
gua terus memandang ke arah jam dinding yang berada di atas papan sambil berharap waktu cepat berlalu.
semakin gua berharap semakin lambat rasanya waktu berjalan. detik demi detik menit demi menit masih gua perhatikan tanpa menoleh ke arah lainnya.
terdengar gelak tawa mahasiswa yang sedang bergurau bersama temannya yang membuat gua semakin jengkel karna ulah mereka.
gua kembali melihat april dan daniel yang berada di depan gua dengan tatapan bosan.
-kalian berdua enak ya bisa mesra-mesraan gak mikir gua yang lagi bosan ini apa?- ucap gua dalam hati.
sambil memejamkan mata, gua menghela nafas panjang.
dari pada gua gini terus akhirnya gua memutuskan untuk tidur di kelas lagian gak ada dosen yang masuk hari ini jadi gak apa-apakan tidur sekali-kali.
tak butuh waktu lama akhirnya gua pun tertidur di sana.
-next time-
"eh iz bangun woy....bangun.... udah waktunya pulang ini..."
terdengar suara daniel yang mencoba membangunkan gua.
perlahan gua mulai membuka mata karna mendengar suara daniel itu.
"ayo iz kita pulang udah jam 2 sekarang" tambah daniel sambil menarik tangan gua.
"hemmmzzz iya iya ayo ....." balas gua lesu.
daniel terus bersama gua di kala itu karna gua masih separuh sadar.
gua melihat ke arah sahabat gua itu sambil bersyukur dalam hati karna daniel masih peduli ke gua meski sudah pacaran sama april.
"april kemana nil?" tanya gua.
"april lagi ke kelasnya miya mau ngomong sesuatu soalnya"
"oh gitu...."
"emang kenapa iz?" tanya daniel.
"ya gak apa-apa cuma nanyak doank kok!" balas gua
kami berjalan menuju ke tempat parkir kampus bersama-sama sambil sesekali mengobrol tentang hubungan mereka yang semakin baik.
gua membalasnya dengan senyuman karna kebahagiaannya juga termasuk kebahagiaan buat gua juga.
"iz kalau loe mau pulang duluan gak apa-apa, soalnya gua masih mau nunggu april" ucap daniel setibanya di tempat parkir kampus.
"ya udah kalau gitu gua pulang duluan Nil "
gua mengambil motor dan langsung meninggalkan daniel disana.
sesampainya dirumah gua langsung tiduran di sofa ruang tengah.
__ADS_1
rasanya malas yang mau ke tempat kerja gak tau kenapa alasannya. mungkin paling karna gua tadi tidur di kelas jadinya sekarang males yang mau gerak ,pikir gua.
jam tiga lebih gua bergegas mandi untuk mengembalikan kesegaran tubuh gua yang hilang karna tidur pas di kelas.
selesai mandi gua pun langsung menuju ke tempat kerja seperti biasa.
Di restoran.
selama gua kerja di sini mungkin cuma hari ini gua melihat para karyawan lain banyak yang gak masuk kerja. roni dan risma ngurus kuliah mereka sedangkan aurel ijin karna sakit. yang ada hari ini haya gua,april,bak rina dan pak rudi.
kami kebingungan karna banyaknya karyawan yang tidak masuk hari ini samapi-sampai buk nia berinisiatif menutup restoran lebih awal.
disaat kami sedang rapat darurat stevani datang ke restoran.
"eh ada apa? kok kalian kebingungan gitu?" tanya stevani yang menghampiri rapat darurat kami.
"van bisa bantu restoran gak? soalnya 3 karyawan gak masuk sekarang!" tanya buk nia
"ehhh..... bantu apa buk?" tanya stevani ke buk nia.
"ya bagian waiters van. ibuk jaga kasir terus rina bantu bagian dapur. april sama faiz tetep seperti biasa! gimana van bisa?"
"yaudah wes buk lagian disini restoran aku juga jadi wajar saja kalau aku juga ikut bantu" balas stevani semangat.
"yaudah kamu ambil baju di ruangan saya van ...abis itu ikut kerja bareng yang lain ya.....kalau ada yang gak tau tanya aja ke faiz.."
"siap buk!" balas stevani sambil berjalan mengikuti buk nia.
beberapa lama kemudian stevani selesai ganti pakaian dan menemui gua yang saat itu bersama april.
"hemmmzz cocok kok van ...malahan tambah imut kalau rambutnya di iket!" balas gua.
"ehhhh masa tah mas ?"
"iya ngapain mas boong!"
gua sempet melirik april yang ada di samping gua dan terlihat dia agak kesel karna kedekatan kami berdua.
-huhuhuy akhirnya loe tau pril gak enaknya lihat orang lagi mesra-mesraan dan loe cuma liatin doank- ucap gua dalam hati.
entah kenapa gua seneng rasanya bisa ngerjain april kaya' gini...mungkin karna pas di kampus itu paling.
"kalau kaya' gini gimana mas?" tanya stevani yang menunjukkan model kepang kuda rambutnya itu.
"lah... kalau gini tambah imut van.... gemes lihatnya....!" puji gua ke stevani.
"emmmZ makasih mas" balas stevani.
"sama-sama kok van" ucap gua sambil mengelus kepala stevani.
"ehemmmmzz ehemmzzz ayo udah mulai kerja " tegur april yang terlihat kesal.
gua yang melihat reaksi april itu malah tambah seneng karna bisa ngerjain april sampek seperti itu.
__ADS_1
jujur gua mau ketawa namun gua tahan karna takutnya besok pas di kampus di kerjain balik oleh april.
setelah itu kami kembali bekerja melayani pelanggan yang datang, dan sesekali juga stevani tanya ke gua tentang pekerjaan yang harus dia kerjakan.
lama bekerja akhirnya kami masuk ke jam istirahat khusus hari ini kami istirahat satu persatu, dimulai dari april ,setelah itu gua.
di ruangan istirahat gua senyum-senyum sendiri dan sesekali tertawa kecil kaena inget ekspresi april yang tadi itu.
"habis ini mau gimana lagi ya?" ucap gua sambil memikirkan langkah selanjutnya buat ngerjain april.
berbagai hal sudah gua pikirkan dan akhirnya gua mutusin agar memilih yang sekiranya tidak terlalu membuat april marah karna ya kasian juga so dia jugakan temen gua.
tok..tok...tok..
"mas gantian sudah ...sekarang aku yang mau istirahata" suara stevani dari luar pintu .
"oh iya van....gua keluar sudah" balas gua sambil membuka pintu.
"mas nanti anterin pulang ya..." ucap stevani.
"iya gampang .....sekarang vani istirahat dulu ....besok kan ada try out biar gak kecapek.an"
"iya mas "
gua pergi meninggalkan stevani di ruang staf dan menuju ruangan utama untuk kembali bekerja.
di sana pelanggan sudah banyak yang pulang karna selesai makan atau juga karna ada hal lainnya.
gua yang baru datang langsung bergegas mengambil piring dan gelas di meja pelanggan untuk membawanya ke dapur.
di tempat tunggu april sedang duduk kemudian gua juga ikut disana karna melihat pelanggan belum ada yang masuk ataupun pergi dari sana.
"iz kamu sengaja ya?" tanya april tiba-tiba.
karna mendengar pertanyaan itu gua kaget dan mulai bertanya untuk memastikan maksudnya apa.
"maksudnya ?"
"ya kamu sengajakan sok muji-muji stevani di depan aku...padahal aku tau kamu gak begitu orangnya iz!" jelas april.
"ehh masa tah pril?" balas gua sambil memasang wajah polos.
"udah ngaku aja iz..... aku emang tau kalau kamu sengaja tadi" bantah april lagi.
"gua gak tau apa-apa pril" gua kembali mengelak.
melihat april yang sudah mulai emosi, gua pun mencari cara agar bisa keluar dari masalah ini ... gua putar otak ini secara paksa dan melihat pelanggan yang baru masuk spontan gua beralasan.
"pril ada pelanggan gua mau nyamperin mereka dulu" ucap gua sambil berdiri.
april tidak menjawab dia hanya membalikkan wajahnya mungkin dia sangat kesal ya gara-gara itu .
tanpa menunggu balasan darinya gua pun langsung menuju ke pelanggan yang datang dan melayani mereka.
__ADS_1
mulai dari kejadian itu gua dan april gak lagi menyapa satu sama lain sampai jam pulang pun dia gak nyapa apa lagi ngajak gua ngobrol malahan dia menjauhi gua sepertinya.
buk nia sempat menyuruh gua buat langsung nganterin stevani tanpa harus bantu yang lainnya menutup restoran. karna gua udah janji mau nganterin stevani pulang jadinya gua meninggalkan restoran lebih cepat dari biasanya, dan langsung mengantarkan stevani pulang.