Kemelut Cinta Nadia

Kemelut Cinta Nadia
Hidup Baru


__ADS_3

Setelah keluar dari rumah sakit Nadia bergegas pulang ke rumahnya. Dia meggunakan taksi, Nadia membayar taksi ketika sampai di rumah, karena dia menggunakan taksi argo.


" Aku harus meninggalkan tempat ini...aku harus melupakan semuanya..aku ingin bahagia.." ucapnya lirih dengan isak tangisnya.


Nadia bergegas mengemasi baju - bajunya. Barang barang penting tak lupa ia bawa..selebihnya ia tinggalkan begitu saja.


Walaupun tengah malam tak menyurutkan niatnya untuk pergi meninggalkan rumahnya itu. Berjalan tengah malam, tanpa tujuan, dengan hati hancur sehancur hancurnya, sungguh sangat menyakitkan. Dengan air mata yang masih membanjiri pipinya, dia terus berjalan. Sampai di taman kota dia berhenti, lalu duduk di bangku taman. Tatapannya kosong, sesekali melihat mobil yang lalu lalang. Tiba tiba dia mengelus perutnya yang sudah rata. Tangisnya pecah ketika dia teringat jika putranya telah tiada. Satu satunya yang membuatnya bertahan hidup sudah tak ada. Tangisnya yang meraung raung sungguh terdengar begitu memilukan.


Jordy dengan mengendarai motor sport baru pulang dari studionya. Kebiasaannya selalu berhenti di taman, hanya untuk menghabiskan waktunya sendiri. Sayup sayup dia mendengar suara tangisan wanita. Matanya mengedari sekeliling taman. Setelah mengetahui sosok yang menangis meraung raung itu dia hanya memperhatikannya saja. Dia tak berniat mendekati atau ikut campur urusan orang lain.


" Oh Tuhan...mengapa hidupku jadi seperti ini...kenapa aku harus bertemu dengannya..aku benci dia Tuhan...AKU BENCIIII....!!! teriak Nadia. Ketika dia memegang dadanya yang sesak, dia mengingat kalung pemberian Johan. Tanpa pikir panjang di buangnya asal kalung itu.


Jordy yang melihat hanya tersenyum sinis.


" Hah...sepertinya dia sedang patah hati...ternyata bukan hanya aku saja yang patah hati" gumam Jordy. Ketika dia mendapati ada beberapa pria yang hendak mendekati Nadia, dia langsung bangkit dari tempat duduknya dan berlari kecil ke arah Nadia dan duduk di bangku yang sama dengan Nadia.


" Siapa kau??!! Jangan coba mencari masalah denganku!!" ucap Nadia ketus. Jordy hanya tertawa.


" Dengar Nona aku hanya berusaha melindungi..kau lihat disana? orang orang itu ingin mendekatimu, jadi aku langsung berpindah tempat kesini..karena dari awal aku sudah melihatmu yang tampak kacau sendirian disini.." jordy menjelaskan maksut sikapnya itu.


" Oh Tuhan...maafkan aku telah salah menilaimu " pinta Nadia setelah dia melihat orang orang yang berniat buruk padanya.


" Maaf bukannya aku ikut campur..tapi apa yang sedang terjadi padamu?" tanya Jordy

__ADS_1


" Aku...aku...hik...hik..." tiba tiba Nadia menangis kembali.


" Hei...hei...ok ok...kalau kau tak bisa menceritakannya aku tak memaksa...sekarang berhentilah menangis " ucap Jordy seraya memberikan sapu tangannya.


" Ayo aku antar kau pulang..tak baik kau pulang sendirian nantinya!" ucap Jordy


" Aku tak punya rumah,,!" jawab Nadia


" Hah!! Lalu kau akan kemana sekarang?" tanya jordy lagi


" Aku tak tau.." jawab Nadia Lesu


" hmmmm...baiklah...tinggallah di apartemenku untuk sementara waktu, hei...jangan berfikir aku memanfaatkanmu yaa..aku hanya menolongmu saja nona karena akupun memiliki saudara perempuan.." tegas Jordy


Setelah itu mereka pergi menuju ke apartemen Jordy. Sesampainya di apartemen Jordy menyuruh Nadia masuk.


" Maaf sedikit berantakan..maklum apartemen ini sudah lama tak ku tempati." apartemen yang di maksud adalah apartemen yang sering Jordy tinggali ketika masih bersama dengan Joana


" Tak masalah..nanti akan ku bersihkan..maaf sebelumnya telah merepotkanmu. Tapi bolehkah aku tinggal disini sampai aku mendapatkan pekerjaan?" tanya Nadia. Jordy mengangguk


" Silahkan saja nona..aku tak masalah..oh iya..kenalkan namaku Jordy " jordy mengulurkan tangannya


" Nadia,," Nadia menerima uluran tangan Jordy. Ketika Jordy melihat kotak tempat biola Nadia seketika dia langsung bertanya

__ADS_1


" Hei...apa kau pemain biola? " tanya Jordy


" Iya...kau benar.." jawab Nadia


" Baiklah istirahatlah..ini kartu namaku jika kau butuh apa apa kau boleh menghubungiku..aku pergi dulu " pamit Jordy


" Iya...jordy!!" panggil Nadia


" Ada apa..?" jordy membalikkan badannya


" Terimakasih...terimakasih banyak " ucap Nadia dengan senyum manisnya


" Sama sama Nona.." ucap Jordy seraya membungkukkan badannya seperti seorang pelayan di istana.


Sama sama terluka. Dan sama sama ingin melupakan. Dari sinilah awal kisah Jordy dan Nadia di mulai..


*


*


*


Haiiii...ayo dukung terus yaa...jangan lupa kasih koment koment kalian agar aku bisa bikin karya yang lebih bagus lagi....luv u all reader....

__ADS_1


__ADS_2