Kenapa Harus Ada Cinta

Kenapa Harus Ada Cinta
Sulit


__ADS_3

----waktu setelah pulang kencan-----


saat pulang dari kencan terlihat daniel dan april yang berhenti di suatu tempat.


mereka berhenti di sebuah cafe yang ada di pusat pembelanjaan tempat dimana mereka nongkrong saat pulang dari kampus.


"pril mau pesan apa ?" tanya daniel yang melihat daftar menu.


"aku pesen seperti biasa nil" balas april.


"yaudah gua pesen dulu di kasir"


daniel berjalan ke arah kasir dan mulai memesan. setelah itu kembali lagi ke kursi dimana tempat april duduk.


"gimana tentang tadi seru gak" daniel mulai mengajak ngobrol.


"iya seru nil makasih ya udah ngajak kesana"


"iya gak apa-apa kok pril gak usah dipikirin"


"tadi juga untung bareng sama faiz dan stevani jadinya lebih seru"


"syukur deh kalau loe juga seneng pril....gua ikut seneng juga"


"ngomong-ngomong tadi ngobrol apa aja sama faiz nil saat aku dan stevani beli baju"


"oh cuma masalah nasib sebagai cowok doank kok gak ada yang lain"


"ehhhhhh emang faiz ngomong gimana?" tanya april penasaran.


"ya ngeluh.... kok jadi kaya' budak gitu padahal kan lagi kencan katanya" balas daniel.


"hahahahaha emang faiz banget itu ya nil"


"iya betul banget pril"


minuman yang mereka pesan di antarkan setelah itu dan mereka pun mulai meminumnya. mereka kemudian diam beberapa lama.


"gak ada faiz serasa kurang ya..... padahal kalau kita kesini selalu bertiga aneh rasanya kalau kita hanya berdua" keluh april.


mendengar ucapan april membuat daniel agak risih karna bagai mana pun saat orang kita cintai membahas orang lain ada rasa yang akan mengganjal di hati pasangan tersebut.


"ya mau gimana lagi...... sekarang faiz sudah sama stevani jadi nanti akan lebih jarang bersama kita pril" balas daniel.


"iya bener sih nil"


daniel kemudian memulai kembali obrolan mereka tanpa membahas faiz karna danil ingin april lebih memikirkan daniel ketimbang faiz.


waktu terus berjalan mereka masih mengobrol satu sama lain.


"pril habis tahun baru mau kemana ?" tanya daniel.


"oh iya udah hampir tahun baru " balas april.


"iya makanya gua nanyak habis tahun baru mau kemana? soalnya pas tahun baru gua ada acara sama keluarga"

__ADS_1


"emang ada acara apa nil?"


"ya acara biasa pril... cuma mau ke rumah orang tua mama.."


"terus pulangnya kapan?"


"untuk tahun sekarang rencananya mau nginap satu minggu mungkin tanggal 4 januari pulangnya pril"


"ehhhhh sampai selesai hari ulang tahun faiz donk nil"


"oh iya bener juga loe pril......"


"yaudah nanti pulangnya kita rayain bersama pril ajak miya sama stevani juga .....ya meski telat dua hari sih"


"siyappp nil gak apa-apa yang penting kita rayain bersama"


"bener juga sih pril...."


mereka kemudian membahas rencana tentang perayaan ulang tahun faiz bulan depan dengan matang karna mereka ingin buat kejutan buat faiz .


menurut daniel faiz gak pernah ngerayain ulang tahunnya paling ya cuma sebatas keluarga sama daniel doank yang ngerayain jadi untuk ulang tahunnya yang akan datang daniel ingin merayakan bersama-sama dengan temennya..


jam 6 sore daniel mengajak april pulang soalnya udah mau malam dan gak mau membuat april kecapek.an karna seharian kencan.


daniel mengantarkan april kerumahnya,


sesampainya disana daniel menyuruh april untuk segera beristirahat.


"pril ini belanjaannya..." ucap daniel sambil memberikan tas belanjaan milik april.


"gak usah pril....loe langsung tidur aja biar gak kecapek.an nantinya...."


"yaudah sampai besok lagi nil....."


"iya sampai jumpa besok juga pril....."


daniel kemudian tancap gas meninggalkan rumah april.


di depan pintu rumahnya lila adik april sudah menunggu.


"mbak lila mau ngomong sesuatu" ucap lila agak kesal.


"iya iya ayo masuk dulu jangan di luar...." balas april sambil mengajak adiknya itu masuk ke rumah.


mereka berdua kemudian menuju ke kamar april agar bisa mengobroo bersama.


"uhhhhh capeknya....." ucap april sambil membaringkan badannya di kasur.


melihat mbaknya itu membuat lila semakin kesal.


"mbak gak maksain diri kan?" tanya lila sambil melihat tajam ke mbaknya.


"maksain apa dek?"


"ya tentang perasaan mbak!"

__ADS_1


"enggak kok dek"


"jujur aja bak ke lila mbak nerima kak daniel hanya sebatas pelampiasan perasaan mbak aja kan gak lebih dari itu?"


"kamu ngomong apa sih dek ...mbak nerima daniel karna mbak suka ke dia gak ada maksud lain!"


"udahlah bak jangan banyak alasan jujur saja ke lila!"


pertengkaran pun terjadi antara mereka berdua dimana sang adik hanya ingin mbaknya lebih jujur ke perasaannya dan si mbak yang membantah semua ucapan adiknya itu.


"lila tau....mbak setiap malam nelfon kak faiz alasannya cuma nanyak-nanyak daniel padahal mbak cuma mau ngobrol sama kak faiz doank kan"


"mbak gak gitu dek...."


"lila bukannya mau nasehatin mbak tapi gimana perasaan kak daniel kalau tau mbak gitu?"


karna tidak tau mau membalas apa lagi ucapan adiknya akhirnya april pun mulai jujur akan dirinya dan mulai menangis....


"mbak harus gimana dek? mereka berdua sama-sama berharga buat mbak...." ucap april sambil menangis.


melihat mbaknya yang muali jujur lila pun menghampiri april dan memeluknya.


"meskipun begitu mbak gak seharusnya begitu!" balas lila dengan suara lembut.


"mbak ingin melupakan perasaan mbak ke faiz dek namun itu sulit mbak lakukan meskipun mbak memilih pacaran sama daniel. tapi tetap saja sulit."


"perasaan memang gak akan semudah itu hilang bak jadi mbak harus memilih salah satu dari mereka...."


"iya mbak tau dek...."


"yaudah kalau gitu mulai sekarang mbak putuskan mana yang akan mbak utamakan....apa perasaan mbak ke kak faiz atau kak daniel yang sekarang ini sudah pacar mbak?"


april terdiam sejenak untuk berfikir tentang pertanyaan adiknya itu.


"mbak akan berusaha melupakan faiz dek dan menjoba membalas perasaan daniel semampu mbak"


"yaudah kalau begini lila jadi tenang bak....sekarang mbak sudah mau melangkah maju....lila pasti bantu kalau ada masalah"


"iya dek makasih......mbak juga minta maaf karna adek selalu nenangin mbak "


"gak masalah kok bak karna cuma ini yang bisa lila lakukan untuk membalas kebaikan mbak"


"iya dek"


setelah pertengkaran itu akhirnya april memutuskan untuk mulai membalas perasaan daniel yang sudah menjadi pacarnya itu meskipun harus di dorong oleh adiknya lila.


"mbak sekarang istirahat ya.....soalnya besok masih ada kuliah sama kerja jadi sekarang mbak tidur saja sudah......." ucap lila sembari berdiri dari kasur.


"iya dek mbak langsung tidur" balas april.


"yaudah lila balik ke kamar dulu mau lihat jadwal besok soalnya"


"iya dek" balas april sembari menarik selimut bersiap untuk tidur.


lila kemudian keluar dari kamar april dan menuju ke kamarnya.

__ADS_1


__ADS_2