
tepat pukul 4 sore gua sudah berada di tempat kerja dan kulihat bahwasannya april sedang tidak masuk.
gua pun bertanya ke menejer disana katanya tadi adiknya nelfon ngasih tau kalau april sekarang libur dulu di ganti besok hari minggu dia masuk. mendengar itu pun gua gak bertanya lagi alasannya ada apa sehingga april mengambil libur.
di tempat kerja gua agak kecewa karna gua gak bisa ketemu april namun gua coba untuk seperti biasanya bekerja.
disaat gua bekerja gak sengaja gua numpahin minuman yang gua mau bawa ke pelanggan di dapur .
"iz kamu hati-hati bawanya tuh kan tumpah" ucap aurel yang ada di bagian staf dapur.
"maaf rel gak sengaja gua" ucap gua sembari mengelap meja yang ada genangan airnya itu.
"yaudah lain kali hati-hati ya" ucap aurel sambil membuat minuman yang baru.
"iya iya rel" jawab gua.
aurel kemudian memberikan gua minuman yang baru dan menyuruh gua langsung mengantarkannya, gua pun ikut pinta aurel tersebut.
selesai mengantarkannya gua langsung kembali ke dapur untuk minum agar gua lebih santai bekerja.
"iz kamu lagi mikirin sesuatu ya" tanya aurel yang sedari tadi di dapur.
"hemmmzz kayaknya sih rel" balas gua .
"kalau kamu ada masalah bisa ngobrol ma aku iz biar beban masalahmu sedikit berkurang" ucap aurel yang langsung menghampiri gua di tempat minum.
"makasih rel udah peduli. tapi ini bukan masalah serius kok cuma kepikiran doank" balas gua.
"yaudah kalo gitu iz"
"ngomong-ngomong kamu bawa motorkan sekarang " tanya aurel.
"iya gua bawa rel ....kenapa?"
"bisa anterin aku gak nanti pulang kerja? "
"emangnya mau kemana rel?" tanya gua.
"ke rumah bos iz " balas aurel.
"ehhhh emang ada apa kok sampek suruh ke rumah bos" tanya gua penasaran
"tadi menejer nyuruh aku buat ngambil barang baru yang ada di rumah bos iz, terus suruh ngajak karyawan sini juga buat bantu" balas aurel.
"kok gak bareng roni aja rel" tanya gua.
"males aku bareng dia iz nyebelin soalnya"
"yaudah wes rel nanti gua temenin loe tapi gua gak tau ya rumah bos jadi loe yang tunjukin jalannya nanti"
"ok wes iz gampang, yaudah kalo gitu kembali kerja lagi wes yuk" ucap aurel dan pergi ke tempanya yang tadi. gua pun langsung ke ruang utama untuk kembali bekerja menyambut pelanggan yang datang.
Aurel adalah mahasiswa di kampus daerah sebelah, dia lebih tua dari pada gua selisih satu tahun umur kita. pertama kerja gua manggil dia bak aurel tapi dia nyuruh manggil aurel biar gak terlihat tua pintanya. mulai dari situ gua manggil dia aurel.
untuk kepribadiannya sih gua belum tau persis tapi menurut april sih dia juga baik dan ramah orangnya meskipun dia suka marah kalo sengaja di panggil mbak oleh karyawan sini.
jam 9 aurel nyamperin gua yang hendak ikut menutup reatoran.
"yuk iz kita berangkat" ajak aurel yang sudah siap.
"gak mau bantu nutup restoran ini dulu" tanya gua.
"udah gak apa-apa kok kata menejer biar gak kemaleman kita pulangnya nanti" balas aurel yang di ikuti dengan menarik tangan gua keluar.
"eh tunggu bentar gua ambil kunci motor sama tas dulu" ucap gua.
__ADS_1
"ok wes cepetan " ucap aurel yang keluar terlebih dahulu.
gua pun langsung menuju loker dan mengambil tas beserta kunci motor yang ada disana kemudian langsung menyusul aurel di luar.
kami pun langsung menaiki motor dan berjalan ke arah berlawanan dari rumah gua.
"rumah bos jauh gak rel" tanya gua membuka obrolan .
"agak jauh mungkin 30 menitan gitu kalo cepet" balas aurel.
"owalah yaudah ayok gua percepat motornya kalau gitu gimana" tanya gua sambil menunggu balasan dari aurel.
"yaudah agak cepetin sudah iz" balas aurel.
"kalo gitu pegangan takut jatoh " ucap gua sembari menambah kecepatan motor gua.
kami terus melaju melewati jalan yang sudah mulai agak sepi dan belok di beberapa belokan di daerah tersebut, sampai di suatu perumahan aurel menyuruh gua berhenti dan kami pun berhenti di depan gerbang perumahan tersebut.
"udah nyampek" tanya gua ke aurel.
"iya iz " balas aurel singkat.
" eh bos tinggal di perumahan ini ya" tanya gua sambil tolah toleh disana.
"rumah bos bukan di perumahan ini iz tapi itu disana " balas aurel sembari menunjuk ke samping perumahan tersebut.
disana gua melihat ada sebuah rumah yang terkesan mewah menurut gua yang ternyata adalah rumah bos.
kami pun langsung menuju ke gerbang rumah tersebut.
"permisi pak Retno...pak retno " ucap aurel di depan gerbang tersebut yang memanggil nama seseorang.
dan kemudian datang seorang satpam menuju ke arah kami.
"loh kok mbak Aurel......tumben malem kesininya bak" sapa satpam tersebut sambil membuka pintu gerbang.
"oh ada kok masuk aja sudah " ucap satpam tersebut sambil mempersilahkan kami masuk.
kami pun bergegas menuju pintu rumah Bos tersebut dan langsung menekan tombol bell yang ada di dekat pintunya itu.
"iya tunggu" terdengar suara seseorang yang nampak tak asing di telinga gua.....yah itu suara stevani yang sembari membuka pintu rumahnya tersebut.
"loh kok ada kak faiz sama bak aurel ada apa nih?" tanya aurel.
"gini van aku disuruh ngambil barang sama menejer disini" balas aurel.
"oh kalau gitu ayok masuk dulu di dalam ada papa ini " ajak stevani sambil mempersilahkan kami berdua masuk.
kami langsung mengikuti stevani yang berjalan menuju ke ruang tamunya itu terlihat disana ada orang yang mungkin papa dan mamanya stevani yang sedang ngobrol.
"pa ada bak aurel nih kesini. katanya disuruh ngambil barang gitu sama buk Nia" ucap stevani kepada papanya tersebut.
mendengar itu papanya stevani menoleh ke arah kami berdua.
"oh kamu nak Aurel sini duduk dulu" ucap papanya stevani mempersilahkan kami duduk.
kami pun duduk bersama mereka di kursi ruang tamu tersebut. Jujur gua agak gugup karna baru pertama kalinya bertemu dengan pemilik restoran alias bos di tempat kerja gua.
"Vani sana kamu ambilin minuman buat mereka dulu" suruh mamanya stevani kepada stevani.
"siap ma..." jawab stevani sembari berjalan pergi.
"sekalian bawain papa kopi lagi ya van" tambah papanya stevani.
"nak Aurel dia siapa ya?"
__ADS_1
"oh dia karyawan baru disana itu om" jawab aurel.
"owalah kamu toh karyawan barunya...siapa nama kamu nak?" tanya bos ke gua
"nama saya Faiz pak" balas gua agak gugup.
"jangan terlalu kaku gitu nak faiz...panggil aja om kalau lagi di luar tempat kerja..... karyawan yang lain kalau kesini manggil saya om semua, jadi kamu gak usah terlalu kaku gitu ke saya " ucap bos ke gua.
"oh baik kalau gitu om " balas gua.
mereka berdua ternyata ramah kepada semua karyawannya pantesan saja april betah kerja disana.
Dan yang gua tau nama pemilik restoran itu Pak Bambang dan istrinya bernama Buk Riani ternyata mereka toh ucap gua dalam hati.
tak lama kemudian stevani membawa minuman untuk kami.
"silahkan di minum kak" ucap stevani dan kemudian duduk di kursi sebah ibunya yang juga dekat dengan gua.
"om mana barang yang mau di bawak?" tanya aurel memulai obrolan tentang pekerjaan.
"itu kardus sebelah sana itu rel " ucap om Bambang
"apaan sih isinya om ?" tanya aurel.
"isinya minuman rasa baru yang di bawa mamanya stevani dari luar kota rel......sekalian di promosikan disana" .
"oh enak kalau gitu om lagian di sana kurang minuman botol jadi ini bagus buat di tambahkan di restoran"
"iya.....makanya mamanya aurel bawakan itu Rel"
obrolan pun terus berlangsung gua hanya menyimak percakapan mereka tanpa memberi komentar apa pun. sesekali stevani ngajak ngobrol, namun karna gua yang masih sungkan ke orang tuanya cuma membalas singkat saja.
setelah lama ngobrol akhirnya kami berpamitan pulang .
"udah malam nih om kami mau pulang dulu" kata aurel sambil bergegas berdiri.
"oh ya sudah ...jangan lupa bawa barangnya nak faiz" kata bos kepada gua.
"baik om " jawab gua sambil mengangkat kardus tersebut.
"kalau gitu kami pulang dulu ya om...tante" kata aurel
"iya hati-hati pulangnya..... Vani anterin mereka kedepan " tambah om bambang.
"iya pa" jawab stevani seraya mengantar kami keluar.
di depan pintu.
"kak faiz jangan lupa besok ya " ucap stevani .
"oh iya dek" jawab gua singkat dan berjalan ke luar .
aurel sempat menyapa pak retno satpam disana dan kemudian langsung pulang.
kami langsung menuju ke restoran ,sesampainya di restoran jam sudah menunjjukkan pukul 11 malam. karna disana masih ada buk Nia menejer kami yang menunggu jadi kami memberikan barangnya ke buk Nia.
"rel kamu pulangnya naik apa?" tanya gua ke aurel.
"ya jalan kaki iz biasanya sih bareng risma " balas aurel.
"yaudah kalau gitu gua anterin loe pulang sudah.... sekarang sudah malam soalnya" ajak gua.
"kalau gitu maaksih iz " balas aurel.
gua nganterin aurel pulang kerumanhnya .rumah aurel tidak begitu jauh dari restoran cuma berjarak 15 menit naik sepeda motor .
__ADS_1
sesampainya di rumah aurel gua pun langsung pulang kerumah.
karna rumah aurel yang berlawanan arah dengan rumah... jadi gua pulangnya kemalaman sampai di rumah jam 12 malem lebih.