Kenapa Harus Ada Cinta

Kenapa Harus Ada Cinta
Antara Gua dan Stevani


__ADS_3

cuaca hari ini tidak begitu meyakinkan karna awan gelap yang menyelimuti sebagian kota ini. gua yang masih berada di rumah bergegas untuk menuju ke tempat kerja tak lupa gua membawa jas hujan untuk jaga-jaga.


gua melihat sekeliling kota saat di perjalanan orang-orang terlihat seperti tidak memperdulukan cuaca yang mendung ini, mungkin mereka berfikir kalau hujan tidak akan datang tapi menurut gua lebih baih bersiap dari pada telat.


sampai di restoran gua langsung masuk ke ruangan staf untuk ganti pakaian dan bersiap langsung kerja.


di ruangan utama april dan yang lain sudah mulai menyambut para pelanggan gua yang melihat itu langsung ikut bekerja bersama mereka.


tak lama kemudian hujan mengguyur dengan derasnya membasahi seisi kota ini dan banyak orang yang merasa kecewa akibat hujan itu .dalam pikir gua ngapain kalian kecewa lawong hujan juga anugrah.


karna hujan itu pin restoran sepi hanya ada orang yang sedari tadi memang ada disana.


gua dan karyawan yang lain hanya ngobrol di kala itu sambil menunggu para pelanggan datang meski gak mungkin ada yang datang di cuaca seperti ini.


di derasnya hujan itu ada seseorang yang datang dengan payung. saat orang tersebut masuk ternyata bos yang datang.


"eh ada bos ada bos ayo pergi jangan ngobrol dulu" ucap Roni sembari pergi dari tempat tunggu karyawan.


gua mengikuti roni yang berjalan menuju dapur meninggalkan april dan risma yang masih duduk disana.


saat gua sedang di dapur april datang mencari gua.


"eh Iz di cari bos kamu" ucap april.


"ada apa pril?" tanya gua bingung.


"gak tau ya Iz udah kamu kesana sudah jangan banyak tanya"


setelah itu gua dan april langsung pergi menghadap ke bos yang duduk di meja pelanggan dekat kasir.


"Bos ada apa kok cari saya" tanya gua sopan.


"jangan panggil Bos nak faiz panggil aja om kalau ke saya" ucap bos.


"baik om kalau gitu" balas gua mengiyakan permintaan bos itu.


"nak faiz bawa mantel sekarang?"


"iya saya bawa om"


"kalau begitu Nak faiz tolong jemput stevani di tempat lesnya ya...soalnya mobil saya tadi mogok dan montirnya masih belum datang"


"saya gak tau om tempat lesnya stevani dimana"


"di dekat perpustakaan umun tempatnya Iz masa kamu gak tau?"


"oh kalau disana saya tau om" balas gua.


"yaudah sana kamu jemput stevani terus bawa kesini ya nak"


"baik om" balas gua yang langsung bergegas mengambil mantel hujan yang gua taruh di loker .


gua naik motor untuk segera menjemput stevani di tempat lesnya di temani guyuran hujan yang tak mau menunjukkan ingin berhenti.

__ADS_1


gua sebenarnya sih males yang mau hujan-hujanan gini, tapi karna permintaan om sekaligus gua yang kasian kalo stevani di sana sendirian gua pun merelakan pergi meski hujan seperti ini.


pandangan mata gua tak begitu terlihat jelas karna derasnya hujan ,sesekali gua berhenti karna ada mobil yang lewat dan melihat sekeliling takutnya malah terlewat.


sampai di tempat lesnya stevani gua pun langsung masuk ke dalam.


tempat les disi ada di sebuah gedung lantai 2 terdiri dari kelas khusus, kelas pendalaman, juga persiapan ujian nasional semua tingkatan.


gua yang ada disana bertanya ke bagian pelayanan untuk bertanya ada dimana kelas stevani dan juga bertanya apa sudah pulang atau belum.


orang tersebut memberi tahu gua kalau kelasnya stevani ada di lantai dua disebelah tangga.


gua langsung menuju kesana dan disana ada beberapa siswa yang sedang mengobrol di depan kelas.


"dek kenal ke stevani?" tanya gua ke mereka.


"ada di dalam kak"


"bisa tolong panggilin dek"


"iya kak bentar" siswa tersebut langsung masuk ke dalam kelas untuk memanggil stevani yang masih di dalam. tak lama kemudian stevani keluar.


"loh kok kakak yang jemput?" tanya stevani yang kaget.


"iya dek om lagi di restoran mobilnya mogok di jalan jadinya nyuruh gua yang jemput kamu" balas gua.


"yaudah kak stevani ambil tas dulu di dalam"


"iya wes dek"


"nih jas hujan dek pakai dulu "ucap gua ssambil memberikannya jas hujan yang ada di tas.


"kak pakekin donk aku gak tau cara makeknya "


"yaelah dek pakek aja wes "


"gak tau aku kak beneran loh"


"yaudah sini"


karna gua gak mau kelamaan jadinya gua turutin kemauannya stevani itu. gua memakaikannya jas hujan itu dan langsung menuju ke motor yang gua parkir disana.


kami berdua pun langsung boncengan pergi dari sana.


hujan masih sama seperti tadi dan genangan air yang menutupi jalan tambah tinggi.


kendaraan hanya sedikit yang melintas mungkin orang-orang malas untuk beraktifitas karna hujan yang deras ini pikir gua.


agak lama kemudian gua sampai di restoran dan kami pun bergegas masuk kedalam restoran.


"kak bantu lepasin donk iketannya kekencengan soalnya" ucap stevani di depan restoran.


gua yang berfikir mungkin benar terlalu kenceng ngikatnya langsung membantunya melepas jas hujan itu tanpa banyak alasan .

__ADS_1


om bambang memperhatikan kami berdua di tempat tadi tanpa gua sadari. mungkin om bambang punya skill menyembunyikan hawa keberadaannya sampai-sampai gua gak sadar kalo sedang di perhatikan.


stevani menuju ke om bambang dan duduk bersama.


sedangkan gua langsung menuju ke ruangan staff untuk menaruh mantel dan tas yang tadi gua bawa.


selesi itu gua kembali menuju ruangan utama.


"Nak faiz kesini bentar" suara bos memanggil gua yang baru tiba di ruangan utama.


gua pun langsung menuju ke tempat bos dan stevani itu.


"sini duduk dulu nak faiz ngobrol sama stevani" ucap bos.


"saya masih kerja om "balas gua alasan.


"udah gak apa-apa nak disini saya bosnya....lagian sekarang sepi jadi santai sudah disini."


gua yang gak bisa beralasan lagi hanya ikut apa kata om bambang itu.


"iya sudah om " balas gua sembari duduk bersama mereka.


temen-temen karyawan yang lain melihat gua dengan tatapan heboh... entah apa yang mereka pikirkan gua hanya merasa gak enak saja karna perlakuan bos yang seperti menganak tirikan karyawan yang lain.


kami bertiga mengobrol bersama sembari menunggu hujan reda .


jam menunjukkan pukul 6 sore biasanya sudah waktunya gua untuk beristirahat di ruang staf karna gua gak bisa bilang langsung ke bos ya gua diam saja.


"eh pak bambang sudah lama disini?" tanya buk Nia yang baru saja keluar dari ruangan menejer.


"lumayan lama sudah.....Buk Nia baru selesai nulis laporannya?" tanya bos.


"iya ini saya bawakan buat bapak." balas buk nia sembari memberikan dokumen ke pak bambang.


"oh terimakasih buk"


"sama-sama pak".


"ngomong-ngomong bapak sudah kenal sama nak faiz?" tanya buk Nia.


karyawan yang lain melihat ke arah kami termasuk april saat mendengar pertanyaan dari buk Nia itu.


"iya kenal buk lawong nak faiz ini calon tunangannya stevani" balas pak bambang.


"eh.... saya baru tahu loh pak" balas buk Nia kaget.


"iya soalnya baru kemaren mereka di pertemukan buk jadi wajar kalau ibuk gak tau" ucap pak bambang.


"kalau gitu selamat ya stevani" buk nia memberi ucapan selamat ke stevani.


"iya buk makasih" balas stevani.


mungkin yang disini tidak merasakan kalau karyawan yang lain tambah heboh saat mendengar kalau gua dan stevani udah di jodohin.

__ADS_1


gua yang sedari tadi memang memperhatikan temen-temen gua tahu kalau mereka sedang heboh sendiri. apa lagi april yang kemudian pergi saat mendengar itu.


gua ingin pergi menemui april namun tak bisa gua lakukan karna posisi ini.....


__ADS_2