
pagi ini kepala gua terasa pusing seperti mau pecah.
semua yang gua lihat seakan-akan bergoyang, ibarat gua lagi di atas perahu yang sedang di hantam ombak.
karna hal itu gua memutuskan untuk tidak kuliah hari ini dan memilih diam di dalam kamar untuk beristirahat.
tok...tokk...tokkk...
ibu membuka pintu kamar gua yang memang tidak gua kunci.
"iz kamu masih gak enak badan sekarang?" tanya ibuk yang menghampiri gua.
"iya buk mungkin lagi demam sekarang!" balas gua
"yaudah kamu istirahat saja sekarang ibuk nanti mau telfon nak daniel biar dia ngasih tahu kalau hari ini kamu gak masuk kuliah" ucap ibuk.
"iya buk"
ibuk kemudian keluar dari kamar untuk menelfon daniel yang mungkin kuliah hari ini.
gua yang masih tiduran di kasur hanya melihat sekeliling kamar saja, karna gak tau mau ngapain lagi.
gua lihat layar hp ada beberapa pesan masuk namun tetap gua diamkan, soalnya gua masih malas untuk membaca atau membalasnya.
tak lama kemudian ibuk masuk ke kamar gua lagi dengan membawa sarapan juga obat.
"iz ini dimakan ya.... terus jangan lupa obatnya diminum." ucap ibuk perhatian.
"iya buk makasih"
"yaudah ibuk taruh disini ya iz.....soalnya ibuk mau berangkat kerja "
ibuk menaruh sarapan di meja dekat kasur gua kemudian langsung keluar dari kamar.
gua mencoba duduk untuk segera memakannya dan setelah itu tidur kembali.
waktu berlalu saat gua tidur dan tak terasa hari sudah mulai siang. gua lihat jam di hp disana tertera pukul 1 siang melihat itu gua bangkit dari tempat tidur dan menggerakkan badan yang sudah terasa lebih mendingan.
tingtong.....tingtong....
suara bel terdengar sampai kamar. gua yang sudah mendingan langsung menuju ke pintu rumah karna sekarang cuma ada gua saja.
gua buka pintu rumah memastikan siapa yang datang.
"iya tunggu sebentar" ucap gua sambil membuka pintu rumah.
"loh vani kok ada disini?" ucap gua saat membuka pintu dan disana gua dapati stevani yang datang menemui gua.
"kata tante mas sakit jadinya vani kesini" balas stevani.
"udah mendingan kok van.....yaudah masuk dulu..." ajak gua ke stevani.
stevani mengikuti gua yang sedang menuju ke kamar.
"ngapain ikut gua van? tunggu di ruang tamu sudah..." ucap gua di depqn pintu kamar.
__ADS_1
"udahlah mas jangan di ruang tamu.... lebih baik di kamarnya mas saja soalnya sekarang mas lagi gak enak badan jadi istirahar aja disana" balas stevani perhatian.
"hemmmmzz yaudah kalau gitu" balas gua.
kemudian gua masuk ke kamar gua dan duduk di kasur.
stevani melihat seisi kamar gua dengan tatapan ingin tau.
"duduk dulu van biar mas bikinin minum"
"udah biar vani aja sendiri yang buat mas....mas faiz tiduran aja sudah" balas stevani.
"emang vani tau dimana dapurnya?" tanya gua.
"gak tau sih mas....emang sebelah mana?"
gua memberi tau letak dapur di rumah ini ke stevani yang langsung di ikuti dengan anggukan paham dirinya. setelah itu stevani langsung keluar dari kamar untuk segera pergi ke dapur.
karna stevani sudah keluar dari kamar ,gua membaringkan badan gua kembali ke kasur.
gua berfikir mungkin stevani baru pertama kali masuk ke kamar cowok soalnya dia dengan teliti melihat seisi kamar gua tadi, meskipun kamar gua agak berantakan tapi dia tetep gak komplain sama sekali.
tak lama kemudian stevani masuk lagi ke kamar gua sambil membawa 2 cangkir teh di tangannya.
"ini mas vani buatin juga buat mas" ucap stevani sambil menaruh teh tersebut di atas meja.
"makasih van" balas gua.
"oh iya mas udah makan belum ?" tanya stevani penasaran.
"ehh bukan tadi pagi mas tapi barusan!" tegas stevani.
"iya belum kalau barusan van...."
"yaudah ini aku sudah buatin mas bubur saat mau kesini jadi makan ya mas" ucap stevani sambil mengeluarkan kotak makanan dari dalam tasnya.
"aduh maaf ya van ngerepotin ....."
"udah gak apa-apa mas jangan di fikirin"
"yaudah mana van biar gua makan dulu.."
"gak mau aku suapin mas?" tanya stevani dengan memasang senyuman di wajahnya.
"gak usah van ....lagian mas bisa makan sendiri kok" balas gua sambil mengambil kotak makanan yang di bawanya itu.
stevani memperhatikan gua makan dengan penuh rasa perhatian sesekali juga stevani menanyakan rasa masakannya itu. yang langsung gua jawab kalau masakannya enak gak ada kurangnya sama sekali.
selesai makan gua menaruh kotak bekal itu di samping meja dan di ikuti stevani yang mengambilkan gua minuman.
mungkin enak ya punya seseorang yang perhatian seperti stevani ini, meski sikap dia masih manja sih saat bersama gua pikir gua.
"mas tidur lagi deh biar stevani temenin" ucap stevani.
"hemmmzz yaudah van kalau gitu gua tidur dulu ya" balas gua sambil membaringkan badan kembali.
__ADS_1
saat gua memejamkan mata stevani ikut naik ke kasur dan tidur di samping gua.
"ehh jangan tidur disini van nanti ketularan loh" ucap gua sambil melihat ke arah stevani.
"gak bakalan kok mas lagian vani juga udah bilang kalau mau nemenin mas tidur"
"ya tak kira...." sebelum selesai ngomong stevani sudah menaruh jarinya di mulut gua.
"udah mas jangan banyak bicara lagi sekarang mas tidur sudah !" ucap stevani.
gak tau kenapa gua mengikuti ucapan stevani tersebut dan langsung memejamkan mata gua kembali.
gua menghadap membelakangi stevani karna bakalan sulit gua untuk tidur karna melihat wajahnya itu.
agak lama kemudian gua pun mulai tertidur karna pengaruh obat demam yang tadi....
----next time-----
gua bangun dari tidur gua dengan keadaan sembuh total dan mencari stevani yang tadi menemani gua disini.
gua melihat ke seluruh kamar namun tak ada stevani di sana.
kemudian gua bergegas mencarinya di luar kamar mungkin dia sekarang ada di ruang tamu pikir gua.
"iz udah sembuh?" tanya ibuk yang melihat gua berjalan ke ruang tamu.
"udah kok buk...."
"oh iya liat stevani gak buk?" tanya gua ke ibuk yang mungkin tau dimana stevani sekarang.
"aduh iz ini udah jam berapa? kalau tanya stevani udah pulang dari tadi sore." jelas ibuk ke gua.
gua melihat ke arah jam dinding di ruang tamu disana menunjukkan pukul 8 malam.
"ehhh...." ucap gua kaget.
"udah ayo makan dulu kalau udah sehat iz..." ajak ibuk
"yaudah kalau gitu buk" balas gua.
gua mengikuti perintah ibuk dan langsung menuju ke ruang makan disana ibuk masih menyiapkan makan malam untuk gua ini ya mingkin ibuk udah makan duluan tadi.
"tumben ibuk pulang cepet ?" tanya gua ke ibuk.
"mau gimana lagi iz ibuk khawatir sama kamu jadinya ibuk pulang cepat" jelas ibuk.
"ehhh ngerepotin donk padahal udah gede ini faiz buk" balas gua.
"udah jangan gitu sebagai orang tua udah wajar gitu iz mau anaknya masih kecil ataupun udah besar tetap saja ada rasa khawatir tersendiri buat kami"
mendengar ucapan ibuk gua pun merasa tenang karna tidak menjadi masalah buat ibuk.
ibuk menemani gua makan sambil bercerita tentang stevani ,ibuk mengatakan kalau stevani memperlakukan gua dengan baik saat gua tidur tadi, dan juga dia membantu ibuk beresin rumah sama masak.
mendengar itu gua merasa senang karna memiliki seseorang yang sangat peduli ke gua.
__ADS_1