
Akhir-akhir ini daniel jarang nyamperin gua saat mau berangkat kuliah, biasanya sih hampir setiap hari kesini paling kalau ada keperluan gitu dia gak kesini.
mungkin sekarang daniel lagi jemput april agar bisa berangkat bareng ke kampus, gua sih berfikir itu sudah wajar saja karna mereka memang sudah pacaran.
gua lihat jam sudah menunjukkan pukul 08:30 gua pun langsung bergegas menuju ke kampus sendirian.
apa gua marah ke daniel untuk saat ini? jawabannya so pasti enggak.lah karna emang itu hasil dari dukungan gua selama ini sampai mereka pacaran.
sampai di kampus gua melihat ke tempat biasa mereka menunggu gua dan daniel datang namun disana tidak ada seorang pun.
tumben gak ada orang?
apa mereka belum datang?
biarlah gua mau masuk ke kelas duluan itu yang gua pikirkan .
gua melihat ke tempat parkir lagi untuk mencari motor milik daniel untuk memastikan dia sudah datang apa belum.
motor merah dengan garis hitam sudah ada disana menunjukkan kalau daniel sudah ada di sini.
melihat itu gua langsung menuju ke kelas agar bisa bersama mereka.
saat gua hendak pergi dari sana miya datang nyamperin gua.
"iz pagi.....!" sapa miya.
"pagi juga Miy... tumben gak bareng mereka loe Miy? tanya gua ke miya.
"ya gimana aku mau bareng mereka iz lawong mereka udah mesra-mesraan dari tadi pagi" balas miya
"kan mereka pacaran wajar saja kan Miy"
"aku tau iz.... tapi tadi aku kaya' obat nyamuk buat mereka.....karna merasa jadi pengganggu jadi aku alasan keluar mau beli sesuatu" jelas miya dengan agal kesal.
"hahahaha emang iya tah Miy?" tanya gua memastikan.
"ya iyalah ngapain aku boong!...."
"iya gua percaya kok miy"
"nanti kamu bakal ngerasain apa yang tadi aku rasain iz kalau bareng mereka!" tegas miya dengan serius.
"kalau sampek gitu ya nanti gua cari loe deh Miy"
"yaudah......aku mau ke kelas wes iz "
"ya ayo gua juga mau ke kelas nih" balas gua.
__ADS_1
kami berdua berjalan ke kelas masing-masing untuk mengikuti makul hari ini.
di dalam kelas gua melihat daniel dan april yang sudah mengobrol .
"hey selamat pagi kalian berdua" sapa gua sambil mengagetkan mereka.
"eh ngagetin aja loe iz" balas daniel.
"iya nih ....." tambah april.
"maaf maaf lagian kalian serius banget lagi bahas apa emang?" tanya gua yang sembari duduk di kursi dekat mereka.
"ya ada dehh iz...." balas april.
"ehhhhh main rahasia-rahasia.an nih ceritanya?" ucap gua.
"hahahaha loe maunya di kerjain april iz lawong kita cuma ngobrol masalah tugas minggu lalu itu" tambah daniel sambil tertawa.
"ehhhh gitu toh"
mendengar itu gua pun langsung mengeluarkan buku catatan agar gak terlalu ganggu mereka berdua saat ini.
waktu sudah lama berlalu namun dosen tak kunjung juga masuk ke kelas.
apa mungkin dosen hari ini libur?
gak mungkinlah kalau emang libur biasanya ada pemberitahuan di grup Wa.
biasanya, mereka kalau lihat gua diem gini pasti diajak ikut ngobrol bareng mereka namun hari ini sangat berbeda. mereka tetep saja ngobrol tanpa sekalipun noleh ke gua.
agak kesel sih tapi gua coba untuk mengabaikan mereka karna mereka sudah menjadi sepasang kekasih.
mungkin ini yang di rasakan miya tadi pas bersama mereka pikir gua.
ingin rasanya pergi meninggalkan mereka berdua dan menemui miya di kelasnya namun tak mungkin gua lakuin karna sekarang masih jam kuliah meski dosennya gak ada.
gua melihat se isi kelas dan memperhatikan seluruh mahasiswa disana. ada yang lagi ngobrol, ada juga yang sibuk sendiri, ada juga yang lagi baca buku.
gua kembali memperhatikan april dan daniel kedekatan mereka sudah seperti halnya orang pacaran pada umumnya, namun perasaan gua seakan akan ingin menghentikan mereka ada rasa yang begitu sesak di dada mungkin ini rasa tak dianggap oleh seseorang yang berarti buat gua.
perasaan itu semakin menjadi-jadi saat mereka mulai berpegangan tangan dan saling merayu satu sama lain. perasaan gua gak karuan dan akhirnya gua pun menyerah .
gua putuskan untuk meninggalkan kelas agar tidak bisa melihat mereka.
"ehh gua mau keluar ya nanti kalau dosen datang panggil gua atau telfon gitu" ucap gua ke mereka.
"mau kemana iz udah disini aja...." balas april.
__ADS_1
serentak gua berfikir negatif ke april setelah mendengar itu.
-loe mau gua liat ke mesraan kalian berdua terus menerus gitu? masih kurang tah bikin gua jadi obat nyamuk? loe gak tau sih perasaan gua sekarang kaya' apa! -
kata-kata itu yamg ada dalam hati gua namun sebisa mungkin gua tidak mengatakan itu karna mereka adalah teman-teman terdekat gua.
"mau ke toilet gua udah kebelet nih" ucap gua.
"yaudah iz nanti gua telfon loe kalau dosen datang" balas daniel..
setelah itu gua pun langsung meninggalkan mereka dan pergi keluar kelas.
"heh... anjirrrr" gumam gua di depan kelas.
di sepanjang koridor gua gak tau mau kemana karna masih jam makul, pergi ke kelas miya mungkin masih pelajaran, ke toilet.....ngapain lawong tadi cuma alasan doank.
lama berfikir akhirnya gua memutuskan untuk pergi ke kantin mau beli minum dan duduk disana.
sambil memegan minuman yang sudah di beli, gua duduk di meja kosong yang ada di pojok kantin .
"hadehhh mentang-mentang udah jadian gua gak di anggap lagi sudah" keluh gua.
pikiran gua agak kacau saat itu yang bisa gua lakuin cuma merenung sendiri.
hati dan pikiran gua serasa kontradiksi dimana pikiran gua hanya memikirkan hal negatif dan hati gua mencoba mengelakkannya.
lama melamun akhirnya gua termakan oleh hal negatif itu sendiri , isi otak gua sudah tentang balas dendam ke april dan daniel.
gua ingin agar mereka juga tau rasanya jadi gua.
sejenak gua tersadar lagi.
kenapa gua harus ngelakuin itu?
emang apa gunanya?
itu kan gak penting?
lagian loe sendiri yang bantu mereka pacaran kan?
terus kenapa loe harus gini?
hati gua menenangkan pikiran negatif yang sedari tadi gua pikirkan.
gua pun akhirnya memutuskan agar tidak mempermasalahkannya lagi karna itu nanti berdampak buruk bagi pertemanan kami.
gua menghabiskan minuman gua dan kembali lagi ke kelas.
__ADS_1
dengan perasaan agak tenang gua pun masuk ke kelas dan duduk bersama mereka lagi.
ya walaupun kondisinya tetep sama kaya' tadi jadi obat nyamuk.