Kenapa Harus Ada Cinta

Kenapa Harus Ada Cinta
Perjodohan Yang Tak Terduga 2


__ADS_3

Di dalam kamar gua yang gelap itu kami mencoba mencari sesuatu untuk penerangan


"dek tunggu jangan gerak-gerak biar kakak cari senter dulu" ucap gua ke stevani.


tangan gua meraba-raba sekeliling gua sambil berdiri dari kasur namun kemudian kaki gua kesenggol pojok kasur dan...


brukkkkkk... gua jatuh dan menimpa sesuatu di bawah gua.


plikkk lampu kembali menyala dan gua melihat stevani di bawah gua ,dengan posisi kedua tangannya yang di tekuk.


mata kami saling melihat satu sama lain dan bisa gua rasakan hembusan nafas stevani yang perlahan menyehtuh wajah gua. rambut panjang yang indah, bentuk mata yang anggun, harum parfum tubuhnya yang begitu mengoda, serta wajah stevani yang bening itu membuat gua betah memandangnya dan terlintas dalam pikiran gua bahwa stevani adalah sosok cewek yang begitu manis.


di kala itu terlihat seperti gua yang sedang mau meniduri setevani di atas kasur sepontan gua menjauhkan badan gua.


"maaf dek kakak gak sengaja" ucap gua sembari bergegas berdiri dari kasur.


namun...


srutttt stevani langsung menarik wajah gua ke arahnya dan langsung mencium gua yang tak sempat mengelak.


bibir stevani yang begitu lembut itu langsung menyentuh bibir gua .serentak pikiran gua jadi hilang.


stevani terus mengecup bibir gua perlahan..... dan dapat gua rasakan lidahnya yang mulai mencoba masuk melewati bibirku itu.


suara detak jantung stevani terdengar jelas di telingaku di temani keheningan suasana petang di dalam ruangan tersebut.


setelah agak lama stevani berhenti dan menjauhkan wajah gua dari atasnya.


"kak sejujurnya aku gak mau di jodohin gini...tapi semua itu berubah saat aku tau kalau kak faiz adalah jodoh yang mau orang tuaku kenalkan." ucap stevani yang masih tetap memegang wajahku.


gua yang masih kacau hanya bisa melihat wajah stevani saja di kala itu.


"aku juga mau bilang makasih ke kakak mungkin kakak gak inget kalau aku pernah kakak bantu saat hampir ke tabrak mobil gara-gara digangu sama anak-anak SMA pas SMP dulu. sejak hari itu aku pun mulai menyukai kakak dan setiap hari aku balik ketempat itu dengan harapan bisa ketemu kakak lagi. namun saat aku udah hampir menyerah kakak tiba-tiba muncul di hadapanku betapa senangnya aku kak dikala itu... karna pencarianku selama 4 tahun akhirnya tercapai" ucap stevani sambil memeluk gua .


mendengar itu gua langsung teringat saat gua masih sekolah pernah ada kejadian dimana saat pulang sekolah gua pergi ke pusat pembelanjaan sendirian kemudian melihat 3 anak SMP yang sedang di ganggu anak SMA karna gua enggan punya masalah jadi sempet gua abaikan, tapi tiba-tiba anak SMP itu lari ke jalan raya gua melihat ada mobil yang melaju ke arahnya tanpa pikir panjang lagi gua pun langsung berlari untuk menyelamatkannya syukur saja gua masih sempet menariknya ke terotoar. karna gua melihat dia yang syok karna kejadian itu dan temannya sudah datang menghampirinya gua tanpa berkata apa-apa langsung pergi menjauh.


"kak pindah dulu donk berat nih" ucap stevani yang kemudian membuat gua inget kalau sedang ada di atasnya stevani.

__ADS_1


"maaf dek" ucap gua sambil beranjak dari atas kasur.


setelah itu kami kemudian tak saling berbicara lagi mungkin karna malu karna kejadian barusan itu.


-tok tok tok-


"iz ajak stevani ke ruang makan ayok makan malam bersama " suara ibuk dari balik pintu kamar gua.


"iya buk" balas gua spontan.


"dek ayo makan malam dulu habis itu kakak anterin kamu pulang" ajak gua ke stevani yang masih menunduk.


kami kemudian menuju ruang makan untuk makan malam bersama ayah dan ibuk.


disana ibuk mengajak stevani ngobrol sambil menikmati makan malam hari ini.


banyak hal yang mereka bicarakan termasuk masalah mati lampu barusan ,ayah juga sesekali mengajak ngobrol stevani jarang-jarang sih kami bisa makan malam seperti ini karna pekerjaan ayah yang jarang pulang.


selesai makan malam gua minta ijin untuk mengantarkan stevani pulang ke rumahnya karna kalau terlalu malam, besok takutnya ganngu dia sekolah.


----di depan pintu rumah.---


"iya yah " balas gua .


"nak stevani jangan sungkan-sungkan kalau mau kesini ya" ucap ibuk ke stevani.


"iya te" balas stevani.


gua pun langsung mengantarkan stevani dengan motor gua kerumahnya.


di perjalanan kami kembali tak saling mengobrol satu sama lain karna mau gimanapun gua juga malu kalau inget hal itu.


yang gua bisa lakuin cuma melajukan sepeda motor gua di jalanan dan sedangkan stevani hanya memeluk gua dari belakang karna mungkin saja gua terlalu cepat mengendarai motornya.


setelah lumayan lama naik motor akhirnya kami sampai dirumahnya stevani.


di depan gerbang rumahnya stevani turun dari motor dan memberikan helmnya ke gua.

__ADS_1


"makasih udah nganterin kak" ucap stevani.


"iya dek sama-sama kok" balas gua.


"kak helmnya kakak ada sesuatu di atasnya"


mendengar itu gua melepas helm dan melihat apa yang ada di helm gua namun gak ada apa-apa disana.


"gak ada apa-apanya ini dek" ucap gua sambil menoleh ke arah stevani.


cupppp... stevani mencium pipi gua dan langsung berlari masuk ke gerbang rumahnya.


gua hanya melihat dia yang berlari itu dengan fikiran bingung .


"apaan nih maksudnya" ucap gua pelan.


gua kemudian bergegas pulang ke rumah.


dan sesampainya di rumah gua langsung ke kamar.


fikiran gua bingung karna banyak kejadian di hari ini mulai dari perjodohan yan calonnya adalah anak bos tempat gua kerja, ciuman pertama gua dan sikap stevani yang tambah membuat gua tambah pusing.


"apa hal seperti itu yang dinamakan cinta?"


kata-kata itu terus menerus berputar dalam fikiran gua yang membuat gua kebingungan karna hal itu adalah hal yang tak pernah gua mengalaminya .


jam menunjukkan pukul 10 malam gua yang sedari tadi kebingungan memutuskan untuk mandi dan langsung tidur agar membuat fikiran gua lebih rileks.


namun semua itu sia-sia karna bukannya tambah rileks malahan membuat fikiran gua bercabang kemana - mana.


sesekali gua juga menyentuh bibir gua karna teringat ciuman pertama gua yang di berikan oleh stevani.


"aaAAAAhhhHh" keluh gua.


"mending lihat jadwal makul besok aja ketimbang mikirin ini" ucap gua sembari menuju ke meja belajar.


untung gua lihat jadwal ternyata makalah gua kurang satu bab lagi untuk besok ..

__ADS_1


ketimbang gua mikir hal itu dan fikiran gua kemana-mana gua mutusin agar memilih untuk menyelesaikan makalah yang belum selesai itu.


selesai ngerjain makalah gua pun langsung pergi tidur.


__ADS_2