Kenapa Harus Ada Cinta

Kenapa Harus Ada Cinta
Keakraban


__ADS_3

Sesampainya dirumah.


"eh Nil besok gua berangkat sendiri soalnya mau beli sesuatu dulu di tempat biasa" kata gua sembari melepas helm.


"oh ok sudah...emang mau beli apa Iz?" tanya daniel.


"gua mau beli tas baru nil jadi langsung ketemuan di kampus aja ok" jawab gua .


"ok sudah" jawab daniel singkat.


daniel pun langaung tancap gas pulang kerumahnya dan gua langsung masuk rumah.


krekkk...


"oh udah pulang iz ?" tanyak ibuk yang sedang nyiapin makan malam di rumah.


"iya buk ini baru nyampek" jawab gua.


"sana kamu mandi dulu habis itu makan malem bareng" kata ibuk sambil meneruskan masakannya.


"iya buk" jawab gua sambil menuju ke kamar.


selesai mandi gua langsung ke meja makan disana sudah ada ibuk yang sedang menunggu gua utuk makan bersama.


"ayah gak pulang lagi buk" tanya gua sambil mengambil nasi.


"iya iz ayahmu kan tugas di luar kota sekarang jadi jarang pulang sudah" jawab ibuk.


"oh kapan kira-kira pulangnya?" tanya gua lagi.


"ya mungkin bulan depan iz " jawab ibu singkat.


"hemmzz " gumam gua.


"kamu gimana kuliahnya ?" tanya ibuk.


"ya seperti biasa buk" jawab gua


"syukur wes kalo gitu iz.." ucap ibuk lega.


"oh iya besok faiz minta uang beli tas buk" pinta gua ke ibuk.


"iya besok pagi ibuk taruh di meja telfon uangnya" jawab ibu.


setelah makan malam selesai gua langsung menuju kamar untuk tidur.


keesokan harinya seperti biasa gua bangun jam 06:00 Wib. dan langsung bergegas ke kamar mandi kulihat luka di tangan kiri terasa agak nyeri, mungkin sebentar lagi akan mengering .


selesai mandi gua langsung sarapan dan berrgegas pergi ke pusat pembelanjaan untuk membeli tas.


jam menunjukkan 07:00 masih ada waktu dua jam untuk pergi kekampus jadi gua santai saja saat ke pusat pembelanjaan,


saat melintasi gang di mana tempat itu adalah tempat saat gua ngejar rampok sekaligus gua langsung teringat saat - saat April menangis membuat perasaan di hati kecilku terdiam.


gua gak ngerti kenapa seperti itu..... namun perasaan ini selalu sesak saat mengingat april menangis.

__ADS_1


gua lanjut mencari tas di tengah keramaian pusat pembelanjaan di pagi hari ini dan tidak disangka ada yang manggil gua dari belakang.


"hey iz" suara itu mendekat, dan gua langsung menoleh ke asal suara tersebut, "loh kok loe pril" jawab gua sepontan."hehehe iya nih iz . ngomong-ngomong kamu lagi ngapain ? tumben liat kamu pagi-pagi di Mall gini?" tanya april.


"ini gua lagi nyarik tas pril soalnya tas lama gua udah jelek" kata gua sambil menunjukkan tas lama gua.


"owalah... kamu bareng sama siapa disini?" tanya april.


"sendiri pril gak enak kalo ngerepotin si daniel terus gua" jawab gua .


"kalian kan seperti lubang idung ini biasanya kok jarang-jarang kejadian seperti ini" sambut gurauan april.


"yaelah gua manusia pril jangan samain sama lubang idung" jawab gua sambil senyum.


"loe sendiri ngapain disini pril" tanya gua.


"kalau saya mau beli buku sama isi pensil iz" jawab april.


" oh kalau gitu ayo bareng aja belinya" ajak gua sepontan.


"ok wes" jawab april.


gua dan April menyusuri setiap toko untuk membeli keperluan kami masing-masing, disana kami bercanda,tertawa seperti gak pernah ada masalah di antara kita. gua pun juga gak terlalu mikir yang telah terjadi soalnya gak penting juga di ingetin terus. banyak toko yang sudah kami datengin, gua juga sudah dapet tas baru gua dan April juga udah dapetin yang dia mau beli akhirnya kami mutusin untuk langsung bergegas menuju ke kampus.


Di perjalanan ke kampus kami berdua sudah mulai akrab satu sama lain menanyakan banyak hal dan juga bercerita banyak hal. mungkin gua udah menerima april sebagai salah satu teman gua, walau pun mungkin ini semua karna gua selalu teringat saat April menangis di waktu itu.


"eh iz aku mau bilang makasih sama kamu pas nolongin aku saat di rampok itu" kata april sambil menunduk.


"udah gak usah dipikirin pril gua nolong juga ikhlas kok jadi gak usah bilang makasih lagi" jawab gua.


"ya gua bukan tipe orang yang mikir panjang pril .singkatnya yang udah terjadi biarin aja sudah gitu loe jangan terlalu banyak mikir wes pril no problem kok buat gua" jawab gua


"meski gitu tanganmu sampek luka gitu gara-gara nolongin aku, aku yang gak enak sendiri iz,sebisa mungkin aku mau balas budi ke kamu iz"


"kalo emang loe mau bales budi , gua mau loe jangan ngungkit-ngungkit itu lagi pril yang penting kamu gak kenapa-napa waktu itu, semua itu udah cukup sebagai balas budimu pril, dan juga gua bersyukur pas waktu itu ada gua karna kejadian itu yang bikin kita mulai akrab satu sama lain" kata gua sambil senyum.


"hemmzz ..." jawab april.


"udah wes ganti topik aja dulu biar gak canggung gini suasananya" saran gua .


kami pun terus berjalan menuju kampus ,tidak gua sangka gua bisa akrab sama April karna pas waktu pertama ketemu gua liat April kayak orang yang keras dan suka marah. mungkin alasan itu yang membuat gua berfikir kalo April ini orang yang bar-bar .Tapi saat setelah itu gua juga berfikir bahwa meskipun suka marah ,dia juga seorang perempuan yang lemah,yang bisa sedih dan menangis.


jam 08:45 kami berdua sampai di kampus. tidak terasa bahwa gua menikmati saat-saat berjalan berdua sama April gua baru sadar saat gua dan April berpisah di depan gerbang kampus, gua merasa ingin bersama April namun gua abaikan rasa ingin tersebut karna gua tidak mau ada masalah. Kalo di inget lagi waktu bejalan sama april dia cantik, baik ,ramah,enak di ajak ngobrol pokoknya ingin terus bareng dia gitu rasanya.


ditengah lamunan gua ada seseorang yang mangil- manggil gua .


"woy iz ....."suara yang gua kenal banget gak lain dan nggak bukan suara Daniel yang manggil gua"


"hey iz baru nyampek loe" tanya Daniel .


"hahaha iya nih Nil.loe sendiri gimana udah dari tadi" tanya gua balik


"yah gitu wes iz" jawab daniel


"ayok wes ke aula udah mau mulai mungkin hari terakhir OSPEKnya" ajak gua sembari berjalan menuju aula kampus.

__ADS_1


seperti biasa sambutan yang membosankan ilir berganti membuat gua ingin segera pergi keluar namun gua paksain karna hari ini adalah hari terakhir OSPEK.setelah agak lama kami pun disuruh memasuki kelas masing -masing gua dan daniel masuk jurusan Teknik Jaringan Komputer karna gak ada jurusan yang lebih asik dari pada membuat sofware menurut gua. "eh nil Miya masuk jurusan apa?" tanya gua ke daniel.


"miya masuk jurusan sastra inggris kalo gak salah iz" jawab daniel.


"owalah...." jawab gua singkat dan langsung masuk ke kelas tanpa bertanya april masuk jurusan apa, karna menurut gua april juga mengambil jurusan yang sama seperti Miya.


Saat masuk kekelas gua kaget kok ada April disini dan gua keluar lagi dan liat nama kelas di depan pintu takutnya gua yang salah masuk .ternyata emang bener disini kelas TJK (Teknik Jaringan Komputer) dan gua langsung menuju ke april dan bertanya untuk memastikan.


"pril loe ambil jurusan ini juga?" tanya gua memastikan.


"iya iz....lagian saya pernah bilang ini ke daniel kalo saya masuk jurusan yang sama" jawab April.


sepontan gua liat daniel dan dia mengangguk me iyakan yang tadi gua tanyakan. dalam hati gua senang karna bisa bersama April .namun gua cobak untuk tenang karna ada daniel disini kalo tidak ya bakalan jadi bahan olokan danil pas pulang. cie cie yang lagi seneng....pasti gitu dah jadinya nanti.


kami bertiga duduk bareng april depan gua dan daniel depannya april .


sesaat kemudian dosen masuk kelas dan mulai perkenalan satu sama lain.


jam menunjukkan jam 14:55 pertanda kuliah hari ini sudah selesai .dosen pergi meninggalkan kelas dan kami pun bergegas keluar juga.


"eh Pril ayok ikut ke cafe " ajak daniel tiba-tiba.


"hem ok wes aku ikut tapi jam 4 sore aku mau langsung pulang gimana?" kata april


"ok gak apa-apa" jawab daniel sambil mengacungkan jempol.


kami bertiga pun langsung ke cafe terdekat dan memesan secangkir kopi.


"duduk sebelah sana yok" ajak daniel.


"ok" jawab kami berdua sambil mengikuti daniel dari belakang.


seperti biasa daniel ngobrol panjang lebar dengan april dan gua hanya jadi penonton saja, namun gua gak terlalu peduli mau ngobrolin tentang apa mereka karna menurut gua itu gak penting.sesekali gua di ajak ngobrol bareng namun ku jawab dengan senyum saja.


waktu terus berputar dan secangkir kopi gua sudah habis gua minum dan gua ambil hp gua lihat jam sudah 15:45 menujjukkan bahwa sudah satu jam lebih kami disini.


"aku pulang dulu ya udah mau jam 4 sore nih Nil,Iz" kata april sambil bergegas.


"mau gua anterin pril" tanya daniel.


"gak usah wes " jawab april seraya pergi .


gua pandangi april yang berjalan pergi dan hilang di kerumunan orang .


"mungkin April bisa jadi temen kita juga iz" kata daniel tiba-tiba..


"ya mungkin saja" jawab gua singkat.


"ayok wes kita pulang juga Nil" ajak gua


"ok ok gua bayar dulu kopinya" jawab daniel.


dan kami pun bergegas untuk pulang.


sesampai dirumah gua langsung mandi agar cepet bisa tidur.kulihat di rumah tidak ada orang mungkin ibuk masih belom pulang kerja sedangkan ayah masih lama yang mau pulang. melihat itu gua langsung ke kamar dan mulai tidur.

__ADS_1


__ADS_2