Kemelut Cinta Nadia

Kemelut Cinta Nadia
Keguguran


__ADS_3

Sesampainya di rumah, Nadia dengan langkah gontai memasuki rumah. Setelah tiba di kamar tiba tiba Nadia berteriak histeris, dia membanting apapun yang ada sekitarnya. Dia menangis histeris dan meraung raung


" Aku BODOH..BODOH...BODOH!!!" teriaknya


" Oh Tuhan..permainan apa yang sedang mau berikan kepadaku ini...." tangisannya begitu memilukan.


Pria yang membuatnya jatuh cinta, jatuh sejatuh jatuhnya ternyata adalah seorang suami wanita lain. Nadia begitu bodoh dengan mudah menyerahkan semuanya padanya


" Oh Tuhan...aku tak sanggup lagi...aku tak ingin hidup lagi...." ucapnya masih dengan tangis yang tak berhenti. Tiba tiba telinganya mendengar langkah kaki seseorang yang berlari mendekati kamarnya.


" Untuk apa lagi kau datang !!" ucap Nadia sinis. Ya Johan datang kerumah Nadia setelah mengantarkan istrinya pulang.


" Maafkan aku...maafkan aku Nadia..." pinta Johan berusaha mendekati Nadia


" Maaf kau bilang!! " jawab Nadia ketus sembari terus menghindari Johan


" Kau meminta maaf untuk kesalahan yang mana!!!......JAWAB !!!" Nadia mulai histeris dan bereriak.


" Aku tau aku salah...maka dari itu tolong maafkan aku.." ucap Johan lirih


" MAAAF!!!...mudah sekali kau mengucapkannya hhaaahh.." masih dengan nada berteriak


" Kau tau..aku begitu mencintaimu..percaya padamu..aku menyerahkan seluruh hidupku padamu..tapi apa yang kau lakukan...kah sudah membohongiku.." ucap Nadia lalu meluruh di lantai. Johan menddekati Nadia


" Jangan mendekat lagi!! Menjauhlah dariku.!!!" sentak Nadia


" Ya...aku memang salah..aku telah menyembunyikan statusku padamu...aku memang sudah menikah dengan sandra 1th yang lalu " ucap Johan yang ikut terduduk di lantai.

__ADS_1


" Aku memang bohong..aku memang brengsek..aku pantas di hukum " ujar Johan. Nadia hanya tertawa sinis


" Pergilah! Aku tak ingin melihatmu lagi,,!" ucap Nadia dingin


" Tapi Nadia kau sedang _ " ucapan Johan terputus ketika dia melihat isyarat tangan nadia menyuruhnya untuk diam


" Aku bisa mengurus anakku sendiri!! " ucap Nadia dingin


" Sekarang keluarlah..!! " pinta Nadia datar


" Tapi sayang aku ing _ " ucapan johan terputus karena teriakan Nadia


" KELUAR!!!!!!! " Nadia histeris


Johan melangkah gontai keluar dari kamar Nadia. Kemudian Nadia menangis sejadi jadinya, Johan yang mendengarkan tak kuasa menahan kesedihannya. Walau bagaimanapun dia akan bertanggung jawab pada anak yang d kandung Nadia. Dia seperti enggan meninggalkan Nadia. Johan terduduk lesu di kursi ruang tamu. Sesaat kemudian dia berlari ke kamar Nadia karena mendengar jerit kesakitan Nadia


" Sayang ada apa!!! " Johan panik sembari mengangkat Nadia ke kasur. Dia tambah panik ketika melihat darah mengalir di sela sela paha Nadia.


" Sayang..kita ke rumah sakit sekarang.." Johan menggendong Nadia. Sementara Nadia masih berteriak karena sakit yang luar biasa seperti orang akan melahirkan


Setelah memasang sabuk pengaman Nadia terpasang dengan benar, Johan melajukan mobilnya ke rumah sakit tempat Nadia biasa memeriksakan kehamilannya.


" Aahh...maaassss sakit....aaahhhhh.." teriak Nadia kesakitan sambil memegangi perutnya


" Sabarlah sayang...sebentar lagi kita akan sampai...bertahanlah..." Johan berusaha menenangkan Nadia. Tak di pungkiri dia pun panik saat ini. Dia takut terjadi apa apa pada Nadia dan bayi mereka


Sesampainya di rumah sakit Johan langsung menggendong Nadia

__ADS_1


" Suster!!!.... Suster!!!...tolong...istri saya sepertinya akan melahirkan.." teriak Johan dan suster yang mendengar langsung mendorong brankar. Johan merebahkan Nadia dia atas brankar


" Bertahanlah sayang..." Johan masih menenangkan Nadia dengan menggenggam tangan Nadia.


" Maaasssss saaaakkkìiitt seeekaa_ " ucapan Nadia terputus. Nadia pingsan


" Suster apa yang terjadi!!! Sayang...bangunlah.." Johan bertambah panik ketika melihat Nadia pingsan


" Tuan tunggulah di luar kami akan segera menangani istri anda " ucap suster itu dan langsung menutup pintu ruangan.


Johan nampak sangat khawatir. Dia mondar mandir di depan ICU. Setelah kurang lebih 1 jam dokter keluar.


" Dokter bagaiman keadaan istri saya ?" tanya Johan


" Maaf sekali tuan kamu sudah berusaha semaksimal mungkin,.." ucap dokter yang belum melanjutkan kata katanya


" Apa maksut dokter..saya tidak mengerti ?" tanya Johan


" Kami tidak bisa menyelamatkan bayinya. Bayi Tuan dan Nyonya lahir prematur oleh karena itu dia tidak bisa bertahan lama. Maafkan kami.." ucap dokter kemudian berlalu meninggalkan Johan


Seperti di sambar petir di siang bolong, kaki Johan tiba tiba serasa tak bertulang dia terduduk di lantai dengan kedua tangan yang memegang kepalanya


" Oh Tuhan...ini semua adalah salahku...mengapa putraku yang menjadi korbannya " Johan tak kuasa menahan tangisnya


" Apa yang harus aku katakan pada Nadia nanti..?" lirihnya


Tak lama kemudian suster mendorong brankar Nadia ke ruang rawat inap. Tampak Nadia masih pingsan dan d tangan kanannya terpasang selang infus.

__ADS_1


Johan menggenggam tangan Nadia erat erat


__ADS_2