Kenapa Harus Ada Cinta

Kenapa Harus Ada Cinta
Penyesalan


__ADS_3

gua sampai di rumah pukul 10 malam , gua lihat ibuk sudah tidur mungkin capek karna seharian bekerja sambil ngurus rumah ini. sedangkan ayah tetap ada di luar kota dan gua gak tau kapan ayah akan pulang.


malam ini begitu sepi rasanya. mungkin karna perasaan gua yang sedang gelisah memikirkan masalah tadi saat di restoran.


gua masuk ke dapur untuk membuat secangkir kopi dan membawanya ke kamar sebagai penenang pikiran.


menurut sebagian orang kopi adalah teman yang baik untuk menjernihkan pikiran disaat sedang gelisah atau yang lebih di kenal dengan Mood Boster kalau di minum dengan dosis yang tepat.


karna hal itu gua membuat secangkir kopi malam ini.


gua mengintip hp yang sedari tadi gua taruh di dalam tas mungkin saja ada pesan dari seseorang,


di layar hp tertera 1 pesan masuk gua langsung membukanya dan ternyata pesan tersebut dari stevani yang menanyakan apa gua udah sampai dirumah atau belum.


gua membalasnya dan bilang kalau sudah si rumah dan mau tidur sekarang. memang gua lagi berbohong ke stevani karna gua gak mau dia sampek milih nemenin gua, soalnya besok stevani ada try out jadi gua ingin dia istirahat saja untuk sekarang, dari pada nemenin gua yang gak jelas ini mending dia tidur aja pikir gua.


tak lama setelah itu stevani membalasnya gua gak membaca pesannya agar seperti orang yang sudah tidur.


gua menaruh hp di samping kasur dan menyeruput kopi yang sudah gua buat tadi agar tidak sampai dingin.


-apa yang harus gua lakuin untuk sekarang?


apa gua harus telfon april dan minta maaf?


kalau gitu sih sama aja gua ngaku kalau gua emang sengaja!.........-


"masa bodo ama gituan yang penting gua telfon april untuk sekarang" ucap gua setelah merenung.


gua kembali mengambil hp dan menelfon nomor april yang tertera disana.


tuttttt......tuttt.........


krek


-maaf nomor yang anda tuju tidak dapat menerima panggilan anda cobalah bebera...........-


gua langsung menutup telfon karna mendengar itu.


hati gua terasa sesak gua merasa takut april gak mau ngomong lagi ke gua apa lagi sampai menjauhi gua.


dalam diam gua akhirnya menutup mata dan lambat laun gua pun tertidur.


--------next time------


pagi hari sudah menyambut. dengan segenap tenaga yang masih tersisa gua mencoba untuk segera bangkit dari tempat tidur.

__ADS_1


gua berjalan menuju ke kamar mandi untuk segera mencuci muka ,setelah itu gua melihat jam dinding yang masih menunjukkan pukul 7 pagi dan akhirnya gua putuskan untuk membuat secangkir kopi karna rutinitas yang selama ini gua lakukan.


"daniel kemanan ya kok lama?"


"biasanya udah nongol jam segini...." gumam gua sendiri.


setelah agak lama nunggu daniel gua inget kalau daniel sekarang udah punya rutinitasnya sendiri, yaitu jemput april di rumahnya.


mengingat itu gua pun langsung bergegas berangkat ke kampus soalnya percuma nunggu daniel.


selesai berpakaian gua mengambil motor dan berangkat menuju kampus.


sampai di kampus gua melihat april,miya dan daniel duduk di tempat biasa. melihat itu gua pun langsung menemui mereka walaupun gua masih merasa gak enak sendiri saat ketemu sama april.


"pagi semua" sapa gua ke mereka.


"pagi juga iz" balas miya


"iya pagi iz...... maaf ya gua gak mampir ke rumah loe " balas daniel sambil minta maaf.


"iya santai aja nil" balas gua.


gua melihat ke arah april mencoba memastikan apa dia emang niat enggak menjawab sapaan gua atau tidak.


karna reaksi april seperti itu gua memutuskan menjauh dari mereka dengan alasan mau ke toilet.


gua merasa april sudah sangat marah ke gua karna sampai-sampai dia bersikap seperti itu. selama gua temenan sama april jarang sekali gua melihat april marah seperti ini paling enggak kalau dia marah ya paling cuma ngambek gak sampai seperti ini.


gua berjalan menuju ke kelas dengan suasana hati yang begitu resah, takut, menyesal dan lain sebagainya.


kalau ada cara agar bisa memutar waktu gua berharap agar gua bisa mengulang kembali waktu dimana sebelum gua ngerjaiin april kemaren.


rasa menyesal begitu dalam gua rasakan sampai-sampai gua ingin pulang dan tidur melupakan masalah yang sedang gua alami sekarang.


gua terus melangkah sampai ke ruangan kelas dan duduk di bangku yang biasa gua tempati.


disana gua menundukkan kepala di atas meja karna pikiran gua yang sedang kacau itu.


tak lama kemudian daniel dan april masuk kekelas .


mereka menuju ketempat mereka biasa duduk yaitu di depan gua.


gua yang melihat mereka langsung memejamkan mata karna gua gak mau mereka menyapa atau mengajak ngobrol untuk saat ini.


"loe kenapa iz kok kaya' orang yang gak makan satu tahun aja" sapa daniel yang melihat gua agak aneh.

__ADS_1


"ya gua lupa sarapan tadi jadinya ngantuk nil" balas gua beralasan.


"eh yaudah nanti habis makul pertama kita ke kantin bareng iz gimana?" tanya daniel peduli.


"gak usah gua mau langsung pulang aja nil bilangin ke dosen nanti kalau gua gak enak badan gitu" balas gua.


"yaudah iz kalau gitu" balas daniel yang langsung kembali menghadap ke depan.


gua mengikuti makul hari ini dengan malas tanpa ngomong atau pun mendengarkan ucapan dosen.


waktu terasa sangat lama buat gua satu jam sama dengan lima jam menurut gua.


sekian lama menunggu akhirnya makul berakhir.


dosen meninggalkan ruang kelas di ikuti oleh gua yang langsung berjalan meninggalkan kelas tanpa ngomong maupun berpamitan ke mereka berdua.


gua mengambil motor dan langsung bergegas pulang kerumah dan sesampainya disana gua pun tidur di kamar.


---next time----


gua terbangun saat hari sudah mulai malam dan gua lihat jam di hp sudah menunjukkan pukul 7 malam.


"iz kamu di kamar ya... " tanya ibuk dari luar pintu kamar.


"iya buk....." jawab gua.


"kenapa kok gak kerja tadi buk nia tanya loh" tanya ibuk lagi.


"faiz gak enak badan buk..." balas gua beralasan.


"yaudah kalau gitu kamu makan dulu ya....udah ibuk siapin di dapur abis itu minum obat"


"iya buk abis ini faiz makan"


setelah itu tidak terdengar lagi suara ibuk yang menandakan ibuk sudah pergi dari depan pintu.


agak lama kemudian gua bergegas keluar untuk mengikuti ucapan ibuk untuk makan dan minum obat.


meski ini bukan penyakit tapi gua tetep mengikutinya.


saat keluar dari kamar gua melihat sekeliling ruangan memastikan ibuk gak ada disana.


selesai memastikan gua pun langsung menuju dapur untuk mengambil makan malam dan juga obat yang ibuk sediakan.


gua kembali melihat hp setelah selesai makan dan minum obat, disana sudah ada beberapa pesan yang masuk namun gua malas untuk membalasnya dan memilih untuk kembali tidur.

__ADS_1


__ADS_2