
di tempat lain.
terlihat Daniel di depan tempat kerja April. jam menunjukkan pukul 7 malam lebih di kala itu.
April yang melihat daniel di luar kemudian menghampirinya.
"eh Nil ngapain kesini " tanya april.
"ya mau kesini aja pril" balas daniel.
"ow...ayok masuk aja ke dalam jangan di luar kaya' gini" ajak april yang berjalan masuk kembali ke restoran itu.
"ok pril" balas daniel sambil mengikuti april masuk kerestoran.
"Nil duduk disana ya... aku buatin minuman dulu buat kamu" ucap april.
"oh makasih ya pril" balas daniel.
Daniel duduk di meja dekat dengan kasir karna disana juga tempat para karyawan saat menunggu pelanggan yang datang .
tak lama kemudian april datang sambil membawa secangkir kopi untuk daniel.
"nil ini diminum ya" ucap april sambil duduk di dekat daniel.
"ya pril" balas daniel.
"ngomong-ngomong tumben loh kamu kesini sendirian nil " tanya april membuka obrolan.
"ya mau gimana lagi pril lawong hari ini faiz sibuk di tambah lagi gua bosen di rumah jadi ya kesini aja gitu"
"ehhh..... kamu tau gak Faiz sibuk apa Nil?"
"kurang tau ya pril soalnya gua gak sempet nanyak juga ke dianya pas itu"
"aku kira kamu tau nil soalnya kalian kaya' lubang hidung sih kemana-mana selalu berdua"
"hahahaha bisa aja loe pril".
"kerja disini gimana pril enak gak?"
"ya lumayan enaklah Nil.... di tambah lagi manejer sini orangnya baik gak terlalu muluk-muluk masalah pekerjaan para karyawannya"
"eh enak kalau gitu pril...."
"iya donk" balas april sambil memasang senyuman.
"eh pril kamu gak mau bantu yang lainnya?" tanya daniel karna merasa gak enak ganggu pekerjaan di sana.
"oh santai aja Nil aku udah waktunya istirahat sekarang" balas april.
"berapa lama istirahatnya pril"
"cuma 15 menit doank Nil "
"eh cepet sekali"
"ya cepet Nil soalnya kan aku cuma 5 jam kerja masa' mau istirahat 1 jam"
"iya sih pril"
mereka terus mengobrol membahas berbagai hal sembari menunggu jam istirahat selesai.
__ADS_1
"Nik aku mau kerja lagi udah 15 menit soalnya" ucap april.
"oh iya sudah pril" balas daniel.
"kalau kamu mau pulang gak apa-apa kok Nil"
"gua nunggu kamu aja wes pril"
"eh.....tapi nanti jam 10 aku boleh pulangnya loh nil"
"iya gak masalah kok pril"
"hemmmz yaudah kalau gitu nil" balas april yang langsung meninggalkan daniel disana.
Daniel terus memandangi april yang sedang bekerja itu dengan seksama tanpa tahu kalau teman-teman karyawannya april memperhatikannya juga.
waktu disana pun berlalu dan tiba saatnya reatoran tutup. april langsung menemui daniel lagi.
"Nik udah mau tutup kamu tunggu di luar wes" ucap april.
"yaudah gua tunggu kamu di luar kalo gitu ya" balas daniel yang langsung keluar dari restoran.
"eh itu siapanya kamu pril?? pacarmu tah?" tanya risma yang sedari tadi penasaran mau bertanya.
"bukan kok ris cuma temen doank" balas april.
"hemZzz aku kira pacarmu pril soalnya dia merhatiin kamu terus dari tadi"
"masa tah ris?" tanya april kaget.
"lah bener kok pril....kenapa kamu gak pacaran saja ma dia pril? dia ganteng loh!"
"enggaklah ngaco kamu ris.... kalau kamu yang suka nanti bisa aku kenalin kok "
"maaf Nil agak lama ya" ucap april yang berjalan menemui daniel di tempat parkir.
"gak kok pril santai aja"
"yaudah kalau gitu nil"
"ayok gua anterin loe pulang pril" ajak daniel sambil memberikannya helm.
"yaudah nil makasih tawarannya".
Daniel pun mengantarkan april kerumahnya.
di perjalanan mereka ngobrol sesekali juga bercanda.
"pril mampir beli minum yok gua haus nih" ucap daniel sembari menghentikan motornya.
"iya nil gua juga haus nih"
Daniel berjalan ke sebuah mini market dan membeli minuman disana.
"duduk dulu yuk pril disana" ucap daniel sambil menunjuk ke sebuah kursi dekat dengan mini market itu.
"nih pril minumnya" sambil menyodorkan sebotol minuman ke arah april.
"oh makasih....berapa harganya nil?"
"gak usah wes pril balesan yang tadi itu"
__ADS_1
"boleh tanya sesuatu gak pril?"
"mau banyak apa nil?
"menurut loe gua seperti apa sih orangnya"
"eh kok tiba-tiba nanyak gitu?"
"ya gua mau tau aja pril pendapat loe kaya' gimana..."
"hemmmmzz... menurut aku sih kamu orangnya baik,perhatian sama temen,juga asik di ajak ngobrol"
"terus yang loe gak suka dari gua apa pril?"
"tunggu tak pikir dulu....."
"menurutku sih kamu nyebelin orangnya nil"
"ehhh masa tah?"
"iya nil soalnya kamu sering jailin aku sama miya mulu sih"
"hahahaha maaf kalau gitu pril....kebawaan dari lahir mungkin"
"alasan kamu nil"
"pril boleh gak gua jujur ke loe tentang sesuatu" tanya daniel yang kemudian serius.
melihat itu april mencoba untuk menanggapinya dengan serius juga tentang apa yang mau di katakan oleh daniel.
"iya boleh Nil" balas april.
"tapi gua harap apa pun keputusan loe gak jadi masalah tentang pertemanan kita ini gimana?? loe bisa janji gak?
"iya aku janji Nil....."
dengan mengambil nafas dalam danil kemudian berbicara.
"gua suka sama loe pril"
april mendengar itu kaget dan diam sementara waktu sambil memegang botol minuman di tangannya.
melihat reaksi april itu daniel kembali berbicara.
"gua suka sama loe udah lama pril mungkin dari saat kita bertiga mulai dekat satu sama lain"
"loe terserah mau jawab kapan pril... tapi gua mohon dengan sangat jangan sampai loe menjauh dari kami pril..mau gimana pun ini gak ada kaitannya sama pertemanan kita bertiga karna ini masalah pribadi gua sama loe pril".
mendengar itu kemudian april mulai membalasnya.
"aku seneng sama pengakuanmu nil tapi aku belum yakin akan perasaanku ini.....aku masih butuh waktu untuk berfikir....".
"iya pril bakalan gua tunggu jawaban loe itu.... tapi sebelum itu loe gak lupa kan janji yang tadi?"
"iya aku inget nil ...aku gak bakalan menjauh dari kalian setelah ini.....karna kalian juga adalah temen-temenku yang berharga bisa menerima kekuranganku dan selalu ada buatku jadi aku gak bisa untuk menjauhi kalian"
"syukur dah kalau gitu pril...." ucap daniel lega.
"loe boleh mikirin jawaban loe itu pril tapi sebelum itu gua anterin loe pulang dulu ya" ajak daniel sembari mengambil motornya yang ada di dekat mereka.
Daniel mengantarkan april ke rumahnya .
__ADS_1
di perjalanan keheningan menemani mereka, ya mau gimana lagi karna mereka sudah melewati hal sangat sensitif itu.
sesampainya di rumah april daniel pamit pulang dan langsung pergi dari sana.