
kami berenam berjalan menuju ke lokasi dengan udara dingin yang menusuk tubuh, meski sudah memakai jaket dan syal udara dingin masih saja masuk ke badan.
tak butuh waktu lama untuk sampai ke lokasi tersebut, cuma butuh waktu 15 menitan kalau tidak salah ,warna hitam kebiruan mulai nampak di ufuk timur setibanyaq kami disana ,yang menandakan sebentar lagi akan tiba saatnya matahari menampakkan diri.
sambil menunggu kami menyiapkan tikar dan minuman hangat yang sudah kami bawa dari vila, dan kami duduk bersama disana untuk sekedar menunggu matahari terbit itu.
selang beberapa lama mentari mulai menyingsing keluar dari balik gunung. kami semua langsung berdiri dan melihat pemandangan tersebut.
sinar mentari pagi mulai menyapa kami. meski udara masih saja dingin namun tak menjadi masalah buat kami. karna pemandangan yang begitu indah yang disuguhkan itu.
terlihat dari sana awan-awan yang menutupi lembah seakan-akan kami berdiri di atas awan .
mentari terus beranjak pergi dari balik gunung seperti bersiap untuk menerangi dunia dan memberikan kehangatannya untuk semua orang hari ini.
tak ingin moment ini di lupakan kami berenam berfoto bersama dan ada juga yang sebatas selfi.
"kak ayok foto bareng" ajak stevanu ke gua dikala itu.
"iya ayo dek " balas gua.
stevani mengambil hp dari kantungnya dan mengangkat tangannya untuk bersiap selfi bersama.
gua mendekatkan badan gua ke arah stevani karna sudah menyalakan kamera.
ckrikk cekrikk... foto sudah diambil dan gua melihat hasilnya bersama stevani.
"iz mana gua yang fotoin kalian berdua" ucap daniel yang tiba-tiba ada di samping gua.
"ini kak daniel tolong fotoin ya....." ucap stevani sambil memberikan hpnya.
setelah itu stevani memeluk tangan gua sembari berpose gua yang gak mau kelihatan alay cuma berdiri seperti patung.
ckrikkk ckrikkk...
"kurang bagus iz....loe kaya' patung soalnya" ejek daniel ke gua.
"ehh iya tah?" tanya gua.
"iya cobak loe sedikit nundukin badan ke arah stevani biar gak kaya' patung!" saran daniel.
gua mengikuti saran daniel tanpa banyak bertanya karna daniel gak mungkin boong ke gua.
"ayo...satu......" daniel memberi aba-aba.
gua mulai menundukkan badan gua seperti yang disarankan daniel.
"dua......."
"ti..."
di hitungan sebelum sampai tiga. stevani mencium pipi gua dan crekkkk foto sudah di ambil.
"lahh ini baru foto yang bagus ......." ucap daniel sambil melihat ke layar hp stevani.
"liat kak liat kak....." ucap stevani sambil menuju ke arah daniel.
gua hanya diam karna sikap stevani itu gak mungkinlah gua marah-marah cuma karna begitu doank. lagian stevani calon tunangan gua jadi ya..... biar wes.....
selesai berfoto kami kemudian berkumpul di dekat tikar dan moment itu pun terjadi.....
__ADS_1
"pril bisa ikut gua bentar gak?" tanya daniel ke april yang sedang melihat foto di layar kamera.
"ehh ada apaan nil?" tanya april.
"udah ayo ikut...." ucap danil sambil menarik tangan april. dan daniel pergi berjalan menjauhi kami
"wah tercium bau-bau sesuatu nih " ucap miya sembari berjalan mengikuti mereka.
karna kami semua penasaran jadi kami memutuskan untuk mengikutinya juga dari belakang.
daniel membawa april ke dekat tepi jurang disana pemandangannya begitu indah gunung dan lembah terlihat hijau kehitaman dan awan-awan yang bergerak seperti ombak.
"pril gimana jawaban loe?" tanya daniel yang sambil memegang tangan april.
gua dan yang lainnya menyaksikan itu dari balik semak-semak dan pohon.
"ini dia....ini dia...." terdengar bisik miya yang kegirangan.
"emmmmmz " gumam april.
"kalau loe masih butuh waktu lagi gua siap nunggu pril" tambah daniel.
april kemudian menarik nafas pelan dan menjawab.
"gak usah nil akan gua jawab sekarang"
"terus apa jawaban loe pril?"
"baiklah aku terima nil" balas april.
kami yang mendengar itu serentak bersorak.... daniel yang senang menjadi grogi saat tau kalau kami semua sedang ngintip dia dari belakang.
"selamat ya kalian berdua.....untung gua lupa yang mau rekam tadi " ucap miya ke mereka.
"nil selamat ya...." ucap gua sambil memeluk sahabat gua itu karna senang.
walaupun gua merasa senang namun kenapa gua gak bisa ngucapin hal yang sama ke april? padahal april juga temen gua?
terasa sesuatu yang mengganjal dalam hati ini namun sulit untuk di katakan. namun gua mencoba untuk sebisa mungkin mendukung hubungan mereka agar bisa bahagia.
setelah itu kami semua bergegas kembali ke vila karna matahari sudah mulai tinggi.
di vila kami merayakan hubungan daniel dan april dengan acara makan-makan meski cuma makanan yang disediakan oleh istri penjaga vila ini sih.
"nanti PJ(pajak jadian) lagi saat sudah balik ke kota Nil" ucap miya ke daniel.
"iya gampang Miy nanti gua ajak kalian semua kok" balas daniel dengan senang hati.
kami mengobrol bersama setah makan sambil menunggu omnya daniel untuk jemput kami nanti siang.
gua melihat stevani seperti orang yang sedang bosan ya wajar karna sedari tadi yang dibahas masalah hubungan april dan daniel terus. karna gua merasa kasian ke stevani akhirnya gua berinisiatif mengajak stevani ke danau yang ada di belakang vila.
"dek ayo ikut....ada tempat yang mau gua tunjukin ke kamu...." ajak gua ke stevani.
"ayok kak" balas stevani dengan senyuman.
gua membawa stevani menuju danau karna menurut gua tempat itu cocok untuk menghialngkan rasa bosan.
"wahhhhh kak kok ada danau disini"ucap stevani senang.
__ADS_1
"iya dek kemaren gak sengaja nemu tempat ini" balas gua.
"ehh.....mumpung disini aku pengen tanya seauatu ke kakak?"
"mau tanya apa dek?"
"gimana perasaannya kakak ke stevani?"
mendengar itu gua pun langsung kaget.
"maksudnya deg?"
"apa kakak gak suka ke stevani? atau malah merasa gak nyaman saat bareng stevani?" tanya stevani.
"enggak kok deg kakak gak gitu malahan kakak nyaman saat sama adek" balas gua
"kalau gitu jangan panggil adek terus kak kita kan udah di jodohin panggil aku Vani aja biar terlihat lebih akrab"
"hemmm iya wes kakak cobak panggil adek vani aja nanti"
"yaudah kak kalau gitu aku manggil kak faiz mas ya?" tanya stevani senang.
"iya iya terserah sudah....."
"sebagai awal hubungan kita aku boleh minta sesuatu gak kak?"
"minta apa dek?"
"janji bakalan nepatin ya kak!"
"iya iya kakak janji...udah mau minta apa....?"
"aku minta kakak cium aku kalau emang kakak suka ke aku"
ucapan stevani sangat berat untuk gua lakukan karena alasan gua gak pernah mencium seseorang. namun karna janji gua pun harus melakukannya.
gua memegang bahu stevani dan mulai menundukkan kepala gua perlahan.
stevani melihat ke arah gua dan menutup matanya.
gua perlahan menempelkan bibir gua ke bibir stevani.
rasa lembut bibir stevani terasa sangat jelas sampai ke otak gua.
dengan perlahan gua mulai mengecup bibirnya itu dan stevani membalasnya juga.
sebagai seorang cowok sudah wajar kalau akan terbawa nafsu karna hal tersebut.
gua terus mengecup bibir stevani karna rasa lembut itu yang membuat gua ketagihan pikiran gua hanya ada stevani.sampai-sampai gua gak sadar kalau gua sudah memeluk erat tubuh stevani seakan-akan tidak mau melepasnya.
stevani memainkan lidahnya di mulut gua ...gua pun juga membalas dengan lidah gua. dan...
--awwwwwww--- suara stevani yang langsung membuat gua sadar kalau gua gak sengaja gigit lidahnya.
"maaf dek " ucap gua sambil melepaskan pelukan gua.
"iya gak apa-apa kok kak" ucap stevani sembari tersenyum.
"ayok dah kak kita balik ke vila lagi gak enak sama yang lainnya" ajak stevani setelah itu....
__ADS_1
kami berdua bergegas pergi dari danau itu dan langsung menuju ke vila.