Kenapa Harus Ada Cinta

Kenapa Harus Ada Cinta
Seperti Semula


__ADS_3

"Eh prill faiz sama stevani tambah deket ya" terdengar suara Roni yang mencoba mendekati April yang sedang bekerja.


"maksudnya Ron?" tanya april.


"ya mereka tambah deket barusan aja loe lihat kan pril ,mereka dateng bareng kesini" ucap Roni menjelaskan.


"ya mungkin aja mereka cuma ketemu di jalan Ron" balas april.


"iya juga ya....."


"lagian aku kenal sama faiz udah lama ron, jadi aku sudah paham tentang faiz"


"yah gua kan cuma berpendapat aja pril gak masalah kan?"


"ya gak masalah sih Ron"


"lagian loe juga pril"


"eh kok aku Ron?" tanya april bingung


"ya gua kan pengen liat reaksi loe cemburu gitu..... gak asik loe pril kalo balesan loe positif gitu terus"


"apaan sih ron.....kamu kok senengnya sih godain orang terus" balas april agak kesel.


"hahahahah mungkin kebawaan lahir pril" ucap roni sembari meninggalkan april kembali.


"ehhh gak jelas banget sih roni" keluh april.


kemudia gua yang selesai berganti pakaian menghampiri april yang terlihat kesel.


"kenapa loe pril kok kesel gitu" tanya gua ke april.


"tau iz Roni jailin aku lagi barusan" balas april.


"biarin aja wes pril emang gitu si Roni orangnya gak usah di pikirin wes"


"hemmmzz iya wes Iz"


"ayok kembali kerja lagi pril" ajak gua sembari mulai berjalan mengambil gelas dan piring kosong dari meja pelanggan yang sudah pergi.


Hari ini pelanggan tidak terlalu ramai gua banyak menghabiskan waktu ngobrol bareng temen-temen kerja ntah itu Roni, Risma , Aurel,bak Rina dan juga tak lupa April.


jam istirahat sekarang bareng April lagi gua pun mengajak april untuk istirahat.


"pril yok istirahat" ajak gua yang melihat april masih membersihkan meja.


"duluan wes Iz ini nanggung soalnya" balas april yang masih mengelap kursi.


"yaudah gua duluan ya pril" ucap gua sambil menuju ke ruang istirahat staff.

__ADS_1


di depan pintu ruang staf gua asal masuk aja karna pikir gua gak ada orang lain.


namun saat gua membuka pintu alangkah bersyukurnya gua ehhhhhh maksudnya alangkah kagetnya gua yang melihat di dalam ruang staf ada stevani yang sedang membuka kancing seragamnya untuk berganti pakaian .


stevani pun langsung menoleh ke arah gua yang membuka pintu ruang staf itu.


"loh kok kak faiz JANGAN LIAT KAKKKKK" teriak stevani sambil memasang kembali seragamnya yang hendak dia lepas.


"ehhhh maaf dek gak sengaja!!" ucap gua yang langsung menutup pintu ruang staf itu.


gua yang masih kaget langsung pergi menjauh dari sana dan kembali ke ruang depan.


"loh katanya mau ke ruang staf duluan iz?" tanya april tiba-tiba.


"ehhh anu ehh hemm gua... pril masih mau ngecek motor takut lupa gak di kunci " balas gua yang langsung menuju ke tempat parkir karyawan.


"ehhh kok aneh " ucap april sembari menuju ke ruang staf.


gua yang sudah agak lama di luar kembali menuju ke ruang staf meski agak sungkan sih kalau ketemu stevani lagi. tapi yang salah kan bukan gua ! itu salahnya stevani sendiri suruh siapa gak di kunci ucap gua membela dalam hati.


di dalam ruang staf sudah ada april dan stevani yang selesai berganti pakaian , gua pun duduk di dekat mereka.


gua lihat wajah stevani masih agak memerah terlihat malu karna gua yang gak sengaja liat dia ganti baju tadi. namun stevani gak ngungkit masalah itu lagi jadi ini bisa dibilang S...A...F....E (aman) buat gua.


"eh iz kamu kenapa tadi kok aneh gitu" tanya april.


"masa tah pril? nggak ini kok" balas gua membela.


"nggak kok mungkin loe-nya aja pril salah denger"


"ehhhh masa iya tah?" balas april yang kebingungan.


untuk mengalihkan perhatian april ,gua pun mencoba mencari topik lain dan spontan saja gua nanyak ke stevani agar april nggak curiga.


"eh dek kamu nanti pulangnya gimana?" tanya gua ke stevani .


"bareng papa kak" balas stevani singkat.


"eh berarti Bos mau kesini dek"


"iya kak"


"pril nanti pulangnya bareng gua ya" ajak gua ke april.


"yaudah iz kalo gitu" balas april.


setelah lama disana gua dan april kembali kerja lagi di sana gua ngasih tau ke yang lain kalau bos mau kesini teman-teman yang lain pun langsung kembali giat bekerja karna tau akan ada bos yang akan datang.


sekitar jam 8 malam bos datang ke restoran dan langsung ke tempak Buk Nia di ruangan manejer .

__ADS_1


tak lama kemudian bos keluar bareng stevani. gua yang sedang bekerja kemudian disapa oleh bos.


"nak faiz gimana kerja disini betah?" tanya bos ramah.


"iya bos betah kok" balas gua sopan kepada bos.


"yaudah kalau gitu semangat kerjanya ya....kalau malas-malasan nanti saya pecat" ucap bos sambil tersenyum.


"pa jangan gitulah" ucap stevani ke papanya.


"papa cuma bercanda kok ....ya kan nak faiz"


"oh iya bos " balas gua semangat.


Bos dan stevani kemudian pergi keluar dari restoran gua pun kembali bekerja setelah itu.


jam 9 restoran sudah tutup seperti biasa para karyawan mulai membersihkan ruangan dan bersiap pulang.


"yok pril pulang bareng" ajak gua ke april yang sudah siap .


"ayok iz " balas april.


di perjalanan pulang gua berhenti di taman dekat sana.


"pril mampir bentar yuk"


"mau ngapain iz?"


"ayok dah pril" ucap gua sambil berjalan ke tempat duduk dekat sana.


"pril gua mau minta maaf kalo punya salah" kata gua sambil memulai obrolan.


"buat apa minta maaf iz?" tanya april bingung.


"ya enggak takutnya gua punya salah gitu ke loe pril soalnya kemaren-kemaren sikap loe aneh ke gua" jelas gua.


"oh...itu bukan salah kamu kok iz tapi salah ku yang tiba-tiba gitu" balas april.


"hemmzz yaudah kalau gitu ini buat loe pril" ucap gua sambil memberikan gantungan boneka kucing yang gua dapet dari membeli menu makanan di mall toserba kapan itu.


"ehhh buat apa nih iz?" tanya april.


"ya buat tanda minta maaf dari gua pril".


"kan aku udah bilang itu bukan salah kamu iz"


"ya gak apa-apa wes pril anggep aja hadiah gitu.....lawong gua juga niatnya ngasih itu buat loe kok"


"wahhh makasih ya iz kalau gitu" balas april senang sambil melihat lihat boneka itu.

__ADS_1


gua merasa lega karna kami sudah seperti biasa gak ada lagi beban pikiran yang mengganjal lagi di fikiran gua saat ini.


setelah itu gua pun mengantarkan april kerumahnya.


__ADS_2