
cuaca cerah menerangi kota hari ini walaupun ada genangan air akibat hujan tadi malam, gua yang sudah pergi ke kampus karna tadi malam ada pesan dari Daniel untuk segera berangkat soalnya ada hal yang mau di bicarakan ke kami bertiga (gua,miya,april).
sampai di kampus jam 8 pagi dan di tempat biasa sudah ada daniel ,april dan juga miya yang menunggu gua.
gua menghampiri mereka setelah selesai memarkirkan sepeda motor di tempat parkir kampus.
"ehhh gua kelamaan ya datengnya?" sapq gua ke mereka.
"gak kok Iz kita baru nyampek juga kok" balas daniel.
"yaudah kalo gitu Nil ....."
"apa sih yang mau di bahas Nil?" tanya miya kemudian.
"oh itu ....masalah ke vila udah gua konfirmasi tempatnya di pegunungan kota sebelah, kuncinya udah gua pegang jadi minggu depan kita bisa langsung kesana" ucap daniel sambil memamerkan kunci vilanya.
"wahhh hebat kamu nil" puji miya.
"hehehe jadi berapa orang yang positif mau ikut?" tanya daniel.
"aku sendiri nil april tetep sama adeknya kalau kamu iz gimana?" tanya miya.
"gua juga sendiri kok" balas gua.
"eeehhh kok lu gitu iz ajak stevani juga sudah lawong ini juga ketepatan tanggal merah kok!" tambah daniel.
"stevani? siapanya faiz emangnya nil?" tanya miya penasaran.
"oh iya belom gua kasih tahu ya... stevani itu calon tunangannya faiz Miy.." jelas daniel.
"ehhhhhhhhh..... selamat kalau gitu Iz " ucap miya le gua.
"iya makasih....tapi gua masih belom setuju loh sama pertunangan ini" jelas gua ke miya.
"kok gitu iz?" tanya miya lagi.
"ya kan kapan hari itu cuma di kenalin doank gak ada bahas-bahas kapan pertunangannya ...juga gua gak bioang kalau iya apa enggak"
"lo jangan bilang gitu iz mau gimanapun dia udah calon tunangan loe jadi jangan ngomong gitu" tambah daniel ke gua.
__ADS_1
melihat daniel yang serius itu gua akhirnya diam dan meminta maaf ke dia karna omongan gua barusan itu.
"yaudah kalu gitu fixs 6 orang yang ikut ke vila .masalah kesana biar om gua yang nganterin" ucap daniel sambil menjelaskan lagi apa yang mau di bawa dan hal yang lain-lain.
kami mendengarkan daniel yang sedang berbicara masalah ke vila itu dan sesekali sambil bercanda, karna obrolan yang serius itu biasa membuat bosan.
sembari mendengarkan ocehan daniel gua merasa april memperhatikan gua tanpa sepengetahuan yang lain namun ketika gua menoleh april langsung memalingkan wajahnya ke arah daniel yang berada di samping gua.
karna gua penasaran jadi gua balik melihat ke arah april. ku lihat wajah april tidak seperti biasanya, ada sesuatu yang berbeda darinya, ku pandangi terus wajah april tanpa mendengarkan ocehan daniel dan gua melihat kalau hal berbeda itu ada di bagian bawah matanya yang terlihat lebam seperti sehabis menangis. tapi mungkin saja hanya perasaan gua saja yang bilang seperti itu. yaaaa kalau memang begitu pasti si daniel sudah sadar sedari tadi ,gak mungkin orang yang suka ke april tidak menyadari itu. jelas gua dalam hati dan kembali mendengarkan ocehan daniel.
"jadi minggu depan kumpulnya dirumah april jam 7 pagi ok" ucap daniel kemudian.
"ok ok " jawab kami beretiga.
"yaudah kita kekelas sekarang " ajak daniel yang bergegas pergi.
kami pun mengikuti ucapan daniel itu dan mulai pergi dari sana.
Dosen di setiap makul hari memberikan tugas ke kami karna ya wajar saja sudah mau libur semester soalnya.
banyak dari kami para mahasiswa yang mengeluh karna banyaknya tugas yang di berikan oleh setiap dosen namun keluhan kami tak begitu berguna karna dosen selalu benar.
pulang kuliah seperti biasa daniel mengantarkan april ke tempat kerja. khusus hari ini gua pun ikut bersama mereka karna di perjalan masih ada beberapa hal yang mau di bahas tentang masalah rencana ke vila ini.
di dalam restoran sudah ada stevani yang mungkin nunggu gua datang. melihat gua datang stevani langsung menuju ke arah gua.
"udah lama disini dek?" tanya gua .
"iya kak aku kan pulangnya jam 2 siang jadi udah 2 jam disini" balas stevani.
"yaudah gua mau ganti baju dulu deg nanti ada yang mau gua omongin ke adek jadi tunggu bentar wes" ucap gua sembari bergegas ke ruang staf.
kalian mungkin bertanya kenapa sikap gua mulai lebih lembut ke stevani sekarang?.
yah karna gua ingin mengikuti saran dari daniel agar lebih mengenal stevani terlebih dahulu. dan sebagai cara agar gua bisa mengenal yang namanya cinta.
selesai ganti baju gua menemui stevani yang ada di ruang utama.
"kak mau ngomongin apa?" tanya stevani yang melihat gua datang menghampirinya.
__ADS_1
"minggu depan kamu liburkan dek?"
"iya libur tiga hari kak karna tanggal merah"
"bagus dah..... kalau gitu mau ikut gak ke vila bareng gua?" tanya gua ke stevani.
"ehhh ayok kak kalau bareng kakak stevani mau mau aja" jawab stevani dengan ekspresi senang.
"tapi nginep disana dek dua hari satu malam sama om di bolehin apa enggak?" tanya gua memastikan.
"ya jelas di bolehin kak apa lagi bareng kakak jadi pasti di bolehin kok"
mendengar jawaban dari stevani itu gua kemudian menjelaskan tujuan kita kemana, bareng siapa saja kesana, dan kapan pulangnya. stevani mendengarkannya dengan seksama dan tak terlihat ragu sama sekali dari dirinya.
"kalau begitu nanti kakak jemput jam 6 dek soalnya jam 7 sudah kumpul di rumahnya april" ucap gua.
"ok kak" balas stevani.
"jangan lupa nanti ijin dulu ke om bambang biar gak jadi masalah ya dek"
"iya iya pasti kak"
setelah pembicaraan itu gua kembali bekerja seperti biasa walau sesekali menemui stevani agar tidak merasa kesepian saat disana.
restoran sudah mulai mau tutup dan stevani masih disana. gua pun bertanya karna sudah dari tadi gak ada om bambang yang jemput stevani.
"dek om bambang kemana kok gak kesini?" tanya gua.
"papa emang gak kesini kak"
"ehhh terus ngapain kamu kesini dek?"
"ya mau ketemu kakak aja"
"hemmmzz yasudah nanti kakak yang anterin pulang dek ...jadi tunggu bentar sudah " ucap gua yang langsung bergegas membantu menutup restoran dan bersih-bersih.
"ayo dek " ajak gua ke stevani yang masih duduk.
"iya kak ayo..." stevani langsung ikut gua ke tempat parkir di luar ,dan langsung boncengan di motor gua.
__ADS_1
kami pun langsung pergi meninggalkan restoran dan menuju ke rumah stevani.
sampai di rumah stevani gua langsung pamit pulang ke om bambang dan tante riani yang menunggu anaknya pulang. mereka mengajak untuk duduk dulu di dalam namun karna malam gua menolak dan langsung pamit pulang.