
suasana yang tadinya tenang menjadi gaduh saat mendengar bahwa april tidak ada di toilet juga kamarnya.
kami semua mencari keseluruh vila untuk memastikan kalau april benar-benar tidak ada disana.
gua mencari ke setiap sudut ruangan namun tak bisa gua temukan april berada dimana.
adik april lila datang ke gua dengan raut wajah marah.
"ini semua gara-gara kakak!" ucap lila ke gua.
"emang apa salah gua dek?" tanya gua memastikan.
"salah kamu yang tak bisa mengerti perasaan mbak!" ucap lila yang kemudian langsung pergi.
gua yang mendengar itu spontan kaget. kok bisa ? lawong gua gak pernah bikin april marah? apanya yang gak ngerti perasaannya? gua sudah selalu mencoba membuat dia nyaman saat bersama gua! terus kenapa dia bilang tidak mengerti perasaan april? kenapa cobak?
bingung memahami maksud dari adiknya april gua pun dan yang lain mencoba mencari keluar.
"kita bagi grup miya,stevani,sama adiknya april jadi satu grup karna cewek semua dan cari sebelah kanan sana!. gua cari di depan. terus loe iz cari di belakang vila !" printah danil sambil memberikan senter ke kami semua.
"yaudah kita pencar sekarang!" ucap danil yang sudah bergegas mencari.
stevani dan yang lainnya menuju ke arah kanan vila .
sedangkan gua mengikuti perintah daniel untuk mencari di belakang vila siapa tau aja april disana.
malam semakin gelap gua melihat jam di hp menunjukkan pukul 10 malam.
cahaya bulan yang tadinya menyinari kini mulai tertutup awan.
pikiran gua kacau...
gua takut terjadi apa-apa sama april. karna kata adiknya ini semua terjadi karna salah gua.
gua harus bisa menemukan april dan membawanya dengan selamat sampai ke vila lagi. mau gimana pun kalau ini memeng salah gua ya gua harus bisa bertanggung jawab penuh. tekat gua dalam hati.
senter terus saja gua arahkan ke berbagai arah namun tak terlihat tanda-tanda adanya april disana.
__ADS_1
gua terus berjalan ke belakang vila meski gelap tak ada yang membuat gua takut....yang gua takutkan hanya satu takut tidak bisa menemukan april.
gua langkahkan terus kaki ini dan sampai di sebuah sungai yang tadi sempat gua lihat.
kemudian gua teringat ke sebuah tempat di ujung sungai tersebut, gua langsung berlari menyusuri hilir sungai itu dengan satu-satunya harapan april ada disana.
semak-semak menghalangi jalan gua namun gua tetap menerobosnya tanpa henti gua terus melangkah hingga sampai di tempat itu.
sampai di tempat itu gua melihat bayangan yang sedang berjongkok menghadap ke arah danau .
bulan mulai menampakkan dirinya lagi dan sinarnya menembus kegelapan .
meskipun cuma sebatas cahaya remang-remang namun gua dapat melihat sosok april yang ternyata ada disana.
gua mematikan senter dan berjalan ke arah april.
"kenapa loe disini pril?" tanya gua lembut.
april menoleh ke arah gua dengan air mata yang mengalir di pipinya.
melihat itu gua pun langsung duduk di sampingnya.
april menolaknya dengan menarik tangannya sendiri sambil berkata.
"jangan perduliin aku ,kamu pergi sekarang sudah iz sana pergi." ucap april.
gua yang mendengar itu cuma bisa melihat dia.
"pril kalau loe ada masalah seenggaknya cerita ke gua" ucap gua untuk menenangkan april.
april langsung berdiri saat gua mengatakan itu dan langsung membalas.
"cerita ke kamu iz???? udah terlambat..... udah terlambat..... gua gak bisa ngelakuin itu....." ucap april yang terus menangis.
tangisan april membuat gua spontan memeluknya.
"gak ada kata terlambat pril ngomong ke gua apa masalah loe sekarang" .
__ADS_1
dalam isak tangisnya april berbicara pelan dengan segumpalan emosi yang di keluarkannya.
"gak mungkin aku cerita ke kamu iz tentang apa yang gua rasakan....meskipun aku sekarang mengatakannya gak mungkin keadaan akan berubah......... karna sudah terlambat" ucap april yang berada dalam pelukan gua.
bulan terus memandangi kami seakan-akan menjadi lampu sorot di saat drama di mulai.
gua terus memeluk april yang menangis itu tanpa berkata lagi karna gua merasa diam adalah yang terbaik untuk sekarang.
perlahan april mulai tenang dan air matanya sudah mulai terhenti.
gua melepas pelukan gua dan langsung mengusap air mata april dengan tangan sambil melihat wajahnya .
"iz aku punya permintaan" ucap april tak lama kemudian.
"iya pril katakan sudah" balas gua penuh perhatian.
"aku mau kamu meluk aku lagi" pinta april.
mendengar itu gua memeluknya lagi seperti yang tadi, dan april juga ikut memeluk gua dengan hangat.
agak lama kemudian gua melepas pelukan gua namun tangan april masing memeluk tubuh gua.
"iz sebentar lagi, aku ingi melakukan ini!............ karna setelah ini aku ingin kembali membuat lembaran baru......" ucap april yang sambil mempererat pelukannya itu.
gua kembali memeluknya walaupun gua tidak mengerti apa yang di katakan april barusan.
setelah lama akhirnya april melepas pelukannya begitupun dengan gua.
"ayo iz kuta kembali ke vila" ajak april yang sudah tenang itu.
kami berdua kembali menyusuri hilir sungai agar bisa sampai di vila .tak lupa gua memegang tangannya karna april tidak membawa senter dan hanya bermodal lampu dari layar hpnya. gua terus memegang tangan april agar bisa gua pastikan april tidak jauh dari gua dan bisa gua bawa kembali lagi ke vila dengan selamat.
sampai di vila gua menghubungi daniel dan yang lain agar kembali lagi ke vila soalnya april sudah gua temukan.
lila yang baru datang langsung menangis di pelukan mbaknya karna khawatir dengan mbaknya itu.
kami semua tidak menanyakan alasan kenapa april pergi dari vila karna untuk saat ini bukan waktu yang pas. kita hanya perlu bersyukur kalau april baik-baik saja untuk sekarang ini.
__ADS_1
setelah kejadian itu kami semua bergegas tidur karna besok adalah hari terakhir liburan di vila ini dan juga besok pagi kita akan pergi ke suatu tempat yang kata orang-orang sini sebagai tempat yang wajib di datangi saat kesini yaitu puncak T80 dimana dari sana kita bisa melihat matahari terbit langsung dengan kabut awan yang menutupi sebagian lembah disana.
jam 4 pagi kami semua sudah bangun untuk segera menuju kesana,segala peralatan untuk kesana sudah kami kemas rapi dalam tas tak lupa juga jaket dan mantel karna udara pagi hari sangat dingin sisini katanya kalau kita menaruh segelas air si luar maka 5-10 menit kemudian akan berubah menjadi es.