yang di berikan Jordy padanya semalam. Jordy hanya tersenyum melihat tingkah istrinya itu.


" Selamat pa....selamat pagi tuan dan nyonya muda " sapa Jessica sedikit terkejut melihat penampilan Nadia yang hampir di sebagian lehernya terdapat kissmark.


" Selamat pagi..kau pagi sekali sudah sampai disini " ucap Nadia dengan nada Sindiran.


" Iya nyonya sebagai asisten pribadi Tuan Johan saya harus memastikan Tuan Johan tidak terlambat datang ke kantor." ucap Jessica


" Makanlah, kau pasti belum sarapan " perintah Johan pada Jessica


" Terima kasih Tuan " ucap Jessica


Mereka lalu memulai sarapan tanpa ada obrolan di meja makan. Setelah Nadia selesai mengambil sarapan untuk dia dan suaminya, kini giliran Jessica. Jordy nampak terkejut ketika Jessica mengambil piring yang berisi lauk pauk. Terlihat bekas luka di pergelangan tangan kiri jessica.

__ADS_1


' Luka itu? Bagaimana bisa ada 2 orang yang memiliki wajah yang sama tanpa ada ikatan saudara. Dan luka itu seperti luka sayatan. Aah..apa - apaan ini! Siapa dia sebenarnya? Sepertinya aku harus mencari tau! ' bathin Jordy.


" Sayang.. Aku mau pergi ke bengkel dulu sebentar..oke? " pamit Jordy pada Nadia.


" Pergilah..lalu segera pulang yaa " jawab Nadia. Karena di ruang makan madih ada Johan dan asistennya maka Nadia memutuskan untuk segera ke kamarnya lagi.


Setelah melihat Nadia menaiki tangga Jessica justru melangkah menuju ruang keluarga yang kemudian di ikuti oleh Jordy. Tanpa basa basi Jordy lalu menarik pergelangan tangan Jessica dan membawanya ke ruang tamu.


" Katakan padaku! Siapa kau sebenarnya !" tanya Jordy dengan nada dingin dan tangan masih mencengkeram pergelangan tangan Jessica.


" Ada apa Tuan? Apa aku mengingatkanmu pada seseorang? " jawab Jessica yang langsung membuat Jordy terdiam. Jessica yang melihat Jordy terdiam langsung memanfaatkan kesempatan tersebut.


" Jika aku mengingatkanmu pada seseorang, maka anggap saja bahwa aku adalah orang itu " ucap Jessica dengan nada menggoda di telinga Jordy.


" Memang tak kupungkiri kau sangatlah mirip seseorang yang sangat special di hatiku " jawab Jordy yang langsung membuat Jessica tersenyum puas.


" Tapi..." Jordy menggantung ucapannya ketika melihat reaksi Jessica yang tersenyum itu.

__ADS_1


" Tapi apa? " tanya Jessica.


" Dia adalah masa laluku, dan sepertinya kau salah orang. Aku peringatkan kau! Jangan pernah berfikir untuk melanjutkan apa yang ada di otakmu itu! Jika kau masih berniat melakukannya akan aku pastikan kau maupun orang yang menyuruhmu itu hancur!! " ancam Jordy dan melepaskan kasar tangan Jessica dan meninggalkannya.


__ADS_2