
pemandangan di kamar cewek sangat berbeda dengan kamar cowok itu yang gua pikirkan saat masuk ke kamar stevani.
gua melihat sekeliling kamar stevani disana dapat gua lihat rak buku yang tersusun rapi,tempat tidur yang gak kusut, juga barang-barang yang ada disana bernuansa sangat feminim.
kalau di bandingin dengan kamar gua ini terlewat rapi menurut gua karna di kamar gua komik berserakan di kasur kadang juga baju langsung gua lempar di kursi meja belajar gak langsung gua cuci soalnya rasanya males. untung aja sih ibuk yang sering ngerapiin kamar gua jadinya terlihat rapi pas gua pulang dari kampus.
meski ibuk udah sering marah-marah gara-gara udah besar masih saja sikapnya kaya' anak-anak walaupun begitu tetep saja ibuk yang rapiin hehehehehehe.....
"mas vani mau mandi dulu ya.....soalnya bau nih" ucap stevai yang langsung menghentikan lamunan gua.
"oh iya tah" balas gua sambil mencium badan gua...
"enggak ini van" tambah gua setelah itu.
"bukan mas faiz maksudnya tapi vani mas.....
makanya jangan ngelamun terus" ejek stevani.
"ehhhh .... yaudah sana kalau mau mandi" balas gua.
"yaudah mas tunggu disini wes"
"iya iya....."
stevani keluar dari kamarnya dengan membawa handuk, gua di kamar stevani kembali melihat-lihat se isi kamar stevani itu dengan penasaran.
di meja belajarnya ada beberapa buku dan juga alat tulis dan ada juga foto stevani bersama keluarganya.
"eh ini foto kapan ya....mungkin pas smp kali?" gua mengambil foto tersebut sambil melihat gambar yang ada disana. setelah gua perhatiin gua kaya' pernah ketemu sama stevani saat di foto itu.
"oh iya stevani dulu pernah gua bantu pas lagi di ganggu anak sma pantesan aja gua kaya' pernah ketemu" gua menaruh foto itu ke tempatnya lagi.
disamping meja belajarnya ada sebuah kaca besar dan beberapa make up yang gak tau gua fungsinya buat apa.
di sisi lain gua penasaran sama rak bukunya stevani karna kalau gua lihat dari jauh bukan hanya buku pelajaran yang ada disana.
gua menghampiri rak buku tersebut dan mengambil salah satunya, pikir gua mungkin ada komik/manga gitu yang stevani simpen.
gua buka buku yang gua ambil itu dan gua lihat isinya ternyata isinya...........
malah tentang make up,fasion,ini itu dll.
gua langsung merasa kecewa, gua kembali mengambil buku yang lainnya namun tetep aja isinya masih sama.
sibuk mencari komik/manga disana kemudian stevani masuk ke kamarnya.
gua spontan melihat ke arah pintu disana gua melihat stevani tanpa busana dan hanya memakai handuk yang menutupi sebagian tubuh wanitanya itu.
"loh kok gak pakek baju dulu van" ucap gua sambil memalingkan pandangan, gua sebagai cowok juga punya nafsu namun sebisa mungkin gua gak akan ngelakuin hal yang masih belum pada waktunya itu.
"maaf mas tadi lupa gak sekalian bawa baju ganti" balas stevani.
"yaudah van ganti disini sudah ....gua mau keluar"
__ADS_1
"yaudah mas nanti kalau sudah vani panggil "
"iya "
gua langsung keluar dari kamar stevani tanpa basa basi lagi setelah itu.
jujur gua masih teringat setiap bagian tubuh stevani meski sudah tidak melihatnya.
kulitnya yang bening........
pahanya yang putih dengan bercak air yang masih tersisa......
lekukan pinggul yang hanya terhalang oleh handuk......
juga rambut yang basah itu terlihat meneteskan air ke sela-sela tubuhnya yang membuat gua jrengggg langsung melek...........
mau gimana lagi...... cowok yang gak nafsu saat lihat itu mungkin perlu di pertanyakan lagi dia cowok apa bukan?.
agak lama kemudian stevani memanggil gua yang ada di luar kamarnya.
"mas masuk wes.....vani udah pakek baju" ucap stevani sambil membuka pintu.
"oh iya van...
gua langsung masuk kembali ke kamar stevani setelah di panggil olehnya.
stevani sudah memakai baju santai di kala itu dengan handuk yang masih melingkari kepalanya.
gua mengiyakannya dan duduk di kasur sambil melihat dia yang sedang berdandan.
setelah selesai berdandan stevani mengambil beberapa buku di meja belajarnya dan duduk bersama gua di kasur.
"ini mas kisi-kisinya" ucap stevani sambil menunjukkan bukunya.
"oh yaudah ayo mulai belajarnya van" balas gua.
kami berdua langsung memulai sesi belajarnya dengan tenang, gua sesekali memberi arahan dan mengajari beberapa hal yang stevani belum mengerti.
lama menemani stevani gua mulai agak capek jadi gua mencoba membaringkan badan agar lebih rileks stevani masih mencoba mengerjakan soal-soal yang ada di buku tersebut dengan serius.
namun tak lama kemudian gua gak sanggup membuka mata dan akhirnya memejamkannya.
hasilnya gua pun tertidur di kasur stevani.
gua kembali membuka mata saat terbangun dari tidur.
gua melihat sekeliling gua yang terasa sangat asing ini dan gua pun teringat kalau gua tadi menemani stevani belajar.
gua mencari stevani namun tak bisa menemukannya.
karna di dalam tidak ada gua keluar dari kamar stevani untuk mancarinya di luar kamar.
gua berjalan ke ruangan tengah siapa tau stevani ada disana.
__ADS_1
terlihat disana om bambang dan tante riani sedang mengobrol bersama stevani gua pun langsung menuju kesana.
stevani yang melihat gua langsung memberi tahu om bambang.
"pa itu mas faiz udah bangun" ucap stevani.
"udah bangun nak iz .....sini duduk ikut ngobrol sama kita" ucap om bambang ke gua yang langsung salaman ke mereka berdua.
"iya om maaf tadi ketiduran disini"
"udah gak apa-apa nak "
"kalau gitu saya langsung pulang om ,te"
"nginep disini sudah nak iz lagian udah malam ini" sela tante riani.
gua melihat jam dinding yang berada disana, ternyata sudah menunjukkan pukul 9 malam lebih.
"lagian omnya sudah telfon ibu kamu nak.... bilang kalau kamu suruh nginep disini" tambah tante riani.
gua yang masih bimbang antara pulang dan menginap disini kemudian duduk di sebelah stevani.
"di samping kamar stevani ada kamar kosong kamu bisa tidur disana nak" ucap om bambang meyakinkan.
"yaudah kalau gitu saya mengiap disini om" balas gua setelah berfikir.
kami kemudian mengobrol bersama dan tak lupa juga sesekali om dan tante bertanya tentang hubungan kami karna sudah mulai akrab satu sama lain.
gua membalasnya dengan sopan dan mberi tahu mereka kalau kita sudah memulai dengan pacaran terlebih dahulu.
mendengar itu om dan tante terlihat senang gua pun juga merasa senang keramahan mereka terhadap gua.
jam 10 lebih kami mengakhiri obrolan kami dan bergegas beristirahat.
"vani anterin nak faiz ke kamarnya" ucap tante riani.
"ok ma." balas stevani.
gua berjalan ke kamar yang telah di beri tahu bersama stevani.
"mas bisa tidur disini"
"oh iya van....kalau gitu gua masuk dulu ya"
"iya mas..... selamat tidur ya....." sapa stevani lembut.
"iya....selamat tidur juga" balas gua.
setelah itu gua masuk ke kamar kosong tersebut.
ruangannya hampir sama seperti kamar stevani bedanya cuma ada sedikit barang yang ada disini .
tanpa banyak berfikir lagi gua pun langsung membaringkan badan ke kasur dan kembali tidur karna besok gua juga mau kuliah.
__ADS_1