Kenapa Harus Ada Cinta

Kenapa Harus Ada Cinta
Membohongi Diri sendiri


__ADS_3

sekarang hari kamis tanggal 25 desember tak terasa sudah hampir memasuki tahun baru dan sekarang adalah hari terakhir masuk kuliah karena akan memasuki libur panjang.


pagi ini dengan pikiran senang gua berniat berangkat menuju ke kampus lebih awal dari pada biasanya.


"iz udah mau berangkat?" tanya ibuk yang menghampiri gua dari dapur.


"iya buk kenapa?" balas gua.


"tanggal 30 nanti kita disuruh ikut ayahmu iz kamu bisa gak?"


"hemmmzz bisa kok buk....emang mau kemana?"


"gak tau juga iz ayahmu cuma bilang udah pesan tempat gitu. ibuk juga gak tau dimana!" jelas ibuk


"yaudah buk kalau gitu faiz ikut sudah!" jawab gua.


setelah di beri tahu ibuk kalau nanti ada acara keluarga, membuat gua tambah senang karna ini jarang sekali kita bisa bersama menyambut tahun baru.


ayah dan ibuk memang selalu sibuk bekerja, terlebih ayah yang jarang sekali pulang. walau begitu gua tetap menghormati mereka karna mereka selalu menuruti semua kemauan gua sedari dulu.


mungkin karna gua adalah anak semata wayang mereka jadi mereka agak memanjakan gua.


sampai di kampus gua bertemu dengan miya yang kebetulan juga sudah datang ke kampus.


gua menyapa miya dan mengobrol bersamanya di tempat biasa.


miya bercerita tentang rencana liburan tahun baru bersama keluarganya begitupun juga dengan gua yang memberi tahunya kalau nanti juga memiliki rencana yang sama dengannya. meskipun gua gak tau tempat pastinya dimana.


"april tahun baru kemana ya iz?" tanya miya tiba-tiba.


mendengar pertanyaan itu membuat hati gua kembali gundah namun gua mencoba menutupi hal itu dengan bersikap seperti biasa.


"gak tau miy mungkin juga sama kaya' kita!" balas gua.


miya kemudian bergumam sendiri seperti ingin mengetahui kegiatan april saat tahun baru nanti. wajar sebagai sahabatnya dia ingin sekali tahu apa yang akan sahabatnya lakukan.


gua yang tak ingin membahas april lebih jauh memutar otak untuk mengalihkan pembicaraan itu.


waktu tak terasa cepat berlalu dan akhirnya daniel dan april datang menghampiri gua dan miya.


"tumben nih liat kalian udah ngobrol jam segini!" goda daniel yang baru tiba di depan kami.

__ADS_1


"ya kalian aja yang datangnya lama.....yakan miy.....!" balas gua sambil melihat ke arah miya.


"iya betul tuh....! kalian berdua yang kelamaan datangnya karna keasikan mesra-mesraan!" ucap miya sambil tersenyum.


daniel dan april tak membantah ucapan miya itu dan memilih tersenyum mungkin mereka memang melakukan itu saat di perjalanan kesini.


gua memang agak merasa ada sesuatu yang menganjal di hati namun sebisa mungkin gua bersikap biasa tentang masalah itu.


kami berempat meninggalkan tempat itu dan menuju ke kelas masing-masing.


daniel dan april berjalan di belakang gua dengan berpegangan tangan satu sama lain, keharmonisan hubungan mereka membuat gua ingin ikut berbahagia. namun itu cuma bisa gua lakukan dengan cara membohongi diri sendiri.


meski sudah bertekad ingin mengulang kembali dari awal namun perasaan tak bisa di bohongi semudah itu.


kata-kata hanyalah akan menjadi penghibur diri semata tak akan bisa membuat hati menghentikan keinginannya.


dalam kelas.


dosen menjelaskan tugas yang akan di berikan ke kami saat liburan.


emang ya dosen gampang banget memberi tugas setumpuk gunung itu tanpa memikirkan kami para mahasiswa bisa menyelesaikannya atau tidaknya.


---next time----


waktu pulang pun akhirnya tiba. dosen kembali mengingatkan tentang tugas yang dia berikan kepada kami agar kami tidak malas-malasan saat liburan nanti dan segera mengerjakaannya!. kami menjawab perintah dosen tersebut dengan suara lesu.


gua memasukkan buku-buku kedalam tas dan kemudian daniel dan april datang.


"iz ayo ke cafe.....!" ajak daniel.


"ta...." belum sempat membalas daniel langsung menyelanya.


"tak ada kata tapi-tapian pokoknya wajib ikut!" tegas daniel yang sambil menarik tangan gua.


tanpa bisa menolak gua akhirnya mengikuti kemauannya danieo itu untuk ikut bersama mereka.


kami pergi ke cafe langganan di dekat pusat pembelanjaan.


disana kami duduk di luar ruangan agar lebih terasa nyaman soalnya di dalam cukup ramai kelihatannya.


"yaudah kalian pesan aja biar gua yang traktir!" ucap daniel yang terlihat senang.

__ADS_1


kami memilih pesanan yang ada di daftar menu, selesai memilih kemudian daniel pergi untuk memesannya dan meninggalkan gua bersama april.


keheningan menyelimuti kami berdua di kala itu.


tanpa tau apa yang harus di lakukan kemudian kami menyibukkan diri dengan memainkan hp masing-masing.


hal seperti ini juga yang biasa di katakan oramg-orang dengan sebutan dekat namun terasa sangat jauh.


meski kami berhadapan namun kami tak saling berbicara dan memilih mengabaikan satu sama lainnya.


tak lama kemudian daniel datang dan kembali duduk bersama kami.


melihat kami yang tak berbicara satu sama lain daniel akhirnya membuka suara.


"kalian berdua lagi bertengkar ya?" tanya daniel yang membuat gua maupun april salah tingkah.


gua tak tau harus menjawab apa pertanyaan daniel tersebut yang bisa gua lakukan hanya memilih alasan yang cukup logis untuk menjelaskan keadaan di antara gua dengan april.


namun april dengan cepat menjawabnya.


"enggak kok kami gak pernah gitu.....yakan iz!" ucap april yang di ikuti dengan tendangan ke arah kaki gua.


sepontan gua kaget namun gua mengerti maksud dari april kenapa bersikap seperti itu.


"ya niel.....kami gak pernah gitu. cuma saja loe gak sempet liat pas kami ngobrol!" ucap gua sambil menahan sakit karna tendangan april itu.


daniel tak begitu curiga ke kami berdua dan gua juga gak ingin sampai dia tahu kalau hubungan gua dengan april sudah lama bertengkar.


daniel menanyakan banyak hal tentang hubungan gua dengan stevani dan sesekali daniel ingin pergi jalan-jalan bersama lagi saat nanti liburan. gua mengiyakan semua pertanyaan daniel tersebut agar membuat dia tetap senang. meski gua gak yakin apa kita bisa pergi bersama lagi.


kami kemudian membahas tugas yang di berikan oleh dosen tadi.


gua gak terlalu banyak ikut bicara karna memikirkan posisi gua yang sebagai orang ketiga ini.


yang bisa gua lakukan cuma mengiyakan dan berkomentar sebentar lalu kembali diam.


oh iya.......di kala itu gua cuma sekali itu doank bicara sama april dan seterusnya hanya menjadi pendengar.


jam menunjukkan pukul 3 sore, kami kemudian bergegas pergi dari cafe itu. karna masih ada kegiatan yang akan kami lakukan setelah ini.


seperti biasa daniel mengantarkan april menuju ke tempat kerja, daniel mengajak gua buat ke restoran bersama, memikirkan waktu yang tinggal 1 jam akhirnya gua langsung ikut bergegas berangkat ke restoran tanpa harus pulang terlebih dahulu.

__ADS_1


__ADS_2