Kemelut Cinta Nadia

Kemelut Cinta Nadia
Keseriusan Jordy


__ADS_3

Hari hari mereka lalui dengan ceria. Perlakuan Jordy yang kadang menyebalkan dan kadang bisa begitu lembut terhadap Nadia sungguh membuat Nadia semakin menyayanginya.


Berbeda dengan kehidupan Johan dan Sandra. Sandra saat ini tengah mengandung 3 bulan dia terlihat sangat bahagia karena selama 1 tahun dia menantikan kehamilannya ini. Tetapi karma seolah datang pada Johan dan ingin membalaskan sakit hati Nadia.


" Bagaimana dokter hasil pemeriksaanku? " tanya Johan di dampingi Sandra istrinya yang merasa khawatir dengan kesehatan suaminya itu


" Hmmm...sebelumnya saya minta maaf jika saya akan menyampaikan kabar yang kurang berkenenan di hati Tuan dan Nyonya " ucap Dokter spesialis penyakit dalam itu


" Langsung saja bacakan hasilnya dokter! " pinta Johan yang tidak sabar


" Tenanglah sayang..." ucap sandra dengan elusan di lengan suaminya itu


" Baiklah..menurut hasil pemeriksaan darah Tuan...di sini tertulis jika Tuan menderita Kanker Darah" terang Dokter


Bagai di sambar petir di siang bolong Johan syok mendengar penjelasan dokter, begitu juga dengan Sandra yang langsung terisak.


" Berapa lama lagi aku akan hidup dokter?" tanya Johan lesu


" Jika Tuan mendapatkan donor sumsum tulang belakang maka hidup tuan bisa bertahan. Itu artinya harus segera mencari donor sumsum tulang belakang " ucap dokter.

__ADS_1


Johan dan Sandra hanya bisa terdiam mendengarkan penjelasan dokter. Sebagai seorang istri Sandra berusaha menguatkan suaminya.


" Sayang kita bisa berobat keluar negeri..nanti aku akan memberitahu ayah tentang keadaanmu..sabarlah sayang..aku akan disisimu setiap saat.." ucap Sandra membesarkan hati suaminya.


" Aku telah mendapatkan hukumanku..ku mohon dimanapun kau berada tolong maafkan aku Nadia " bathin Johan


Di apartemen


" Hei kau mau masak apa untuk sarapan kita.?" tanya Jordy menghampiri Nadia di dapur.


" Aku akan membuat sup iga kesukaanmu.." ucap Nadia dengan senyum manisnya


" Tentu saja..ayo bantu aku kupas sayurannya !"


Lalu mereka memasak bersama di dapur dan setelahnya, mereka langsung sarapan bersama sama. Setelah sarapan Nadia segera membereskan dapur agar bersih.


" Nadia..apa kau sudah selesai !? " Jordy berteriak dari ruang tamu


" Sudah..Ada apa?" Nadia menyahut seraya berjalan menghampiri Jordy

__ADS_1


" Duduklah..aku ingin membicarakan sesuatu padamu " ucap Jordy dengan tatapan serius.


Lalu Nadia duduk di sofa yang sama dengan Jordy tapi dengan jarak antara mereka berdua.


" Aku ingin lebih dekat denganmu, aku ingin mengenalmu lebih dalam..dengan kata lain, aku ingin serius denganmu..aku tak ingin bermain main denganmu..apa kau mengerti maksudku ?" Jordy mengungkapkan isi hatinya tanpa ragu sedikitpun


" A apa...apa kau yakin Jordy ?" tanya Nadia ingin memastikan bahwa Jordy tidak sedang bercanda


" Aku yakin Nad.." balas Jordy seraya menggeser duduknya agar lebih dekat dengan Nadia


" Aku begitu nyaman ketika ada bersamamu, aku bisa meluapkan semua gelisahku, bebanku, dan satu hal lagi..aku tidak bisa jika seharian tak mengganggumu " ucap Jordy disertai dengan tawa kecilnya begitu juga Nadia yang mendengarnya langsung tertawa sebal


" Kau ini...dasar! " ucap Nadia dengan mimik wajah sebalnya


" Bagaimana...apa kau bersedia ?" tanya Jordy penasaran


" Hemmm..aku mau.." Jawab Nadia dengan senyum manisnya


Jordy yang mendengar jawaban Nadia pun langsung memeluk Nadia. Baginya berada bersama Nadia adalah obat untuk luka hatinya setelah kematian Joana. Dia merenggangkan pelukannya dan menangkup wajah Nadia dan mengecup bibirnya dengan penuh perasaan.

__ADS_1


Yaa..Nadia pun begitu nyamam ketika bersama Jordy. Hubungan yang di jalaninya dengan Jordy begitu berwarna. Dia bebas kemana saja berdua, bercanda, bahkan bertengkar seperti anak kecil dan saling kejar kejaran. Jordy pun bertingkah manja pada Nadia.


__ADS_2