
kepanikan mulai terlihat jelas di wajah Lila yang membuat gua ikut merasakannya.
gua melihat sekeliling untuk mencari pelampung yang mungkin ada di sekitar pantai dan gua melihat seseorang yang kebetulan membawa pelampung berjalan mendekati kami.
"bak pinjam pelampungnya sebentar!" ucap gua tergesa-gesa.
mbak tersebut tidak banyak bertanya dan langsung memberikan pelampungnya tersebut.
dengan pikiran masih panik gua mulai berenang ke arah laut untuk pergi menyelamatkan april di tengah laut.
-april tunggu sebentar gua kesana sekarang- ucap gua dalam hati sambil terus berenang ke arah perahu april.
ombak menjadi pengngganggu untuk kesana namun tetap saja gua hadapi.
sekitar kurang lebih 10 meter gua melihat april yang berusaha mengambil kayu di sekitarnya tapi tiba-tiba ada ombak yang menerjang ke arah perahunya.
karna april hanya berfokus untuk mengambil kayu di air tanpa memperhatikan sekeliling akhirnya.
Jebur.......
april terjatuh ke air dan langsung tenggelam begitu saja.
mengetahui itu gua mempercepat gerakan renang gua dan langsung menyelam mencari keberadaan april.
di dalam air april berusaha mencoba untuk ke permukaan namun karna tidak bisa berenang april malah menelan banyak air dan tak bergerak lagi setelah itu.
sesampainya gua di sana, April sudah tak sadarkan diri dan akhirnya gua membawa tubuh april ke permukaan.
gua menaikkan tubuh april yang tak sadarkan diri itu ke perahu untuk menyelamatkannya.
"pril sadar prillll gua mohon sadar pril...! ucap gua sambil menekan perutnya agar air bisa keluar dari dalam tubuhnya.
berulang kali gua melakukan itu namun april masih belum sadarkan diri.
gua mengecek detak jantung dan juga nadinya yang terdengar sangat lemah.
rasa panik dan juga takut mulai menyerang gua dikala itu.
"pril maafin gua....!" ucap gua sambil memilih pertolongan terakhir yang hanya itu satu-satunya pilihan yang bisa gua lakukan yaitu memberi nafas buatan kepadanya.
tanpa ada keraguan lagi gua memberikannya nafas buatan agar april bisa kembali sadar!
gua sedikt mendongakkan dagunya dan mengambil nafas kemudian memasukkannya ke dalam mulut april.
setelah 3 kali gua memberinya nafas buatan akhirnya april mulai sadar kembali.
khukk....khukkk..khukkk....
april terbatuk dan memuntahkan air yang tertelan olehnya kemudian mulai membuka matanya kembali.
__ADS_1
"pril akhirnya loe sadar juga!" ucap gua lirih sambil memeluk tubuhnya.
hati gua merasa lega karna april bisa selamat dan hanya itu saja yang bisa gua rasakan di kala itu.
agak lama kemudian gua melepas pelukan gua dan mulai menjauhkan badan.
"iz kok bisa kamu disini?" tanya april kebingungan.
"udah jangan banyak tanya lagi pril....gua akan bawa loe ke pantai dulu setelah itu kamu boleh bertanya!" tegas gua sambil memberikannya pelampung.
sesampainya gua di pantai banyak orang mengerumuni kami untuk sekedar bertanya dan memuji gua.
karna gua merasa risih akhirnya gua pergi dari sana sambil menarik april menjauh.
Lila dan Andini menghampiri kami dengan rasa khawatir namun kekhawatiran paling besar sangat terlihat jelas di wajah adiknya april yaitu Lila.
dia menangis sambil memeluk mbaknya itu karna merasa lega bahwa mbaknya kembali dengan selamat.
melihat mereka seperti itu akhirnya gua memutuskan untuk tidak mengganggu mereka untuk sekarang.
"Din ayo kita pergi!" ajak gua ke andini yang ada di sana juga.
gua dan andini langsung pergi ke tempat sewa baju renang untuk berganti pakaian seperti semula.
"itu temen kampus kamu ya iz?" tanya andini yang selesai ganti pakaian.
"oh gitu!"
"oh iya loe tau sama sahabat gua daniel kan Din?" tanya gua.
"iya pasti kenal iz!"
"lah itu dia Din...pacarnya Daniel cewek yang barusan itu!" tegas gua.
"ehhhh........!"
andini terkejut mendengar ucapan gua itu karna tau kalau cewek yang barusan gua selamatin ialah pacarnya si daniel.
setelah itu andini mulai banyak bertanya tentang hubungan mereka berdua seperti apa dan bagaimana sikap mereka satu sama lain.
gua hanya menjawab sebisa gua tanpa harus menutupi kebenaran dari hubungan mereka. andini masih terus menanyakan beberapa hal yang membuat gua harus bercerita panjang lebar. karna tempatnya kurang nyaman akhirnya gua mengajak andini pergi ke taman mini untuk bercerita disana.
sampai di taman mini kami berdua duduk di sebuah kursi yang tak terlalu jauh dari pintu masuk.
"lanjut ceritanya iz kaya' gimana awalnya mereka pacaran!" ucap andini dengan sangat antusias.
kebiasaan cewek memang selalu seperti ini saat ada sesuatu yang menyangkut percintaan mata mereka langsung berbinar.
gua menceritakan saat kami pertama kenal kemudian daniel yang mulai ngungkapin perasaannya juga saat daniel menanyakan jawaban dari april saat di vila.
__ADS_1
"waww.... sungguh romantis sekali!" komentar andini setelah mendengar cerita gua.
"aku kapan ya bisa kaya' gitu?" tambah andini setelahnya.
"ehhhhh masa sih loe gak pernah begitu din?" tanya gua penasaran karna setau gua dia sangat populer.
"beneran loh iz gua gak pernah ngerasain itu!" tegas andini serius.
"masa tah din? padahal udah banyak yang nembak kamu sedari kita masih kelas 1 SMA dulu!"
"hahahaha kok kamu tau iz!"
"bukan gua aja kaleee din banyak temen-temen yang lainnya..!" tegas gua ke andini.
"ehhh iya tah?" ucap andini ragu.
"iya din....tapi beneran loh gua gak nyangka kalau loe masih belum pernah pacaran!"
"aku cuma masih menunggu seseorang iz.... meski kaya'nya aku udah terlambat!" ucap andini dengan nada datar.
"ehhh kok bilang gitu loe Din pesimis banget padahal loe cantik ini!" ucap gua untuk menyemangati andini.
dia hanya membalas ucapan gua tersebut dengan senyuman.
"udah jangan bahas ini lagi iz malu aku..... mending bahas kamu sama pacar kamu aja!" ucap andini setelah itu.
"ehhhh kok malah bahas gua din?" tanya gua menanggapi ucapan andini.
"udah cerita aja iz....aku juga penasaran soalnya tentang kalian!" jelas andini.
gua kemudian menceritakan tentang awal mula hubungan gua dan stevani. meski ada beberapa hal yang gua tutupin ke andini tentang perasaan gua yang sebenarnya.
kami mengobrol hingga hampir sore hari gua melihat jam di layar hp yang menunjjukkan pukul 3 sore.
karna hal itu kami kemudian mengakhiri obrolan dan memilih untuk segera kembali ke hotel.
saat kami sampai di lantai 6 andini kembali berbicara.
"iz nanti malam bareng ya kalau mau lihat acara kembang apinya!" ucap andini setelah keluar dari lift.
"ok udah din nanti gua chat loe biar bisa bareng!" balas gua.
"yaudah aku masuk ke kamar dulu iz.....jangan lupa nanti ya.....!" tegas andini kembali.
"ya pastinya!"
setelah itu gua menuju ke kamar hotel untuk segera beristirahat karna gua sudah banyak mengalami kejadian sedari tadi.
mungkin pikiran gua masih normal dan fit namun badan gua sudah mencapai batas, sehingga sesampainnya di kamar gua langsung tertidur.
__ADS_1