
Sesampainya di kediaman utama, Nadia langsung memasuki rumah dan menuju ke kamarnya tanpa menunggu Jordy.
Jordy yang serba salah hanya bisa menghembuskan nafas kasarnya ketika melihat Nadia.
' Aah..sepertinya aku akan puasa malam ini ' bathinnya seraya berjalan memasuki rumah.
Sesampainya di kamar, kamar terlihat kosong tapi terdengar gemericik air dari dalam kamar mandi. Tak lama kemudian Nadia keluar dengan menggunakan gaun tidur tipis dengan talinya yang hanya sebesar spaghetti.
Jordy menelan ludahnya kasar, dia melihat Nadia yang duduk di depan meja rias seraya menggunakan skin care malamnya sambil sesekali menggoda Jordy dengan caranya ketika mengusapkan skin care ke lehernya.
Jordy mendekat dan ketika dia akan menyentuh pundak Nadia, Nadia lalu menghindar dan langsung naik ke ranjang dan menutupi tubuhnya dengan selimut.
" Malam ini kau tidur di sofa! " ucap Nadia lalu merebahkan tubuhnya dan memejamkan matanya.
" Tapi sayang a__" kalimat Jordy terputus.
" Aku sedang malas !" ucap Nadia ketus.
Jordy hanya bisa menghela nafasnya lalu menuju kamar mandi. Tak lama ia keluar dan melihat Nadia sudah terlelap tidur.
Dia lalu berjalan dan merebahkan diri di sofa berharap dia bisa tidur. Tapi sialnya justru dia sama sekali tak merasakan kantuk. Lalu dia berjalan pelan ke arah ranjang dan menyingkap selimut lalu berbaring di belakang Nadia.
Dia memeluk pinggang Nadia dan menciumi tengkuk hingga pundak Nadia. Nadia masih merajuk dan berusaha menolak Jordy. Tetapi bukan Jordy namanya ketika dia tidak bisa meluluhkan hati Nadia.
Jordy langsung ******* bibir Nadia.
" Aku sungguh sungguh mencintaimu, dan saat ini aku sungguh menginginkanmu " bisik Jordy di telinga Nadia lalu mengecup telinga Nadia.
Satu ******* lolos dari bibir Nadia. Dan Jordy tidak menyia - nyiakan kesempatan ini. Dia mulai menjelajahi tiap jengkal tubuh Nadia. Nadia pun sebenarnya sangat menginginkan Jordy saat ini. Terlebih lagi setelah bertemu dengan perempuan yang dulu ada di masa lalu suaminya. Tentu dia tidak akan membiarkan siapapun mengganggu rumah tangganya.
Nadia terbuai dengan perlakuan Jordy saat ini. Hingga tak terasa ******* tiap ******* keluar bersahutan dari kedua insan yang tengah menikmati percintaan mereka itu.
Karena Nadia yang tak ingin Jordy kembali mengingat perempuan - perempuan yang hadir dari masa lalunya, dan juga Jordy yang ingin membuktikan pada Nadia bahwa hanya Nadia lah satu - satunya wanita dalan hatinya permainan itu berlangsung cukup lama. Permainan itu berhenti ketika mereka sudah melakukan pelepasan berkali - kali.
__ADS_1
" Aku mencintaimu " ucap Jordy sambil mencium kening Nadia dan merebahkan tubuhnya dj samping Nadia.
" Aku juga mencintaimu. Melihatmu seperti tadi rasanya seperti ada pisau tajam yang menusuk hatiku " ucap Nadia sambil berkaca - kaca.
" Aku sudah sering kali mengatakan bahwa hanya kau lah satu - satunya wanita yang aku cintai, dan selamanya akan tetap seperti itu. " ucap Jordy sambil mengecup bibir Nadia.
" Maaf..." ucap Nadia.
" Ah sudah, jangan melihatku seperti itu, " ucap Jordy sambil menindih tubuh Nadia lagi.
" Satu ronde lagi? " ucap Jordy dengan menaik turunkan alisnya dan Nadia langsung menganggukkan kepalanya.
Keesokan paginya Nadia telah terbangun lebih dulu dan akan beranjak ke kamar mandi. Setelah bangun dia merasa kepalanya berputar putar namun dia memaksa bangun karena merasa perutnya begitu mual.
" Sayang, kau sudah bangun? " tanya Jordy
" Iya, perutku terasa mual sekali, aku ke kamar mandi dulu " ucap Nadia sambil mengenakan baju tidurnya lagi.
Ketika dia berdiri kepalanya terasa begitu pusing.
" Tidak sayang " jawab Nadia lalu beranjak ke kamar mandi.
Namun ketika baru 3 langkah dia berjalan badannya tiba - tiba ambruk. Jordy dengan buru - buru memakai celananya lalu menghampiri Nadia.
" Sayang, apa yang terjadi, buka matamu Nad! Ucap Jordy.
Dia lalu mengangkat Nadia dan merebahkannya di ranjang. Dia lalu menghubungi dokter keluarga dan menyuruhnya datang.
Tak lama kemudian dokter keluarga sudah datang. Sebelumnya Jordy telah memasangkan kimono pada Nadia. Dokter kemudian memeriksa Nadia.
" Bagaimana Sa, apa yang terjadi pada istriku? Tanya Jordy pada dokter keluarga yang bernama Raysa itu.
" Tidak ada yang serius, istrimu sedang hamil, sebaiknya ajak dia memeriksakan kandungannya agar lebih jelas " ucap Dokter Raysa
__ADS_1
" Kau yakin? " tanya Jordy lagi.
" Kau ini, apa kau tidak tau masa periode istrimu? " sindir dokter Raysa
" Ah iya aku baru menyadarinya 1 bulan ini sepertinya dia tidah mendapatkan masa itu. Baiklah terima kasih. Aku akan mengantarmu ke bawah " ucal Jordy.
" Tidak perlu, aku akan turun sendiri, sekali lagi aku ucapkan selamat, sampaikan salamku pada istrimu " ucap Dokter Raysa.
Jordy begitu bahagia mendengar bahwa Nadia sedang hamil. Dia lalu duduk di sebelah Nadia yang masih terpejam matanya. Dia lalu mencium kening Nadia.
" Terima kasih sayang, kau sudah memberiku banyak kebahagiaan " ucap Jordy sambil mengelus kepala Nadia.
Tiba - tiba Nadia terbangun lalu terduduk dan menutup mulutnya dengan kedua tangannya.
Hooeeeekkk
Hooeeeekkk
Dengan cepat Nadia berlari ke kamar mandi dan Jordy mengikutinya dari belakang.
Sementara di bawah dokter Raysa bertemu dengan Johan di bawah.
" Apa yang terjadi dengan istrinya? " tanya Johan.
" Ah tidak ada yang serius, dia sedang hamil muda " ucap dokter Raysa.
" Baiklah aku permisi dulu " ucap dokter Raysa lagi.
Johan diam dan tangannya mengepal. Dia begitu tidak terima dengan kabar yang baru saja dia dengar. Lalu dari atas terlihat Sandra yang baru turun dengan menggendong putranya.
" Ada apa sayang, sepertinya tadi aku mendengar suara Raysa " tanya Sandra
" Istri Jordy hamil dia baru saja memeriksanya " ucap Johan datar.
__ADS_1
" Waah.. Aku akan punya bayi kecil lagi. Sayang kau akan punya sepupu. Itu artinya kau akan punya teman bermain " ucap Sandra pada putranya. Bayi kecil yang sudah berusia 6 bulan itu hanya tertawa sambil memainkan kaki dan ludahnya.