
Ketika sampai di rumah sakit, Jordy semakjn mengeratkan genggaman tangannya pada Nadia. Dia memahami perasaan Nadia saat ini. Sementara Nadia tetap melangkahkan kakinya seirama dengan langkah kaki Jordy. Tapi tatapan matanya kosong. Dia seperti teringat saat dimana dia berada di rumah sakit dulu.
" Sayang..." panggil Jordy pada Nadia
" Aah..iya...ada apa sayang? " tanya Nadia yang terkejut karena panggilan Jordy
" Apa yang sedang kau pikirkan? " tanya Jordy lagi. Nadia menghentikan langkahnya
" Maaf..maafkan aku...sepertinya aku tidak bisa ikut kesana.. Aku tidak bisa sayang...maaf " ucap Nadia dengan mata yang sudah sangat berembun dan siap untuk meluruh di pipinya.
" Hei..sudah aku katakan padamu..dimana pun aku berada..kau harus disisiku..dan apapun yang terjadi padamu aku tak akan meninggalkanmu sendiri..jika kau keberatan..baiklah ayo kita pulang..aku tak bisa melihatmu menangis seperti ini.." ucap Jordy seraya menangkup wajah Nadia dan mencium kening Nadia.
" Tidak tidak...kau masuk saja aku akan menunggumu di cafe depan rumah sakit.." kata Nadia menolak permintaan Jordy yang mengajaknya pulang.
" Aku tak akan meninggalkan istriku ini sendirian..aku tak ingin istriku ini di pandang oleh laki laki lain selain aku...hmm.." ucap Jordy lagi yang sukses membuat luluh hayi Nadia. Dan akhirnya Nadia bersedia ikut Jordy masuk ke ruangan kakaknya.
" Baiklah...aku ikut saja denganmu.." ucap Nadia
" Percaya padaku..semua akan baik baik saja..ok? " ucap Jordy masih berusaha menenangkan Nadia
" Iya..aku percaya padamu sayang.." jawab Nadia
Setibanya di lorong menuju kamar rawat Sandra, Nadia berusaha setenang mungkin. Dia menarik nafas dan menghembuskannya pelan. Semua itu di lihat oleh Jordy. Jordy yang melihat istrinya berusaha untuk sedikit berdamai dengan masa lalunya hanya tersenyum dan sesekali menyentuh pucuk kepala Nadia.
" Hai kak...bagaimana keadaanmu? " tanya Jordy ketika sudah sampai di kamar rawat Sandra.
" Huh...dasar kau adik macam apa kau ini yang tiba tiba meninggalkan kakaknya tanpa mengabari apapun.." Sandra menjewer telinga adiknya ketika Jordy mendekatkan tubuhnya ingin memeluk sandra.
" Aaawww aaawww sakit kak..." rintih Jordy yang kemudian telinganya terasa panas akibat jeweran Sandra
" Apa adikku ini masih merepotkanmu ?" tanya Sandra pada Nadia
" Tentu...dia masih saja menyebalkan..tetapi dia begitu manis ketika dia berusaha bersikap sebagai pria yang sudah mempunyai istri " ucap Nadia dengan senyuman di bibirnya.
Ya...Jordy memang tampan tetapi wajahnya terlihat sekali kalau dia itu tipe cowok badboy. Dan ketika dia berusaha bersikap romantis justru Nadia sangat gemas padanya.
__ADS_1
" Aku doakan semoga pernikahan kalian sampai akhir hayat..semoga lekas dapat malaikat kecil agar rumah tangga kalian semakin sempurna " ucap Sandra tulus
" Terimakasih doanya " jawab Nadia
" Tidak usah sungkan..oh iya..apa kau mau menggendong bayiku ?" Sandra mencoba menawari Nadia untuk menggendong bayinya.
" Bolehkah ?" sahut Nadia
" Tentu " jawab Sandra seraya menyerahkan bayinya pada Nadia
Nadia tidak bisa berkata apapun. Tapi seketika matanya berembun dan hal itu di sadari Jordy. Jordy paham apa yang ada dalam benak Nadia. Dengan cepat Jordy berusaha mengalihkan apa yang sedang di pikirkan Nadia.
" Hmm...apa kau sekarang ingin punya bayi sendiri " goda Jordy seraya menaik turunkan alisnya
" Kau ini..." jawab Nadia singkat tapi Jorddy sukses membuat pipi Nadia merona.
Mereka bertiga di kejutkan dengan suara pintu yang terbuka dan muncullah Pak Santosa dari balik pintu.
" Kau sudah datang rupanya " sapa Pak Santosa singkat pada Jordy. Beliau lalu melangkah ke arah Jordy dan tiba tiba
Sebuah pukulan mendarat di kepala Jordy.
" Kau tiba tiba meninggalkan rumah, dan menikah tanpa memberi kabar pada Ayahmu ini..apa kau sudah tidak mau mendengarkan Ayah tuamu ini hah!! " Pak Santosa mengomeli Jordy yang di balas Jordy dengan senyum nyengir kudanya. Beliah beralih pada Nadia dan menghampirinya.
" Aku bangga karena putraku sudah memiliki pendirian. Dia sedari awal telah mempertahankanmu. Tapi yang ayah tidak sukai yaitu kalian menikah secara sembunyi sembunyi dari ayah. Tapi ayah berdoa semoga kalian di limpahkan kebahagian selamanya " ucap Pak Santosa seraya memeluk Nadia yang masih menggendong bayi kecil Sandra.
" Terimakasih om..Nadia senang jika om merestui pernikahan kami " jawab Nadia dengan mata berkaca kaca karena bahagia.
" Apa yang kau katakan? Tentu aku akan mendukung putraku selama itu benar. Dan satu lagi, panggil aku Ayah...mengerti !" kata pak Santosa seraya mengelus kepala Nadia.
" Boleh ayah menggendongnya ?" pak Santosa meminta bayi yang ada di gendongan Nadia dan Nadia oun menyerahkan bayi mungil itu pada ayah mertuanya.
" Sekarang ayah sudah punya cucu jagoan..ayah harap kai segera memberikan ayah cucu seorang princess yang mungil " ujar pak Santosa sembari menoleh ke arah Jordy dan Nadia
" Tentu itu ayah..sekarang aku sedang berusaha sangat keras agar Nadia segera hamil " ucap Jordy seraya memeluk erat Nadia
__ADS_1
" Hentikan Jordy..aku malu " lirih Nadia apda Jordy di sertai pipi yang sudah meroba merah karena malu.
Tiba tiba ponsel Sandra berdering, dan Sandra segera mengangkat panggilan itu.
" Hallo sayang !" sapa Sandra ketika panggilan video terhubung.
" Sayang..Ayah tadi memberikabar padaku jika kau sudah melahirkan? " tanya Johan
Nadia yang mendengar suara Johan mulai tidak nyaman. Badannya tiba tiba bergetar dan terlihat begitu gugup dengan mata berkaca kaca.
" Ayah kami pergi dulu..kami cari makan dulu sekalian nanti akan memberikan hadiah buat bayi kakak " pamit Jordy pada pak Santosa. Johan yang mendengar suara Jordy langsung menanyakan keberadaannya pada Sandra
" Apakah itu Jordy ?" tanya Johan pada Sandra.
" Iya..dia datang bersama istrinya..kau ingat? Yang pernah dia ajak makan malam di rumah waktu itu.." ucap Sandra mengingatkan Johan. Tapi Jordy terus melangkahkan kakikan keluar kamar karena melihat Nadia yang semakin gugup tak karuab mendengar pertanyaan Johan.
Sesampainya di restoran di dekat rumah sakit Jordy lalu memilih meja yang akan di tempatinya.
" Sayang...kau tak apa apa kan ?" tanya Jordy
" Aku tak apa...maaf..maafkan aku yang masih belum bisa menghilangkan kecemasanku ketika mendengarnya" kata Nadia
" Sudah..sudah...pelan pelan saja..nanti kau akan bisa melepas sepenuhnya bayangannya darimu. Tak usah dipaksakan.." ucap Jordy berusaha menenangkan Nadia.
" Terimakasih...aku beruntung mempunyai suami kamu sayang..." ucap Nadia dengan mengecup punggung tangan Jordy
' Tuhan...tolong bantu aku...aku ingin melupakan semua masa lalu itu. Aku hanya ingin memjadi istri yang sepenuhnya untuk suamiku tanpa terbayang bayang akan masa laluku. Aku mencintainya Tuhan, sungguh sangat mencintainya. Tolong jaga pernikahan kami. Anugerahkanlah pada kami kebahagian yang sesungguhnya ' . Doa Nadia tulus dalam hati ketika dia melihat senyum tulus Jordy.
" Sayang..." panggil Nadia pada Jordy
" Hmm..." jawab Jordy lembut dengan menyentuh pipi Nadia
" Aku mencintaimu " kata Nadia seraya berdiri dan mencium sekilas bibir Jordy. Jordy yang mendapat serangan mendadak dari Nadia sampai tidak bisa berkata kata.
" I love You " ucap Nadia lembut.
__ADS_1