
Tak ada yang membahagian terkecuali mendapatkan hadiah dari orang yang kita suka ntah itu hal yang mewah maupun hal sederhana begitulah yang sekarang di rasakan April.
April terus memandangi gantungan tas yang diberikan oleh faiz itu dengan senyuman kebahagiaan.
walaupun perasaannya itu hanya sebatas dirinya saja.
Lila adiknya april masuk ke kamar mbaknya itu tanpa mengetuk pintu.
"hayooo ada yang lagi seneng nih yee...." ucap adiknya itu.
"eh lila kok main masuk aja kamu dek" balas april.
"lagian sih mbak di ketuk pintunya gak jawab.... jadinya lila masuk aja" balas lila.
"liat bak apa itu" tanya lila sembari mengambil gantungan kunci tersebut dari tangan mbaknya.
"ih adek kah"
"pasti dari kak faiz ini ya bak"
"tau aja kamu dek".
"gimana gak tau lawong wajah mbak seneng gitu"
"eeee masa tah dek?" tanya april meyakinkan.
"iya bak...."
"jadi sekarang udah baikan nih ceritanya " tambah lila.
"ya gitu dek"
"cerita donk bak" tanya lila penasaran.
"tadi pas pulang dari tempat kerja faiz ngajak mbak berhenti di taman dek"
"terus gimana bak?" tanya lila tambah penasaran.
"abis itu faiz minta maaf ke mbak sambil memberikan itu dek" balas april.
"ehhh jadi kak faiz duluan yang minta maaf.....padahalkan mbak yang salah"
"iya dek ...mbak udah bilang kalo itu mbak yang salah tapi tetep aja faiz yang minta maaf"
"waw cowok banget ya bak" ucap lila.
"iya deg setuju mbak" balas april sembari kembali mengambil gantungan di tangan adiknya itu.
"terus mbak kapan yang mau nembak kak faiz?" tanya lila lagi.
__ADS_1
"kalau itu mbak belom yakin dek soalnya si faiz gak pernah nunjukin perasaannya ke mbak" balas april.
"mungkin kak faiz tipe cowok yang gak peka.an ya bak"
"ya bisa jadi itu dek"
"yaudah mbak yang sabar ya nunggunya" ucap lila sambil tiduran di kasur mbaknya itu.
"iya dek pasti kok" balas april yakin.
"kamu sana sudah kembali ke kamarmu dek" pinta april sambil menarik tangan adiknya .
"aaahhh mbak ....lila tidur sama mbak wes sekarang udah kadung PW (posisis wenak) di sini.
april pun mengiyakan permintaan adiknya itu tanpa beralasan apapun.
mereka pun langsung tidur bersama di kamar april tersebut.
-------------Next story--------------
sudah seminggu berlalu saat gua minta maaf ke april.
hubungan pertemanan kami pun kembali seperti semula tanpa ada hal yang berubah dari kami. bedanya hanya kedekatan Daniel dan April yang mulai ada peningkatan. sebagai sahabat daniel gua merasa bahagia karna sahabatku itu sudah menemukan kebahagiaanya sendiri.
tadi pagi ibuk menyuruh gua libur kerja dulu karna nanti ayah mau pulang dan ngomongin sesuatu ke gua jadinya habis kuliah gua harus bergegas pulang.
Ntah ada apa yang mau dibicarakan ayah ke gua sampek-sampek nyuruh gua libur kerja dulu.
"ngomong-ngomong gimana nih minggu depan ayok ke vila mumpung libur semester " ucap Daniel yang begitu antusias.
"ehhmmzz kalau gua ngikut aja nil " balas gua.
"ya udah kalo gitu ayok Iz lagian kan hari minggu kita kerja libur" tambah april.
"iya iya dah miya juga mau di ajak apa enggak?" tanya gua ke mereka.
"ya ajaklah kan miya juga termasuk geng kita" balas Daniel.
"aku juga mau ngajak adek ku kalau gitu biar tambah rame...lagian kasian kalo adekku di rumah sendirian"
"ok ok gampang" balas daniel.
"ngomong-ngomong untuk vilanya gimana nih Nil?" tanya april.
"masalah vila gua yang ngurus sudah ....kalian tinggal terima jadi" ucap danil.
"yaudah Nil apa kata loe sudah kalau gitu" balas gua menerima usulan daniel.
"nanti habis makul kita ke kelas miya ya..... nanyain bisa apa nggak ikut kita gitu" usul april yang di ikuti oleh persetujuan gua dan Daniel.
__ADS_1
makul jam pertama selesai kami pun langsung bergegas menuju ke kelas miya.
"pril tadi kamu langsung chat miya kan ? bilang kalo kita mau rundingan sesuatu?" tanya daniel ke april yang sedang melihat hpnya.
"iya udah kok ini katanya udah nunggu di luar kelasnya miya" balas april.
"yaudah ayok wes " ucap daniel.
di depan kelasnya, miya sudah menunggu kami kami pun langsung menghapirinya.
"kalian mau rundingan apa nih pas liburan nanti" tanya miya .
"gini nih kami bertiga mau pergi ke vila pas libur nanti kamu bisa ikut nggak Miy" tanya april ke miya.
"vila ya nginep berapa hari kalo lama-lama gak bisa ikut aku soalnya tugas lagi numpuk nih " balas miya.
"gak lama kok kita juga banyak tugas kalee bukan loe aja..... mungkin cuma dua hari satu malam gitu" ucap daniel.
"yaudah kalo cuma itu aku bisa ikut " jawab miya.
"terus yang ikut cuma ini doank sudah?" tanya miya .
"kalau loe mau ajak temen juga gak apa-apa kok Miy" tambah daniel
"emmmzz kaya'nya gak ada yang bisa aku ajak deh" balas miya.
"ya nanti aku juga ajak adikku Miy.....jadi kalau wmang ada yang mau kamu ajak bilang aja ok" tambah april
"yaudah kalo gitu liat pas libur sudah " ucap miya
"jadi kita fixs ke vilanya ok" ucap daniel.
"iya iya" kami membalas ucapan daniel dan kembali ke kelas masing-masing.
makul jam kedua pun dimulai dan kami mengikutinya dengan seksama karna makul kedua ialah makul pak Burhan si dosen killer. banyak materi yang beliau berikan hingga otak gua mau konslet sering kali gua melihat jam berharap makul pak burhan cepet selesai.
jam menunjukkan pukul 14:00 siang ,akhirnya waktunya untuk pulang ke rumah ucap gua dalam hati.
"pril gua sekarang di suruh pulang cepet jadinya gua ijin gak masuk kerja bialng aja lagi ada kepentingan keluarga gitu ke Buk Nia" pesan gua ke april.
"ehh yaudah iz kalau gitu." balas april.
"emang ada apa.an iz kok penting banget kaya'nya?" tanya daniel.
"ya gak tau juga gua nil" balas gua ke daniel.
"Nil jangan lupa anterin April ke tempat kerjanya ya" pesan gua sambil bergegas pulang.
"ok siap iz" balas daniel.
__ADS_1
gua pun langsung mengambil motor dan pulang ke rumah.
sampai di rumah gua melihat dua mobil yang nampak tak asing buat gua. mungkin tamu ayah fikir gua sembari memasukkan motor ke halaman rumah.