Kemelut Cinta Nadia

Kemelut Cinta Nadia
Sandra Melahirkan


__ADS_3

Johan telah sampai di bandara internasional John F Kennedy. Dan segera menuju rumah sakit tempatnya akan melakukan pengobatan. Tekatnya untuk sembuh sudah sangat besar. Tapi meskipun begitu niatnya bukan karena calon anak yang akan lahir dari rahim Sandra, melainkan karena kehadiran Nadia yang menjadi semangat Johan. Setibanya di hotel Johan langsung menghubungi dokter yang akan menanganinya nanti.


" Hallo dokter Andrew, saya hanya ingin mengabarkan bahwa saya sudah tiba di NY city " kata Johan dengan menggunakan bahas Inggris


" Tentu tuan..saya akan menyiapkan segala sesuatunya untuk operasi tuan. Besok bisakah kita bertemu jam 10 pagi? Saya ingin melakukan beberapa test sebelum tuan menjalani operasi. " ucap dojter Andrew


" Tentu dokter...terima kasih " jawab Johan.


Kemudian dia terlihat menghubungi seseorang lagi.


" Hallo sayang, aku baru saja tiba di hotel, apa yang sedang kau lakukan ?" tanya Johan ketika panggilan video terhubung


" Aku sedang membaca buku parenting..syukurlah kau sudah sampai di hotel..apa kau sudah menghubungi dokter Andrew? " tanya Sandra


" Sudah..baru saja aku selesai menghubunginya lalu aku menghubungimu. Dokter memintaku ke rumah sakit besok untuk melakukan beberapa pemeriksaan sebelum aku menjalani operasi " jawab Johan


" Baiklah kau istirahat dulu..sebenarnya aku begitu ingin mendampingimu disana. Tapi keadaanku tidak memungkinkan untuk itu...maafkan aku sayang " ucap Sandra sembari berkaca kaca


" Hei...aku tidak masalah walaupun aku sendirian disini. Besok aku akan memberikan nomor ponselmu kepada dokter Andrew. Jadi dia bisa memberikanmu laporan tentang kesehatanku disini..senyumlah...kay tak perlu khawatir lagi.." ucap Johan menghibur Sandra


" Baiklah...lekas sembuh sayang ..kami menantikanmu disini "


" Tentu...terimakasih sayang..aku ingin bicara dengan anak kita.." kata Johan lalu Sandra mendekatkan ponselnya ke perutnya


" Hai jagoan ayah..jadilah anak pintar..jaga ibu dengan baik..ayah menyayangimu..secepatnya setelah ayah sembuh ayah akan menggendongmu " ucap Johan kepada bayi yang ada di perut Sandra


" Baiklah...aku tutup telponnya..oke.." lalu Sandra memutuskan panggilan video itu.


Johan terlihat menghubungi seseorang lagi.


" Bagaimana..apa tugas yang aku berikan padamu sudah beres ?" tanya Johan setelah panggilan suara terhubung


" Sudah Tuan..mereka pindah ke kota X alamatnya di Jalan"******" no 4. Dan ada kabar buruk tuan. " kata anak buah Johan


" Cepat katakan !" Johan sudah tidak sabar mendengarnya


" Mereka mmm....mereka itu tuan...mmmm...mereka sudah melangsungkan pernikahan Tuan " jawab anak buah itu sambil terbata bata.


Johan lalu memijat pangkal hidungnya

__ADS_1


" Sial...beraninya Jordy menikahi Nadia!!" umpat Johan


" Baiklah..tetap kabari aku apapun informasi yang kalian peroleh..setelah aku sembuh aku akan membuat perhitungan dengan Jordy !" kata Johan sebelum menutup panggilan secara sepihak


Johan tampak mengepalkan tangannya hingga tanpa sadar dia memukul tembok hingga menyebabkan tangannya terluka karena benturan pada tembok.


Sementara di kediaman Jordy dan Nadia mereka berdua nampak sedang menata piano yang baru saja Jordy beli untuk hadiah pernikahan pada Nadia. Nadia tampak sangat menyukai hadiah yang di berikan oleh Jordy


" Sayang...darimana kau tau jika aku ingin mempunyai sebuah piano? " tanya Nadia pada Jordy


" Hmm...insting seorang suami " jawab Jordy singkat yang mana jawaban itu sukses membuat Nadia mengerucutkan bibirnya dan hal itu sangat menyenangkan bagi Jordy


" Hahahahaha...aku suka wajahmu ini istriku yang cantik " Jordy terbahak sambil mencubit gemas kedua pipi Nadia


" Kau menyebalkan sekali..." Nadia mulai merajuk


" Baiklah...baiklah...aku menyerah..aku tidak ingin istriku yang cantik ini marah.." Jordy mengangkat tangan tanda dia tidak akan menggoda Nadia lagi.


" Sini ! Aku memilih piano ini sebagai hadiah pernikahan kita karena aku mengetahui dari buku catatan kecil milikmu yang tak sengaja aku baca.. Aku ingin suatu saat nanti aku bernyanyi dengan iringan piano yang kau mainkan. Aku telah dihubungi produserku bahwa dia ingin membuat album untuk kita berdua. Bagaimana, kau setuju? " tanya Jordy


Nadia tampak berpikir sejenak. Dia sebenarnya sangat menginginkan itu. Dia mempunyai mimpi jika suatu saat nanti dia bisa menjadi seorang pemain biola yang tenar. Selain bermain biola Nadia juga bisa memainkan beberapa alat musik yaitu gitar dan piano.


" Aku akan atur nanti pertemuan kita dengan Pak Bram.." sahut Jordy seraya mengelus pipj Nadia


" Iya.." jawab Nadia dengan senyum manisnya


Sementara Sandra sedang menikmati waktunya membaca buku tiba tiba dia merasakan perutnya sangat sakit. Dia langsung berteriak memanggil asisten rumah tangganya, karena ayahnya sedang ada di kantor.


" Bibiiiii....biiiiiiiiiii....tolong San.....aaaaaahhhhhh " teriak Sandra. Bibi surti yang ada di dapur seketika lari menuju ruang keluarga


" Nyonya...nyonya ada apa..." tanya bibi panik


" Perutku sakit sekali bi...aaaahhhh...." jawab Sandra dengan wajah memerah menahan sakit


" Tahan sebentar nyonya saya suruh pak Jono untuk menyiapkan mobil dulu, lalu kita ke rumah sakit " kata bibi surtisambil berlari keluar rumah.


Kurang lebih 30 menit Sandra sudah sampai di rumah sakit bersalin. Bibi segera menghubungi Pak Santosa.


" Hallo ada apa bi..." jawab Pak Santosa

__ADS_1


" Hallo..Tuan...itu tuan...nyonya Sandra mau melahirkan tuan...sekarang saya sama pak Jono sudah di rumah sakit bersalin mengantar nyonya " jawab bibi surti


" Baik bi...terima kasih sebentar lagi saya menuju rumah sakit " sahut pak Santosa lalu memutuskan panggilan tersebut.


Sesampainya di rumah sakit, pak Santosa langsung menghampiri bi surti dan pak jono yang berada di depan ruang operasi.


" Bagaimana Sandra bi surti ?" tanya pak Santosa


" Masih belum selesai tuan.." jawab bi surti


" Jordy...kemana anak itu harusnya dia yang membantu kakaknya selama Johan tidak ada...dasar anak nakal " ucap pak Santosa sembari melakukan panggilan telpon


Ponsel Jordy tiba tiba berdering. Dia mengernyitkan dahinya setelah melihat siapa yang menghubunginya.


" Siapa sayang...kenapa tidak di angkat ?" tanya Nadia


" Ayah yang menghubungi.." jawab Jordy


" Angkat saja barangkali ada sesuatu yang penting " ucap Nadia


" Baiklah...Hallo ayah ada apa?" jawab Jordy setelah panggilan terhubung


" Pulanglah Sandra di rumah sakit akan melahirkan.. Johan sedang berada di luar Negeri melakukan pengobatan. Kau ini adik macam apa .." jawab Pak Santosa


" Tunggu sebentar..aku akan membicarakannya dengan istriku " jawab Jordy lalu memutuskan panggilan telpon sepihak.


" Hallo...hallo Jordy " panggil pak santosa ketika panggilan tiba tiba terputus


" Anak itu sudah menikah? Kapan? Mengapa tidak memberi kabar...dasar anak nakal " ucap pak Santosa


" Kenapa sayang? " tanya Nadia


" Ayah menyuruhku pulang karena kak Sandra akan melahirkan " jawab Jordy dengan ragu ragu mengingat jika Nadia pernah menjadi bagian di masa lalu Johan.


" Pergilah..aku disini saja " kata Nadia. Dia tidak ingin bertemu Johan disana


" Ikutlah..dia tidak ada disana.. Dia sedang keluar negeri untuk melakukan pengobatan..aku tidak akan meninggalkanmu sendiri disini..kemanapun aku pergi kau harus ada bersamaku.." kata Jordy


" Baiklah..aku ikut denganmu " jawab Nadia dengan senyuman tetapi hatinya sakit sekali.

__ADS_1


Dia teringat ketika dia kehilangan anaknya. Tapi dia tidak menunjukkan kesedihannya di depan Jordy.


__ADS_2