Kenapa Harus Ada Cinta

Kenapa Harus Ada Cinta
Kebulatan Tekad (April)


__ADS_3

di rumahnya April terlihat sedang siap-siap untuk mulai bekerja, karna kemaren dia ijin libur jadinya di ganti dengan sekarang hari minggu yang biasanya hari ini jatah liburnya.


"mbak udah mau berangkat?" ucap adiknya lila yang baru datang dari sekolah.


"iya dek mbak mau berangkat sudah" balas april.


"kalau gitu jangan terlalu lelah kerjanya bak soalnya mbak baru saja sembuh" ucap adiknya perhatian.


"iya dek makasih udah khawatir....tapi mbak udah sehat total kok "


"mbak langsung berangkat wes dek" ucap april sembari keluar rumah.


"iya bak hati-hati di jalan".


April berjalan menuju ketempat kerjanya dengan santai ,siang itu cuacanya lumayan panas karna musim yang tidak menentu ini.


"kemaren malem hujan sekarang panasnya poll "keluh april di perjalanan.


sesampainya di tempat kerja april langsung menemui Buk Nia selaku menejer pengurus disana untuk memberi tahu kalau sekarang dia sudah masuk untuk mengganti absennya yang kemaren.


"buk saya sudah sehat jadi saya masuk sekarang" ucap april.


"oh gitu pril....yasudah kamu jangan maksaiin diri kalo gitu ya" ucap Buk Nia peduli.


"iya buk tenang aja " balas april.


setelah itu kemudian april kembali bekerja seperti biasanya. di tengah kerjanya april di tanya oleh teman-temannya tentang kodisinya gimana. dan april menjawab sama seperti yang tadi "aku udah sehat kok" dan tak lupa bilang makasih kepada mereka yang sudah peduli kepadanya.


sore itu suasana di restoran ramai seperti biasanya banyak pelanggan yang datang dan pergi silih berganti , April yang tidak mau merepotkan yang lainnya dengan semangat bekerja di kala itu, sampai jam istirahatnya tiba.


April istirahat bersama Aurel dikala itu. di ruangan istirahat mereka mengobrol.


"eh pril tadi Faiz kesini loh" ucap aurel.


"ehhh ngapain faiz kesini rel kan dia sekarang libur? tanya April.


"gak tau ya.... tadi aku gak sempet nyapa soalnya lagi dibelakang" balas aurel


"ehh paling cuma lupa dianya kalau hari ini libur" ucap april.


"gak mungkinlah pril lawong abis itu dia pergi bareng stevani" balas aurel.


"emang mau kemana?" tanya april penasaran.


"ya gak tau aku pril....kalo mau nanyak ke Roni aja soalnya dia tadi sempet ngobrol ma Roni soalnya pril." jawab aurel.


"emmmzzz... gitu" balas april singkat.


jam istirahat pun berakhir april dan aurel pun kembali roling jam istirahat dengan karyawan yang lainnya.


setelah itu april bergegas menemui Roni untuk bertanya tentang faiz yang tadi kesini.


"ron ada waktu gak bentar" tanya april ke roni yang sedang nganggur.

__ADS_1


"ada kok pril emang ada apa?" tanya roni.


"tadi katanya ada faiz kesini. emang ngapain dia kesini ron?"


"oh kalo gak salah sih faiz ngedate bareng stevani pril?"


"eh ngedate" balas april agak kaget.


lalu april teringat pas waktu itu kalau si stevani pernah ngajak faiz untuk nganterin dia belanja sesuatu.


"ehhhh ada yang cemburu nih ye ceritanya...." goda roni kepada april yang terlihat berfikir .


"apa.an sih ron" balas april singkat.


"hahahaha kalau loe gak segera nembak faiz ntar keburu di rebut stevani loh priill" goda roni lagi.


"ngaco lu ron " ucap april yang kemudian pergi menuju pelanggan yang baru datang.


April di kala mendengar itu langsung kefikiran tentang ucapan dari roni ya meski cuma sebatas gurauan yang roni ucapkan namun tetap saja april berfikir keras untuk mencerna ucapan roni tersebut.


waktu berjalan begitu cepat hingga tiba waktunya restoran untuk tutup.


Roni yang pulang barengan dengan april kembali menggoda april tentang masalah faiz.


"kalau emang lo suka sama si faiz cepetan ya Pril" goda roni


"gini nih kalau tanya sama kamu Ron pasti ujung-ujungnya di bahas terus " balas april agak risih.


"bukan gitu pril gua cuma pengen ngasih saran aja ke loe soalnya mau dilihat dari manapun stevani emang udah suka sama si faiz pas pertama ketemu" balas roni yang kemudian langsung pergi ke tempat parkir karyawan.


sampai di rumah april langsung menuju ke kamarnya .


"aku sebenarnya maunya gimana sih" ucap april kepada dirinya sendiri.


"emang bener sih kalau aku sudah mulai sadar akan perasaanku kepada faiz tapi masa' gua harus yang ngungkapin perasaanku kepada faiz?"


"tapi kalau aku kelamaan nunggu ntar aku di dahuluin sama stevani karna stevani juga suka sama faiz"


"lagian aku kalau dibandingkan dengan stevani kalah jauh sih dia kaya,cantik,anak bos lagi" april yang berkata seperti itu kemudian langsung menaruh bantal di dekatnya di atas kepanya.


"ahhhhhh mumett...." teriak april frustasi.


pengen curhat tapi sama siapa ? masa sama Lila ? yang ada aku tambah gagal nih jadi mbak kalau tanya saran ke adek ku.


April yang kebingungan kemudian membulatkan tekadnya.


"untuk sementara aku mau bersikap biasa lagi ke faiz soalnya belakangan ini kami tak salaing ngobrol" ucap april sendiri.


tak lama kemudian ada Lila yang mengetuk pintu.


"mbak udah pulang" tanya lila dari balik pintu.


"iya dek mbak udah pulang ....ada apa?" tanya april.

__ADS_1


lila kemudian masuk ke kamar mbaknya itu.


"tadi lila denger mbak teriak jadinya lila kesini takutnya mbak sakit lagi " balas adegnya yang langsung duduk disamping mbaknya itu.


"oh kedengeran ya dek maaf dek kalau gitu" ucap april.


"emang kenapa mbak kok sampek teriak?" tanya lila.


"gak ada apa-apa kok dek cuma lagi bingung aja" balas april


"bingung masalah kak faiz ya bak" goda adiknya


"eh sok tau ya kamu deg kaya' mbah gugel aja"


"meski bukan bah gugel aku tau bak kalo mbak lagi galau mikirin kak faiz" balas adiknya


"ehhhh adikku ini sekarang kok tambah pinter ya godain mbaknya" ucap april.


"lagian sih mbak gak mau curhat ke lila kalau lagi ada masalah"


"ya.... maaf dek soalnya mbak pikir ini masalah pribadi mbak"


"meski gitu mbak gak harus nyimpen sendiri masalah mbak"


"iya iya dek kalau nanti mbak ada masalah bakalan cerita ke kamu sudah"


"yadah bak ....untuk sekarang gimana hubungannya sama kak faiz?" tanya adeknya sambil menanyakan masalah mbaknya yang sekarang.


"ya gimana ya dek ...mbak udah kurang ngobrol sama faiz belakangan ini dek chatnya juga gak mbak bales ...di tambah pas kapan itu mbak langsung nolak pas mau di anterin dia pulang" cerita april.


"hemmmzz salah mbak juga sih sampek gitu terus mbak maunya gimana sekarang"


"kalo mbak sih pengen kaya' dulu lagi dek biar bisa akrab lagi ma faiz"


"kalo gitu nyobak deh mbak besok pas di kampus ato di tempat kerja nyapa kak faiz duluan" saran lila.


"terus mbak cobak minta maaf setelah itu ke kak faiz " tambah lila.


"iya dek mbak juga maunya gitu tapi mbak takut"


"emang takut kenapa bak"


"ya takut mbak di cuekin juga nantinya deg sama faiz"


"gak mungkin bak.... kak faiz itu baik orangnya apa lagi dia juga udah nganggep mbak sahabatnya. jadinya gak mungkin kak faiz gitu ke mbak"


"iya seh dek"


"makasih ya udah mau dengerin curhatnya mbak" ucap april sambil memeluk adegnya itu.


"iya bak sama-sama"


"kalau gitu lila mau balik ke kamar terus mbak sekarang istirahat biar gak sakit lagi" ucap lila sembari keluar dari kamar april.

__ADS_1


kemudian april pun mulai tidur untuk melanjutkan rutinitasnya besok pagi.


__ADS_2