
Hari ini Daniel ke rumah pagi-pagi sekali entah gerangan apa sampai dia kerumah sepagi ini di kamar gua daniel cerita kalau dia ingin curhat sesuatu ke gua.
"eh mau curhat apa Nil?"tanya gua
"yahh gimana ya gua bingung mau mulai dari mana" ucap daniel yang terlihat bingung.
"yaa terserah loe nil gua cuma mau dengerin aja"
"gini Iz kaya'nya gua suka sama April nih"
"ehhh serius loe nil" tanya gua kaget.
"ya seriuslah iz ngapain gua boong ke loe"
"ehhhh emang sejak kapan loe suka ma april?" tanya gua memastikan.
"mungkin sejak lama wes iz dari sejak kita akrab gitu" jelas daniel.
"hemmmzz gitu ya nil"
"terus kapan loe mau nembak april kalau gitu Nil?"
"lah makanya gua cerita ke loe iz mungkin kamu punya saran gitu" ucap daniel serius.
"yahhh loe tau sendirikan kalau gua gak punya pengalaman kaya' gitu Nil jadi saran gua gak begitu guna kaleee..." balas gua.
"kan loe sahabat gua iz saran loe pasti gua ikutin kok tenang aja....."
"hemmmzz gimana ya menurut gua sih loe mungkin perlu persiapan dulu Nil jangan terburu-buru semuanya kan butuh proses jadi langkah pertama loe mungkin harus mulai dari tambah pendekatan gitu ke april bukan sebagai temen tapi sebagai cowok Nil" saran gua ke sahabatku itu.
"maksudnya apaan sih ya iz?"
"ya kaya' sering bareng april gitu ngajak dia jalan-jalan berdua atau apa kek" jawab gua.
"boleh juga tuh iz"
"gua sih cuma bisa bantu gini Nil dukung loe sepenuhnya gak bisa yang lainnya sudah"
"ok ok gini aja sudah cukup kok Iz malahan gua seneng loe bisa bantu gua" ucap daniel sembari membaringkan badannya di kasur gua.
Kulihat daniel bahagia sebagai sahabatnya gua harus sebisa mungkin bantu dia bagai manapun caranya walaupun gua harus agak menjauh dari april ucap gua dalam hati.
jam sudah menunjukkan pukul 08:30 pagi. kami berdua langsung berangkat ke kampus
Di kampus kami melihat april dan miya duduk di tempat biasa . daniel langsung menghampiri mereka karna gua pengen mereka lebih akrab gua pun akhirnya beralasan pengen ke toilet.
"Nil gua ke toilet nih tadi pagi gara-gara loe kerumah gua gak sempet ke toilet" ucap gua beralasan dan langsung pergi menjauh.
__ADS_1
dalam hati, gua pengen ngobrol sama april menanyakan kenapa april bersikap aneh belakangan ini tapi niat gua terhenti saat gua lihat Daniel yang mulai mencoba lebih akrab lagi dengan april.
agak lama kemudian gua masuk ke ruangan kelas disana april dan daniel masih saja ngobrol karna gua gak mau ganggu jadi gua duduk di kursi paling belakang.
Namun tiba-tiba Daniel manggil gua.
"iz ngapain loe disana kesini " ajak Daniel.
karna gua takut di bilang menjauhi mereka gua pun langsung menghampiri mereka.
"ngapain loe duduk disana iz biasanya disini" ucap daniel.
"ya tadi gua ngecek buku dulu takut ada yang ketinggalan" gua beralasan.
"owalah gitu toh" balas daniel
"emang ada yang lupa tah iz" suara april tiba-tiba menyapa gua. karna mendengar itu gua pun spontan menjawab.
"iya gak ada sih pril lagian gua cuma ngecek doank".
"owgh syukur deh kalau gak ada yang kelupaan iz" balas april lega.
melihat itu pun gua berfikir kalau sikap april sudah seperti biasanya, gua merasa lega karna hal itu yang jadi fikiran gua akhi-akhir ini.
kami bertiga mengobrol seperti biasanya lagi sembari menunggu dosen datang ke kelas.
"pril loe sekarang masuk kerja kan" tanya gua ke april.
"iyalah kamu juga masuk kan?" balas april.
"Nil nanti anterin April ya ketempat kerja gua disiruh ibuk beli beras soalnya mau masak gak ada beras" ucap gua sambil memberi kode ke daniel agar dia mau nawarin april tumpangan.
"yaudah pril nanti gua yang nganterin loe ya" ajak daniel.
"iya sudah nil" balas april.
karna mendengar itu gua pun pergi meninggalkan mereka sembari meng harap agar mereka tambah akrab satu sama lain.
gua yang udah ngomong seperti itu memilih memutar jalan agar lebih lama sampai ke tempat kerja .
Niat milih jalan memutar malah membuat gua nyasar meski sudah lama tinggal disini tetap saja masih membuat gua nyasar karna selama gua tinggal disini gua gak pernah jalan-jalan mungkin cuma kalau di ajak daniel doank ... lama muter-muter gua gak sengaja ketemu sama stevani yang berjalan bersama temannya.
mungkin stevani juga liat gua dan akhirnya stevani memanggil gua dari kejauhan.
"kak faiz" ucap dia.
gua pun langsung nyamperin dia yang sedang bersama temannya itu.
__ADS_1
"udah pulang dek" sapa gua ke stevani.
"iya kak ini lagi mau ke restoran" balas stevani.
"kok gak pulang dulu dek?" tanya gua lagi.
"biasanya juga gini kok kak ..kan kakak baru kerja ya gak tau kalo aku sering kesana sepulang sekolah"
"hemmmzz iya juga ya" balas gua.
"kakak sekarang kerja apa enggak?"
"ya kerja dek"
"kalau gitu aku nebeng ya kak"
"terus temanmu deg gimana" tanya gua sambil melihat ke ararh temannya itu.
"jangan khawatir kak rumahku di depan itu sudah... jadi sana sudah bareng stevani" ucap temannya stevani itu sambil mendorong tubuh stevani ke arah gua.
"yaudah kalau gitu dek" ucap gua sembari memberikan helm ke stevani.
kemudian stevani dan gua jalan menjauh
di perjalanan.
"dek arah ke restorannya kemana ya?" tanya gua ke stevani.
"ehh kakak kok gak tau sih terus ngapain disini?" tanya stevani.
"gua nyasar dek hahahahaha" balas gua sambil tertawa.
"yaelah kak.... masa udah gede masih nyasar"
"namanya juga nyasar gak ada kecil gedenya dek"
"itu di depan nanti belok kanan kak."
"untung ketemu ma aku kak kalo gak ada gimana cobak"
"hahahaha iya dek untung ketemu kamu"
setelah itu stevani menunjukkan gua jalan sampai ke restoran teryata agak jauh juga gua nyasar ke restoran gini nih kalau sok-sok.an cari jalan muter yang gak pernah gua tau.
sesampainya di restoran gua dan stevani masuk ke restoran disana april sudah sampai dan mulai bekerja.
jam disana masih menunjukkan pukul 4 kurang 5 menit masih ada 5 menit gua buat masuk jam kerja gua pun langsung berjalan ke ruang staff untuk mengganti pakaian.
__ADS_1