Kemelut Cinta Nadia

Kemelut Cinta Nadia
Baby Boy?


__ADS_3

Nadia kemudian segera menaiki ranjang pemeriksaan. Asisten dokter memasang alat ukur tekanan darah. Setelahnya lalu memberi gel di atas perut Nadia. Dokter segera melakukan USG


" Waah..baby nya aktif sekali..bisa Tuan dan Nyonya lihat ya pergerakannya " ucap dokter


Johan dan Nadia saling tersenyum ketika melihat bayi mereka di layar monitor


" Sekarang kita cek ukuran baby dan detak jantungnya " ucap dokter lagi


DUG DUG DUG DUG DUG


Terdengar detak jantung bayi yang seketikan membuat Nadia terharu


" Mas...anak kita " ucap Nadia pada Johan yang di sambut dengan elusan tangan Johan di kepala Nadia


" Iya...anak kita.." timpal Johan dengan senyum bahagianya


" Ehh..coba ini kelihatan jenis kelaminnya loh Tuan Nyonya" dokter kemudian menunjukkan kepada Nadia dan Johan


" Waaah selamat Tuan dan Nyonya jenis kelaminnya laki laki " ucap dokter lagi


" Sayang...kita akan segera punya jagoan kecil " Johan lalu beranjak dari duduknya lalu mencium kening Nadia

__ADS_1


" Mas...kau bahagia ?" tanya Nadia dengan berurai air mata bahagia


" Tentu sayang..tak lama lagi kita punya jagoan kecil dan aku berharap dia bisa jadi penerusku.." Kata Johan


Asisten dokter segera membersihkan sisa gel di perut Nadia. Lalu mereka beranjak ke meja dokter.


" Ini Tuan dan Nyonya foto hasil USG nya..dan ini vitamin untuk nyonya..jangan lupa di minum ya Nyonya..jangan lupa makan makanan sehat dan susu hamilnya.


" Baik dokter terimakasih " ucap Johan dan segera keluar dari ruangan dokter.


Sepanjang menelusuri lorong rumah sakit Johan tak henti hentinya mengelus perut Nadia. Nadia yang menatap Johan tersenyum dan tak terasa bulir bening luruh di pipinya


" Hei...mengapa kau menangis sayang ?" tanya Johan sembari mengusap air mata di pipi Nadia


" Sudah sudah..ayo kita pulang...oh ya..apa kau ingin makan sesuatu atau mampir ke suatu tempat dulu sebelum pulang ?" tanya Johan


" Mmm...aku ingin brownies mas..." ucap Nadia


" Baiklah kita beli dulu lalu pulang ok..?" timpal Johan


Setelah memasuki mobil, Johan lalu melajukan mobilnya ke toko kue.

__ADS_1


Setelah sampai di toko kue Nadia mulai memesan Brownies coklat kesukaannya. Lalu dia melihat Strawberry cheese cake dalam bentuk potongan, sekitak dia meneguk liurnya agar tak menetes.


" Mas...aku mau itu juga..boleh?" tanya Madia sambil menunjuk cake yang di maksut


" Belilah sayang..apapun yang kau inginkan ambil saja..aku tak ingin Jagoan kecilku ini sampai lapar " ucap Johan sembari mengelus perut Nadia


Setelah selesai memilih milih mereka bergegas menuju mobil. Tanpa mereka sadari ada sosok yang memperhatikan mereka dan mengambil foto mereka dengan ponselnya


Di tempat lain Jordy yang sudah mulai bisa berdamai dengan hatinya kembali pulang ke kediaman Pak Santosa. Dan kedatangannya disambut bahagia oleh pak Santosa.


" Akhirnya kau pulang nak..." ujar Pak Santosa


" Tentu aku pulang..bukankah ayah yang menginginkan kepulanganku ?" ucap Jordy dingin


" Jangan seperti itu Jordy..kematian Joana bukan lah kesalah ayah.." jelas Pak Santosa


" Sudahlah..aku sedang tidak ingin berdebat dengan ayah " ucap Jordy dingin lalu meninggalkan ayahnya di ruang keluarga


Jordy lekas memasuki kamarnya. Dan merebahkan tubuhnya di ranjang. Sejak kematian Joana dia sudah tak ingin lagi tinggal di apartemen yang pernah di tinggalinya dengan Joana. Dia tak ingin kenangan Joana terus menerus membebaninya. Oleh karena Itu dia memutuskan untuk menerima permintaan ayahnya agar kembali ke kediaman orang tuanya itu.


Hai pembacaku sekalian..untuk bab bab awal aku hanya bercerita tentang Nadia dan Johan ya...sosok Jordy belum aku munculkan biar kalian penasaran dulu..hehehe

__ADS_1


Jangan lupa ya.. Dukung aku terus..komenin juga...biar aku semangat buat cerita yang bikin kalian gemes..marah..nangis nangis....


Da da.....


__ADS_2