Kemelut Cinta Nadia

Kemelut Cinta Nadia
Rencana Licik Johan


__ADS_3

Mereka akhirnya sarapan, yang kesiangan. Karena jam sudah menunjukkan pukul 10.00. Mereka terlambat sarapan karena "Pertempuran" yang terjadi pagi tadi.


" Sayang..apa yang kau masak untuk sarapan kita? " tanya Jordy seraya memeluk Nadia dari belakang yang mana Nadia sedang menyajikan sarapan di meja makan.


" Aku membuat nasi goreng seafood dan telor mata sapi. Jika kau ingin makan roti akan aku siapkan dulu, kau duduklah disini. " ucap Nadia.


" Tidak perlu. Aku akan makan Nasi goreng ini saja " jawab Jordy seraya menarik kursi lalu duduk menunggu Nadia melayaninya.


" Ini, makanlah sayang " ucap Nadia sembari menyodorkan piring yang sudah di isi dengan Nasi goreng seafood, telor mata sapi, dan beberapa timun.


" Terima kasih istriku sayang " ucap Jordy seraya mengambil piring yang di sodorkan oleh Nadia.


Mereka lalu makan sambil sesekali bercanda atau bahkan berdebat untuk masalah kecil. Tetapi itulah mereka. Walaupun kadang terlihat seperti Tom and Jerry yang tak pernah akur tapi sebenarnya mereka adalah sosok yang sama bucinnya.


Di kediaman keluarga Santosa.


Johan sudah datang yang mana kedatangannya langsung di sambut oleh Sandra dan putra kecilnya Joshua.


" Sayang.. Akhirnya kau datang. Kami merindukanmu..." ucap Sandra yang menghampiri Johan dengan Joshua di gendongannya.


" Aku juga merindukanmu...hai jagoan kecil ayah, kau sungguh menggemaskan sekali " ucap Johan lalu mengambil Joshua untuk ia gendong.


" Lihatlah..pipi gembulmu ini sangat menggemaskan " ucap Johan lagi seraya mencium pipi Joshua dan mencium bibir Sandra.


Mereka lalu masuk ke rumah dan langsung menuju ruang keluarga yang mana disana sudah ada Pak Santosa yang menunggu sambil membaca surat kabar.


" Selamat siang ayah " sapa Johan pada ayah mertuanya.


" Selamat datang Nak..aku senang bahwa pengobatanmu disana berhasil " ucap Pak Santosa seraya memeluk Johan.


" Terima kasih ayah..semua ini juga karena dukungan dari ayah, Sandra, dan juga karena aku ingin melihat putra kecilku ini tumbuh besar. " ucap Johan seraya mengusel ngusel pipi Joshua.


" Besok ayah mengadakan acara makan malam keluarga. Ayah ingin makan malam untuk merayakan kesembuhanmu dan pernikahan Jordy. " kata Pak Santosa yang mana sukses membuat Johan tersenyum kecil.


Dia langsung menyerahkan Joshua pad Sandra lalu menuju ke kamarnya. Tampak dia sedang merencanakan sesuatu. Lalu mengambil ponselnya dan menghubungi gafis yang pulang ke Indonesia bersama dengannya.

__ADS_1


" Halo...besok kita mulai rencananya, kau masoh ingatkan apa yang harus kau lakukan ?" kata Johan ketika panggilan suara tersebut telah terhubung


"......"


" Oke, jangan sampai kau mengecewakanku..." jawab Johan lalu memutuskan sepihak panggilan suara itu.


" Sayang.. Kau telfon dengan siapa? " tanya Sandra seraya memeluk Johan dari belakang.


" Aku menghubungi orang kantor, aku hanya tidak enak dengan Ayah. Karena aku telah meninggalkan kantor cukup lama kepada orang kepercayaan kita disana. Sepertinya besok aku harus mencari asisten pribadi yang bisa membantuku menangani urusan kantor agar aku bisa pulang sewaktu waktu jika aku merindukan kalian " jawab Johan seraya membalikkan tubuhnya dan menghadap ke arah Sandra.


Tanpa basa basi Johan langsung menggendong Sandra ke arah ranjang. Dan tau sendirikin kan gaesss ujungnya gimana xixixixi.


Sama seperti halnya Johan dan Sandra, Joedy dan Nadia pun juga melakukan hal yang sama. Bedanya Jordy melakukan itu atas dasar cinta yang sangat besar pada Nadia. Jika Johan melakukan hal itu untuk menutupi kebusukan dirinya yang masing menginginkan Nadia.


" Sayang...aku sangat mencintaimu..." ucap Jordy seraya menghapus keringat di wajah Nadia.


" Ah...rasanya aku sudah kenyang makan gombalan dari suamiku yang tampan ini " ucap Nadia yang lagi lagi menggoda Jordy.


" Ooh...istriku ini rupanya sudah berani yaa, kau harus d hukum lagi rupanya " ucap Jordy yang langsung menggelitik tubuh polos Nadia hingga ia tertawa kegelian karena aksi Jordy.


" Hmm..akhirnya kau meminta ampun juga " Jordy lalu bangkit dan duduk sembari menyandarkan tubuhnya di kepala ranjang yang di ikuti oleh Nadia sambil menutupi tubuh polosnya dengan selimut.


" Aku mencintaimu.. " ucap Nadia lalu menyandarkan kepalanya di pundak Jordy.


" Aku lebih mencintaimu sayang " balad Jordy lalu merangkul lundak Nadia dan mengecup pucuk kepala Nadia.


Keesokan harinya.


" Sayang..apa kau sudap siap?! " teriak Jordy seraya berjalan memasuki mobilnya.


" Iya...sebentar aku ambil tasku dulu! " teriak Nadia dan bergegas keluar rumah dan memasuki mobil mereka.


" Mbak...baik baik di rumah ya.." ucap Nadia pada art.nya Mbak minu.


" Iya neng.. Hati hati di jalan ya neng den..." balas mbak minu.

__ADS_1


Perlahan mobil melaju dan meninggalkan kediaman mereka. Semenjak karier mereka berdua semakin bagus, Jordy mengusulkan untuk mencari art agar bisa mengurus rumah mereka selama mereka kerja. Yang ada di benaknya hanyalah agar Nadua tidak i pusingkan urusan rumah tangga.


Setelah berkendara kurang lebih 2 jam, akhirnya mereka sampai di kediaman Pak Santosa jam 12.00. Jordy yang tampil casual mengenakan jeans robek robek warna hitam dan t-shirt warna senada yang pas di tubuhnya semakin terlihat tampan. Sedangkan Nadia menggunakan dress tanpa lengan warna hitam dengan motif bunga mawar warna putih semakin terlihat cantik. Nadia tidak mempunyai atasan turtle nack. Jadi dia mau tidak mau menutupi kissmark di lehernya dengan concealer tetapi Jordy melarangnya. Dia ingin membuktikan pada Johan bahwa Nadia hanya miliknya.


" Ayah..." sapa Jordy pada Pak Santosa.


" Masuklah Nak.." jawab Pak Santosa seraya memeluk Jordy.


" Ayah...apa kabar " tanya Nadia seraya mencium punggung tangan Pak Santosa.


" Baik nak..." jawab pak Santosa seraya memeluk Nadia.


Melihat leher Nadia dan Jordy Pak Santosa hanya tersenyum.


" Kalau seperti ini..rasanya aku akan dapat cucu lagi.." ucap Pak Santosa sambil memandang Nadia


" Ah..Ayah..." balas Nadia dengan tersipu.


" Tentu Ayah...aku sedang berusaha keras saat ini " Jordy menimpali ucapan Nadia yang mana Johan mendengar ucapan Jordy tadi.


" Ekhm...kau sudah datang rupanya " kata Johan yang baru turun ke lantai bawah.


Jordy menoleh ke arah Johan dan tersenyum sinis.


" Iya..bersama ISTRIKU" jawab Jordy dengan penekanan di kata istriku.


Johan yang menghampiri Jordy tak sengaja melihat tanda merah di leher Jordy. Dan ketika Nadia menoleh Johan melihat tanda yang sama di leher Nadia bahkan lebih banyak. Johan hanya bisa mengepalkan tangannya. Sementara Nadia sudah bisa mengatasi dirinya jika ia harus bertemu Johan.


" Aku ucapkan selamat atas kesembuhanmu kak, kau beruntung mendapatkan pendonor, sehingga bisa sembuh " Nadia berjalan ke arah Jordy dan memeluk pinggang Jordy. Dan ucapannya pada Johan adalah hanya sindiran.


" Yah.. Kau benar..aku beruntung sehat seperti sedia kala..dan bertemu dengan adik iparku ini " ucap Johan yang mendapat tatapan tajam dari Jordy.


" Sayang, aku lelah, bisa aku istirahat ?" tanya Nadia pada Jordy dengan suara manja.


" Tentu sayang..ayo aku akan menemanimu " balas Jordy dengan mengecup mesra pipi Nadia. Mereka lalu beranjak ke kamar Jordy.

__ADS_1


' Nikmatilah kemesraan kalian saat ini. Kita lihat, seberapa lama kemesraan ini akan bertahan ' bathin Johan


__ADS_2