Kemelut Cinta Nadia

Kemelut Cinta Nadia
Ngidam ?


__ADS_3

Semenjak mendengar tentang kehamilan Nadia, Pak Santosa setiap hari tak pernah absen dalam menelpon menantunya itu. Beliau begitu menyayangi Nadia. Karena hanya Nadia yang mampu membawa Jordy ke arah yang lebih baik. Dan tentu saja karena Nadia juga yang mampu merekatkan kembali hubungan Ayah dan anak itu. Sore itu Pak Santosa menghubungi Nadia.


" Ayah kapan kembali? " tanya Nadia.


" Ayah akan usahakan secepatnya untuk kembali nak " ucap Pak Santosa.


" Baiklah Ayah, aku tutup dulu telponnya ya__" ucapan Nadia tiba - tiba di potong oleh Jordy.


" Oh begitu rupanya, kau sudah melupakan aku? Ah..ada apa dengan orang tua ini? Bisa - bisanya dia melupakan putranya sendiri " gerutu Jordy. Pak Santosa hanya bisa tertawa mendengar putranya mengeluh. Sedari awal panggilan terhubung Nadia menyalakan loud speaker agar Jordy juga bisa ikut mengobrol dengan Ayahnya.


" Sudahlah, aku bosan berbicara denganmu " goda Pak Santosa.


" Ya ya baiklah, terserah kau saja orang tua " jawab Jordy yang langsung mendapat pukulan dari Nadia di pahanya.


" Sampai jumpa Ayah " pamit Nadia. Lalu memutuskan panggilan telponnya.


" Sayang, apa kau ingin sesuatu? " tanya Jordy.


" Hmmm saat ini tidak, tapi apa kau mengganti parfum? Mengapa wanginya seperti tidak biasanya? " ucap Nadia sambil menjauh dari Jordy.


Jordy langsung mengangkat tangannya bergantian kiri dan kanan lalu mencium bau ketiaknya sendiri.


" Ah tidak, aku memakai parfum seperti biasanya. Kenapa sayang? " tanya Jordy.


" Aku mual mencium bau parfummu " jawab Nadia.


" Kau ingin aku tak menggunakannya? " tanya Jordy lagi.


" Apa kau tidak keberatan? " tanya Nadia.


" Jika itu membuatmu lebih baik maka aku tak akan menggunakannya lagi " jawab Jordy sambil mengusap kepala Nadia.

__ADS_1


" Terimakasih sayang " ucap Nadia


Sementara di kantor Johan masih sibuk dengan pekerjaannya. Dia juga masih memikirkan cara untuk memisahkan Nadia dari Jordy. Pikirannya sudah di penuhi ambisinya pada Nadia.


" Aku akan melakukan apapun untuk membuatmu kembali berada disisiku walaupun itu dengan cara kotor sekalipun aku tak perduli " gumam Johan. Lalu dia keluar dari ruangannya dan melewati meja Jessica.


" Kau belum pulang? Bukankah jam kantor sudah selesai? " tanya Johan.


" Iya, sedikit lagi pekerjaanku akan selesai " jawab Jessica. Johan lalu meninggalkan Jessica yang masih sibuk dengan pekerjaannya.


Tiiingg


Bunyi notif pesan di ponsel Jessica.


Ricky : Kau sudah pulang?


Jess : Belum, sebentar lagi selesai, ada apa?


Ricky : Aku menunggu di parkiran kantormu


Jess : Aku segera turun


Sesampainya di rumah Johan segera menuju ke kamar. Kemudian dia melihat Sandra yang tengah bermain dengan putranya.


" Coba lihat siapa itu yang datang? Hallo Ayah adek kangen lhoh sama Ayah " ucap Sandra lalu menggendong putranya lalu mengambil tas yang ada di tangan Johan.


" Bersihkan badanmu dulu sayang, setelah itu kau boleh bermain dengannya " ucap Sandra lagi.


" Tentu, aku sudah sangat merindukan bayi gembul ini " jawab Johan lalu segera masuk ke kamar mandi


Sementara di kamar Jordy.

__ADS_1


" Sayang, ayo kita turun, sebentar lagi makan malam, atau kau ingin makan disini saja? " tanya Jordy.


" Kita makan di bawah saja, aku bosan di kamar " jawab Nadia.


" Baiklah, ayo " Jordy mengulurkan tangannya pada Nadia


Sesampainya di bawah, mereka menuju ke ruang keluarga, karena makan malam masih setengah jam lagi.


" Aku ingin nonton tv dulu sayang " ucap Nadia.


" Ayo aku temani " jawab Jordy.


Lalu Nadia menyalakan tv dan ketika tv menyala acara yang sedang berlangsung adalah acara tentang kuliner. Seketika Nadia menelan ludahnya sendiri. Dia nampak tergiur ketika kuliner yang sedang di review tentang rasanya itu adalah olahan dari buah Durian.


" Sayang, " panggil Nadia pada Jordy.


" Hmm..." sahut Jordy langsung meletakkan ponselnya.


" Aku ingin itu " ucap Nadia sambil menunjuk ke arah televisi. Jordy lalu menoleh ke arah tv.


" Kau mau Es teler? " tanya Jordy sambil mengernyitkan dahinya.


" Bukan " jawab Nadia.


" Lalu? " tanya Jordy lagi.


" Aku ingin durian sayang " jawab Nadia dengan mata yang sudah berkaca - kaca.


' Ini yang aku takutkan. Katanya jika orang hamil kebanyakan akan ngidam. Dimana aku bisa dapat buah durian, sedangkan sekarang saja bukan musim durian ' bathin Jordy.


" Baiklah kau tunggu sebentar aku akan membelikannya untukmu " ucap Jordy lalu ketika baru satu langkah Nadia memanggilnya.

__ADS_1


" Aku ikut " ucap Nadia.


" Bailah " jawab Jordy


__ADS_2