
pagi ini kondisi gua sudah fit seperti semula. gua berangkat ke kampus meski hari ini cuaca agak mendung mungkin karna sudah memasuki musim hujan. disini sudah biasa kalau bulan desember sudah memasuki musim hujan karna memang begitu setiap tahunnya.
gua ke kampus lebih awal dari pada biasanya sampai-sampai daniel dan yang lainnya belum ada di tempat biasa. karna itu gua memutuskan agar dusuk disana menunggu yang lainnya datang.
sambil menunggu mereka gua memainkan game di hp yang sudah jarang gua buka karna sibuk dengan kuliah dan juga kerja.
tak lama kemudian april datang karna melihat gua yang ada disana april langsung berpaling mencoba untuk menjauh.
gua yang melihat itu sepontan langsung menghampirinya dan memegang tangannya.
"pril tunggu....!" ucap gua.
"apa.an sih lepasin gak?" tolak april. sambi mencoba melepas genggaman gua.
"tunggu pril gua pengen minta maaf ke loe!" ucap gua yang masih memegang tangannya.
"buat apa minta maaf kamu iz?gak ada gunanya kan?" balas april yang sudah mulai menyerah melepas genggaman dari gua.
"jangan gitu pril....gua gak pengen loe seperti ini....perasaan gua saat loe menjauh membuat hati ini tak nyaman pril...." ucap gua.
"emang apa hubungannya cobak?" tanya april lagi.
gua melepas genggaman gua dari tangannya agar april lebih santai saat ini.
"gua gak tau hubungannya apa pril....yang pasti saat loe menjauhi gua serasa ada yang kurang dalam hidup gua....jadi gua mohon please... jangan ngejauhi gua pril!"
mendengar penjelasan gua sejenak membuat april terdiam.
"maaf iz untuk sekarang kita seperti ini dulu !" balas april.
"kenapa pril?" tanya gua.
april tidak menjawab dan memilih pergi meninggalkan gua disana. gua hanya bisa melihat april yang berjalan itu tanpa bisa mencegahnya lagi.
gua kembali terduduk di tempat yang tadi merasa kalau ini semua terjadi karena kebodohan gua sendiri yang sengaja menjahilinya saat itu.
agak lama kemudian miya datang sambil menyapa gua yang terduduk disana.
"pagi iz..... gimana udah sembuh?" sapa miya
"iya udah mendingan kok miy!" balas gua
"tumben jam segini udah ada di kampus?"
__ADS_1
"hemmmzz gak tau juga" balas gua lesu.
"kenapa kamu iz kaya' lagi punya masalah?" tanya miya yang sudah sadar kalau gua tak seperti biasanya.
"iya nih Miy gua lagi ada masalah sama seseorang" balas gua.
"yaudah cerita aja dulu ke aku iz siapa tau aku punya solusinya, lagian kita kan temen jadi gak usah ragu kalau mau cerita!"
mendengar itu gua pun bercerita tentang masalah yang gua hadapi saat ini ke miya meski gua gak menjelaskan kalau itu semua tentang gua dan april.
"gua tau gua salah Miy dan udah minta maaf ke dia....tapi dia bilang begini saja dulu untuk sekarang....
gua harus apa coba??? " ucap gua.
"terus yang loe rasaiin gimana setelah mendengar itu?" tanya miya antusias.
"gua merasa ada sesuatu yang hilang Miy sesuatu yang berharga buat gua"
"hemmzz begitu ya..yaa..yaa.. aku paham..paham..." ucap Miya gak jelas.
"maksudnya apa Miy?"
"ini pertanda kalau kamu suka sama dia iz...dan kamu merasa gak mau kalau dia sampai benci ke kamu iya kan?"jelas miya.
"eh.......
"cinta itu emang seperti ini iz, kamu gak akan tahu kapan,dimana,dan dengan siapa perasaan itu akan muncul" tambah miya sambil melihat ke arah gua.
"yaudah iz kamu pikirkan baik-baik lagi...... setelah ini kamu minta maaf lagi ke stevani mungkin dia ingin kamu lebih peduli ke dia!" tambah miya lagi.
-eh kok malah stevani?
ini kan bukan masalah sama dia!- ucap gua dalam hati
mungkin saja miya mengira kalau gua lagi bertengkar sama stevani .karna kami sudah pacaran dan juga memiliki status sebagai calon tunangan. padahal yang sebenarnya bukan antara gua dan stevani melainkan masalah antara gua dan april.
disaat gua sedang merenung daniel datang menyapa gua yang sedang duduk bersama miya.
"wah tumben loe udah disini duluan iz?" sapa daniel yang baru datang.
"iya soalnya takut hujan gua nil nanti malah masuk angin lagi!" balas gua.
"oh iya kemaren gua mau mampir ke rumah loe iz tapi karna loe gak jawab pesan gua jadi gua kira loe tidur" ucap daniel.
__ADS_1
"eh iya tah nil? gua gak pegang hp sama sekali kemaren soalnya tidur terus." balas gua
"biar sudah iz yang penting loe udah baikan"
"ngomong-ngomong liat april gak?" tanya daniel ke kami berdua.
"gak tau gua nil.... mungkin ada di kelas soalnya dia gak kesini." balas gua.
"bukannya kamu tiap hari antar jemput april terus nil kenapa masih nanyak sekarang?" sela miya.
"tadi gua ada perlu jadinya gak bisa jemput april lagian gua udah chat dia kok" balas daniel.
"yaudah wes aku mau ke kelas dulu takut dosen udah dateng" ucap miya yang langsung berjalan pergi.
melihat itu gua dan daniel juga beegegas menuju ke kelas kami dengan alasan yang sama seperti miya.
di dalam kelas april sudah duduk di kursinya sambil membaca buku.
daniel menghampiri april dan langsung menyapanya .
melihat itu gua duduk di tempat biasa sambil memperhatikan mereka berdu.
gua emang enggak menyapa april karna ucapan april yang gak mau dekat dengan gua untuk saat ini.
tak lama kemudian dosen masuk ke kelas untuk memulai makul hari ini.
gua kembali merenungi kata-kata miya yang tadi di bicarakannya. tanpa memperdulikan dosen yang sedang mengajar di depan kelas.
-apa mungkin gua suka ke april?
tapi itu tidak mungkin kan?
soalnya dia sudah pacaran dengan daniel.
ditambah lagi gua juga sudah mulai pacaran dengan stevani calon tunangan gua sendiri.
kalau emang benar gua suka sama april terus perasaan apa yang selama ini gua berikan ke stevani?
gua terus memikirkan itu tanpa henti sampai-sampai tak terasa bahwa dosen sudah keluar dari kelas dan sudah waktunya bagi kami untuk pulang.
"woy iz jangan ngelamun terus ayok pulang sudah!" tegur daniel yang sudah siap untuk pulang.
"eh iya... duluan sudah nil gua mau beresin buku dulu" balas gua.
__ADS_1
mendengar balasan gua itu daniel kembali menemui april dan berjalan keluar dari kelas.
gua memasukkan buku-buku yang berserakan di meja kedalam tas dan kemudian bergegaa pulang ke rumah.