
Sandra yang mendengarkan semua penjelasan Johan pun terdiam. Bagaimana tidak, Sandra sudah di butakan oleh cintanya pada Johan. Hingga dia dengan mudahnya percaya begitu saja dengan Johan. Johan pun dengan mudah mengambil kesempatan akan bucinnya Sandra padanya. Dia memeluk erat Sandra dan mengatakan bahwa dia sangat mencintai Sandra.
" Baiklah..aku percaya padamu sayang..tapi jika suatu saat aku aku melihat atau mendengar ini lagi aku tak segan segan menghancurkan kalian.." ancam Sandra.
" Tentu saja sayang ..kau bisa pegang janjiku.." Johan masih meyakinkan Sandra.
" Baiklah...aku pergi dulu..kau cepatlah pulang nanti sore.." Sandra berpesan pada Johan.
" Ok..." balas Johan sembari mengecup kening istrinya.
Yaa...saat ini Johan membatin, dia mengumpat dirinya sendiri menjadi sangat brengsek. Tapi dia juga tidak bisa mengingkari jika dia masih menginginkan posisi CEO itu masih berada di tangannya. Maka dari itu dia masih membutuhkan Sandra ada di sisinya. Dia juga tak munafik, dia begitu mencintai Nadia, tapi dia tidak menyangka bahwa Nadia akan hamil.
Tapi kedua wanita itu saat ini memiliki perasaan yang sama. Yaa..mereka menaruh kepercayaan tinggi kepada laki laki yang mereka cintai, Johan. Bukankan ini percintaan yang begitu rumit. Baik Sandra maupun Nadia mereka sama sama tidak mengetahui jika cinta mereka di bagi. Sementara Johan, dia begitu egois, menginginkan dua wanita sekaligus demi keinginan hatinya. Johan begitu perhatian tentang kehamilan Nadia. Dia juga menjadi begitu perhatian dan romantis pada Sandra. Dia tidak ingin Sandra sampai mencurigainya.
3 bulan kemudian
" Sayang..kau dimana?" tanya Johan pada Sandra saat sambungan video terhubung
" Aku makan siang dengan teman - temanku..ada apa sayang?" tanya Sandra
" Ah..tidak, aku hanya tiba tiba merindukanmu saja," sambung Johan
__ADS_1
" Hmmm...begitukah?" timpal Sandra dengan ekspresi menggoda Johan
" Jangan menggodaku seperti itu sayang..baiklah aku tutup dulu yaa..?" Johan meminta ijin pada Sandra
" Baiklah sayang, sampai nanti.." ucap Sandra lalu memutus panggilan video Johan. Yaa bucinnya Sandra membuatnya masa bodoh tentang perubahan Johan
Setelah menghubungi Sandra, Johan menghubungi Nadia.
" Sayang..apa kau sudah siap?" tanya Johan
" Sudah mas...apa kau sudah berangkat?" tanya Nadia
" Sebentar lagi aku menuju kesana..kau tunggulah di depan rumah..ok..!" pinta Johan
Hari ini Nadia akan memeriksakan kandungannya yang memasuki usia 3 bulan. Apa Nadia sudah menikah dengan Johan?. Tentu saja belum. Dengan pintarnya Johan memberi alasan yang dengan mudah di terima oleh Nadia.
Tin tin
Bergegas Nadia keluar rumah dan menghampiri mobil Johan yang pintunya sudah di buka oleh Johan
" Hati hati sayang.." ucap Johan sambil melindungi kepala Nadia agar tak terbentur kap mobil. Lalu memasangkan sabuk pengaman pada Nadia
__ADS_1
" Makasih mas..." ucap Nadia kepada Johan dengan senyum manisnya.
" Kita berangkat ya..." ucap Johan lalu melajukan mobilnya menuju rumah sakit.
" Hai anak papa..apa kau pintar di dalam sana ?" ucap Johan sembari mengelus perut Nadia yang sudah terlihat membuncit
" Tentu saja papa..aku kan anak pintar..aku akan selalu menjaga mama " timpal Nadia berkaca kaca karena merasa terharu oleh perlakuan perlakuan manis Johan selama dia hamil.
" Sayang...mengapa kau menangis?" ucap Johan mengelus pipi Nadia
" Tak apa mas...aku hanya terharu saja.." balas Nadia lalu menggenggam tangan Johan.
Tak lama kemudian mereka sudah sampai di rumah sakit. Johan membukakan pintu untuk Nadia lalu menuntunya keluar dari mobil.
Mereka lalu menuju meja resepsionis dan langsung ke ruangan dokter kandungan yang biasa memeriksa Nadia
" Selamat sore dokter " ucap Johan dan Nadia bersamaan
" Selamat sore Nyonya dan Tuan..silahkan duduk..bagaimana,, apa ada keluhan ?" tanya doker wanita itu
" Sudah tidak dokter..hanya sesekali saja mual,,"ucap Nadia..
__ADS_1
" Kalau begitu mari kita mulai pemeriksaannya