Kenapa Harus Ada Cinta

Kenapa Harus Ada Cinta
Antara Gua dan Stevani 2


__ADS_3

hujan masih saja mengguyur dengan lebatnya, dan bos masih saja mengobrol bersama kami disini. gua ingin sekali menjelaskan apa yang terjadi ke april karna sebagai temen dekat ,gua sudah menyembunyikan sesuatu ke dia, mungkin april merasa kecewa karna tidak gua kasih tahu terlebih dahulu kemudian dia marah pikir gua.


Gua bingung harus gimana di situasi seperti ini. apa gua harus beralasan pergi ke toilet atau harus gimana agar gua bisa cepat-cepat pergi dari sini.


namun gua tak dapat solusi yang lebih baik untuk itu.


pipp...pipppp... suara getar hp berbunyi dari meja.


ternyata bunyi tersebut berasal dari hp bos yang ada panggilan masuk dari seseorang dan bos pun langsung mengambil hpnya dan mengankat telfon yang masuk itu.


--di telfon--


"oh sudah selesai ....yasudah saya kesana sekarang" ucap bos sambil menutup telfonnya.


"van ayok pulang mobil papa sudah selesai" ajak bos ke stevani.


"masih hujan pa disini aja dulu" balas stevani.


"udah ayok pulang soalnya mamamu gak ada yang nemenin"


"eeeee....... yaudah kalau gitu pa" stevani dan bos kemudian bergegas pergi dari tempat duduknya.


"om pulang dulu nak faiz" ucap bos ke gua.


"ya om hati-hati di jalan" balas gua.


"kak stevani juga pulang dulu" tambah stevani.


"iya dek hati-hati ya''


mereka berdua pun pergi meninggalkan restoran sedangkan gua langsung bergegas menemui april yang entah sekarang dimana.


gua mencari di semua tempat mulai dari dapur,ruang staf dan juga gudang namun tak berhasil menemukan april.


"ada dimana loe pril?" ucap gua dalam hati.


gua kemudian bertanya kepada temen-temen karyawan bukannya menjawab pertanyaan gua malah balik nanya tentang gua dan stevani yaaaa gua abaikan saja mereka.

__ADS_1


lama gua mencari april di seluruh restoran akhirnya gua melihat dia keluar dari toilet spontan saja gua nyamperin dia yang baru saja keluar dari toilet.


"pril gua mau jelasin sesuatu ke loe" ucap gua sambil memegang tangannya.


"iya iz mau jelasin apa?" tanya april santai.


mendengar respon april tersebut pikir gua "oh ternyata april gak marah sama gua syukur dah kalau gitu"


"ya masalah perjodohan gua sama stevani itu" balas gua sambil melepas tangannya.


"oh kenapa emangnya?"


"ya gua mau minta maaf gak bilang ke loe terlebih dulu pril."


"iya gak apa-apa kok iz "


"hemmmzz beneran gak apa-apa?" tanya gua meyakinkan.


"iya gak apa-apa "


"yaudah kalau gitu syukur dah pril" balas gua lega.


jam sudah menunjukkan pukul 9 malam, restoran akhirnya ditutup cuaca masih hujan namun tak selebat tadi.


selesai beres-beres ruangan gua menemui april.


"pril ayok gua anterin loe pulang" ajak gua .


"gak usah iz aku takut nantinya jadi masalah" balas april.


"masalah apa sih ? gak mungkin ada masalah tenang aja pril...."


"kamu kan udah punya tunangan masa mau bareng sama cewek lain kan itu bakalan jadi masalah iz"


"udahlah tunangan masih blom tentu ,tapi loe sudah tentu temen gua yang berharga pril jadi gak usah cari alasan gitu"


"tapi kan....."

__ADS_1


"jangan banyak tapi tapian nih pakek gua anterin loe pulang. kalau loe masih nganggep gua temen loe sih"


"hemmmzzz iya sudah"


akhirnya april mau juga gua anterin pulang setelah beberapa perdebatan kecil. gua ngerti sifat april malahan ngerti banget dia orangnya gak suka buat masalah dengan orang apa lagi sampai nyusahin temennya sendiri dia paling anti seperti itu jadi gua memakai jurus ampuh buat melawan sikap april tersebut dengan cara seperti tadi.


di perjalanan pulang april memeluk gua dari belakang. ya wajar sih karna sekarang masih hujan mungkin dia takut jatuh kalau tidak berpegangan pikir gua.


gua dan april gak banyak mengobrol di atas motor soalnya percuma saja kalau seperti ini cuacanya gak kedengeran saat ngomong yang terdengar cuma suara hujan.


sampai di depan rumahnya gua nyuruh dia bawa jas hujan itu .karna kalau di buka sekarang yang ada malah basah semua si april jadinya. april kemudian masuk kerumahnya dan gua langsung bergegas pulang.


--------Di sisi lain---------


April masuk ke rumahnya dengan suasana hati yang tak bisa dia ungkapkan dengan kata-kata air yang ada di wajahnya bukanlah air karna tetesan hujan melainkan air mata yang mengalir sedari tadi di perjalanan. dan akhirnya april pun terduduk di pintu.


"mbak udah pulang?" suara lila yang datang menghampiri april.


Lila melihat mbaknya yang sedang terduduk disana langsung menghampirinya .


"mbak kenapa lagi?" tanya lila sembari memeluk mbaknya itu.


"mbak gak tau sudah mau gimana lagi dek.....hati mbak rasanya sakit sekali" kata-kata april yang keluar dari mulutnya terdengar seperti orang yang tak tahu lagi mau berbuat apa. air mata terus mengalir dari kedua belah matanya tanpa henti.


"mbak ....mbak disini ada lila kok jangan gini......mbak kalau kaya' gini lila juga gak tau mau berbuat apa bak....jadi ayo mbak tenangin dulu diri mbak habis itu perlahan cerita ke lila" kemudian lila membawa mbaknya itu masuk ke kamarnya dan memberinya segelas air putih.


"mbak sekarang cerita ke lila kenapa mbak sampek gini?" tanya lila lembut.


"mbak harus gimana dek??? saat mbak mulai menyakinkan hati mbak kenapa sekarang jadi tambah rumit?"


"emang ada apa sama kak faiz bak?"


"faiz di jodohin sama anaknya bosku deg...mbak harus gimana sekarang??? harus gimana lagi cobak?" ucap april yang kembali menangis , sebuah rasa yang membuat sebuah harapan kini telah menjauh dari sisi april. dan yang ada hanya sebuah penyesalan dan rasa putus asa di benaknya.


lila yang mendengar itu pun tak tahu mau berbuat apa yang hanya bisa ia lakukan hanya memeluk mbaknya itu. hujan selalu saja menemani kesedihan dari april seakan-akan hujan sangat memahami perasaan yang di kala itu april rasakan.


april terus saja menangis di pelukan adiknya itu melepaskan segala rasa kecewa, putus asa, serta penyesalan karna kurangnya keberanian untuk mengutarakan perasaannya terhadap faiz.

__ADS_1


malam yang semakin dingin ini di tambah suasana hujan adalah hal yang paling sempurna untuk meluapkan segala perasaan yang ada ....


waktu terus berlalu dan akhirnya april pun tertidur bersama adiknya disana setelah sedari tadi menangis .


__ADS_2