
derasnya hujan yang tiba-tiba ini tidak membuat gua gundah sama sekali hal yang membuat gua gundah hanya perubahaan april yang begitu mendadak itu.
gua tetap melaju di jalan tanpa berdikir untuk sesekali berhenti berteduh. meskipun badan dan baju gua sudah basah kuyup karna guyuran hujan ini.
rasa kacau dan bersalah ini sangat membuat gua tak nyaman walau pun gua gak tau kenapa penyebabnya,
sesampai di rumah gua langsung melihat isi ruangan tengah dan gua dapati gak ada seorang pun disana mungkin ibuk gak bisa pulang karna hujan yang mendadak ini, sangka gua sambil bergegas ke kamar mandi. di kamar mandi gua hanya terdiam dalam fikiran gua sendiri. mencari sebuah alasan yang logis dari perubahan sikap april itu, berbagai kemungkinan yang telah gua pikirkan tidak bisa menjelaskan perubahan sikap april sampai gua menyerah dan memcoba untuk bertanya langsung ke pada dia besok di kampus.
selesai mandi gua membuat secangkir kopi untuk menghangatkan diri dan duduk di sofa ruang tengah.
suasana kesendirian yang ditemani gemersik suara tetesan tetesan hujan yang tidak mau menunjukkan tanda ingin berhenti itu menemani gua yang sedang duduk termenung.
kepala gua seakan berat rasanya dan gua langsung membaringkan badan seraya memejamkan mata untuk menenangkan fikiran gua yang kacau ini hingga tak sadar gua pun tertidur di atas sofa ruang tengah tersebut.
dalam tidur terdengar suara yang memanggil gua.
"iz ayo bangun udah pagi ini... ayo iz cepet bangun."
suara tersebut perlahan semakin terdengar jelas oleh gua dan gua pun langaung membuka mata .
"eh ibuk ada apa" jawab gua dengan kondisi setengah sadar sambil menguap.
" udah pagi... kamu sana cepet mandi gak mau kuliah tah?" tanya ibu sambil membawa cangkir kopi yang tadi malam gua bawa.
"iya buk " jawab gua singkat dan langsung berjalan ke kamar mandi.
jam menunjjukkan pukul 08:35 pagi gua yang selesai mandi langsung masuk ke dalam kamar untuk ganti baju.
pip....pip... suara hp berbunyi bertanda ada pesan yang masuk.
gua ambil ho dan membuka isi pesan tersebut.
"kepada seluruh mahasiswa/i jurusan Teknik Komputer bahwasannya hari ini di liburkan karna dosen pengajar ada keperluan mendadak"
ternyata pesan dari kampus yang memberi tahu bahwa sannya hari ini libur.
"hemmmzz libur ..... kalo gitu gua gak bisa ketemu april sekarang ya...." keluh gua seraya memakai baju.
"apa gua mau kerumah april saja hari ini?" tanya gua kepada diri gua sendiri. kemudian gua berfikir begitu lama untuk meyakinkan diri.
"udahlahhh jangan kebanyakan mikir ...untuk sekarang chat april dulu sudah" gua pun langsung ambil hp dan mulai menulis pesannya.
"pril loe dimana sekarang .... kalo loe ada dirumah gua mau kesana". tertanda centang dua yang berarti sekarang aprik sedang online.
selesai menulis itu gua pun kembali tiduran di kasur sembari menunggu balasan dari april...
satu jam telah berlalu namun tak kunjung gua mendapatkan balasan dari april. karna sudah begitu lama gua pun membiarkannya dan langsung ke luar dari rumah untuk menenangkan diri.
"hemmmz kerumah daniel aja sudah pasti daniel ada dirumahnya" pikir gua sembari mengeluarkan sepeda motor dari garasi dan langsung menuju ke rumah danil yang tak begitu jauh dari rumah gua.
selang beberapa lama gua sudah sampai di rumah daniel.
"Nil ada di rumah kagak? ini gua faiz buka pintunya donk" ucap gua sembari mengetuk pintu rumah daniel.
daniek kemudian membuka pintu.
"tumben kesini loe iz " tanya daniel sambil menyuruh gua masuk.
__ADS_1
"mumpung libur gua kesini buat maen nil sumpek di rumah gua" balas gua sembari duduk di sofa ruang tamunya daniel.
"owalah gitu toh" balas daniel.
" eh nil tante sama om kemana kok gak ada orang di eumah loe?" tanya gua sembari membuka obrolan.
"lagi keluar iz udah mulai tadi malem gak pulang"
" eh emang pergi ke mana iz kok sampek gak pulang gitu" tanya gua
"ke luar kota iz katanya ada pertemuan mendadak gitu"
"ehh..."
"ngomong-ngomong loe chatan sama april kagak nil" tanya gua lagi.
"enggak iz dari tadi malem gak di bales chat gua.....emang kenapa iz tumben nanyak" balas daniel.
"oh....... ya enggak soalnya chat gua juga gak di bales tadi pagi" bals gua menjelaskan.
"ngomong-ngomong soal april. gua ingin ngomong sesuatu ma loe iz" ucap daniel.
"eh mau ngomongin apa nih nil" balas gua
"hemmzz gak jadi wes kapan - kapan aja iz"
"eh kok gitu nil penasaran gua"
"udah wes kapan kapan aja sudah" balas danil sambil tersenyum. gua pun gak menanyakannya lagi karna gua tau daniel emang gitu orangnya ..suka sekali dia bikin gua penasaran.
kami pun mulai membahas hal lainnya dan menikmati waktu senggang kami yang jarang ini dengan bercanda sambil bermain game bersama.
"gua pulang dulu nil dah jam segini nih.." ucap gua
"eh udah mau pulang aja loe iz gak mau santai-santai aja dulu" balas daniel.
"kapan-kapan aja sudah nil gua mau kerja soalnya"
"oh iya gua lupa kalo loe sudah kerja ya ...."
"iya makanya gua mau pulang dulu" sambil bergegas pulang.
"yaudah iz kalo gitu" balas daniel singkat.
gua pun langsung berjalan keluar dari rumah daniel dan mengambil motor yang ada di halaman rumah daniel tersebut.
---------------Di waktu yang sama di tempat yang berbeda-----------
di kamar april.
terlihat seseorang yang sedang tidur dengan selimut yang menutupi tubuhnya. dia adalah april yang sedang sakit demam karna hujan tadi malam itu.
kemudian ada seseorang lagi yang mulai membuka pintu kamarnya tersebut.
"bak ini makan dulu dan minum obat kalau sudah" ucap dia yang tak lain adalah Lila adik perempuannya April yang sambil memegang bubur dan obat.
April yang tidur karana sakit kemudian bangun dan mengambil bubur yang di bawakan adiknya itu.
__ADS_1
"maaf ya dek ngerepotin kamu" ucap april yang berwajah pucat tersebut.
"iya gak apa-apa kok bak ...ini sih belom seberapa kalo liat perlakuan mbak kalo pas aku sakit " balas lila sambil tersenyum.
april yang mendengar itu tidak membalas ucapan adiknya tersebut dan mulai memakan bubur tersebut.
"kakak kok sampek basah kuyup gitu terus di anterin cowok lain lagi" ucap adiknya sembari mulai duduk menemani kakaknya yang sedang makan tersebut.
"eh cowok lain gimana sih dek dia temen kakak juga loh" balas april.
"tapi kan mbak selalu di anterin sama kak faiz itu . bukannya kak faiz itu pacar mbak ya.." ucap adiknya itu.
april yang sedang makan tiba-tiba tersedak.
"hukk..hukkk.hukkk."
"minum dulu bak" ucap lila perhatian.
"lagian kamu sih dek ngomong gitu jadinya mbak kesedak nih" balas april setelah minum.
"lah bukannya iya bak kalo kak faiz itu pacarnya mbak"
"sok tau kamu dek, faiz itu temen kakak gak lebih" bantah april.
"ehh....." balas lila sambil memasang wajah curiga.
"iya kok dek faiz cuma temen kakak doank" ucap april meyakinkan.
"menurut Lila kak faiz itu orangnya baik kaya'nya bak"
"iya dek faiz itu orangnya baik,seriusan, meski dia kurang pengalaman soal berteman tapi meskipun begitu kalo dia lihat orang yang dia kenal kenak masalah pasti dia langsung bantu" balas april sambil tersenyum. april teringat kembali saat faiz menolongnya dulu pas di rampok saat pulang kerja.
"eh gitu ya kak" balas lila
"iya dek pokoknya dia baik orangnya" tambah april.
"Mbak suka ya sama kak faiz?" tanya lila mendadak.
"ehh...ngacok kamu deg tau dari mana kamu" tanya april meyakinkan.
"sebagai adik aku paling mengerti mbak." balas lila
"ehh.... masa tah dek??? buktinya mana hayo?" tanya april dengan ekspresi gak yakin.
"ya kalo di tanya sih...setiap mbak bahas kak faiz pasti ekspresi mbak menunjjukkan wajah seneng buktinya pas lila barusan nanyak kak faiz mbak ngomongin kak faiz dengan ekspresi senang begitu" balas lila yang di ikuti wajah april yang memerah.
melihat raut wajah mbaknya itu lila kembali berkata.
"yang paling mengerti mbak adalah aku sebagai adik mbak. aku juga tau mbak sekarang ada masalah sama kak faiz lila cuma bisa ngasih saran aja lebih baik mbak segera bilang ke kak faiz tentang perasaan mbak itu, meski aku gak tau sih tentang masalah seperti itu karna aku belum pernah mengalaminya" ucap lila.
"hemmmzz kaya'nya mbak sudah mulai agak tenang kalau gitu lila mau keluar sudah nanti taruh aja piringnya di meja nanti lila ambil" dan lila berjalan ke pintu kamar april.
"oh iya lila udah nelfon tempat kerja mbak ngasih tau kalo mbak sekarang libur dulu" tambah lila sembari keluar kamar.
April melihat ke arah pintu kamarnya memandangi adiknya yang keluar kamarnya.
"aku gagal sebagai mbak yang baik biasanya mbak yang selalu ngasih saran ke adiknya eh malah aku yang di kasih saran sama adik ku" ucap april sambil meneruskan memakan bubur di tangannya itu .
__ADS_1
selesai memakan bubur tersebut april menaruh piringnya di meja dan minum obat yang di berikan adiknya itu.
april kembali membaringkan badannya di kasur dan mulai istirahat kembali.