Kenapa Harus Ada Cinta

Kenapa Harus Ada Cinta
Apakah Benar ini Cinta 3


__ADS_3

tang...ting...tung...ting..tang....


alarm hp membangunkan gua dari tidur sebab tadi malam gua begadang memikirkan kata-kata miya dan juga stevani.


gua mengambil hp dan melihat jam yang tertera disana.


\= 07:00 \=


kepala terasa masih pusing karna kurangnya waktu tidur gua untuk sekarang ,tapi itu bukan alasan yang tepat untuk tidak segera terbangun dari tempat tidur.


gua berjalan menuju kamar mandi untuk menyegarkan diri dan bersiap untuk melakukan aktifitas seperti biasanya.


"iz udah bangun kamu?" tanya ibuk dari ruang ramu.


"iya buk udah bangun ini lagi mau mandi!" jawab gua.


"kalau gitu ibuk berangkat kerja....sarapannya udah ada di meja makan jangan lupa di makan dulu!"


"iya buk" balas gua .


gua melihat dari kejauhan ibuk yang sedang berjalan ke pintu rumah dengan pakaian kerja kantornya.


kemudian gua yang berada di depan kamar mandi masuk ke dalam untuk menyegarkan diri.


selesai mandi gua kembali melihat hp karna tadi ada pesan yang belum gua baca, disana ada :


-stevani


-daniel


-grub UMP


-Kelas TJK 01


gua membuka pesan grub dari Kelas TJK karna takut ada pengumuman penting yang sedang di bicarakan.


ternyata teman-teman TJK membahas dosen yang hari ini absen karna hal itu kuliah hari ini di liburkan.


-sering-sering aja napa liburnya ....kan enak- ucap gua dalam hati.


gua menaruh hp di meja belajar kembali dan bergegas sarapan, dan setelah itu mungkin lanjut tidur lagi.


----next time-----


gua berbaring di kasur memandangi langit-langit kamar lalu teringat kembali kata-kata dari stevani dan juga miya tentang cinta yang selama ini belum gua ketahui.


memikirkan itu membuat kepala gua tambah pusing di buatnya ingin sekali rasanya gua tau tentang perasaan gua sendiri seperti apa, namun karna kurangnya penglaman gua tentang masalah seperti itu membuat gua kebingungan menentukan apa yang sebenarnya gua inginkan.


lama memikirkan itu akhirnya gua menyerah dan bergegas keluar dari rumah untuk mencari suasana yang lebih nyaman untuk gua berfikir.


gua mengambil jaket dan langsung mengambil motor di garasi.

__ADS_1


tanpa ada tujuan yang jelas gua melaju di jalanan kota dengan motor. sampai di tengah pusat pembelanjaan gua memutuskan untuk singgah di cafe dekat sana.


gua memesan secangkir kopi dan duduk di tempat yang agak sepi di pojok cafe tersebut.


dengan kopi yang menemani, gua mencoba untuk menenangkan pikiran.


namun gua belum tahu kalau keputusan ini malah akan menambah beban pikiran gua.


tak lama setelah gua disana ada daniel dan april yang terlihat berjalan masuk ke cafe, secepat kilat gua memasang tudung jaket dan mengambil majalah yang kebetulan ada di dekat gua.


mereka masuk dan duduk di meje kosong agak jauh dari gua. mungkin mereka gak sadar kalau gua sekarang ada di cafe ini juga.


gua melihat mereka dari kejauhan tanpa mau mereka tau kalau gua sekarang memperhatikan mereka berdua.


mereka mengobrol satu sama lain saling bercanda, dan juga tertawa bersama.


pemandangan yang sangat mencerminkan kalau mereka adalah sepasang kekasih yang sedang berkencan.


sekitar satu jam.an mereka kemudian keluar dari cafe itu sambil berpegangan tangan.


karna gua penasaran akhirnya gua mencoba mengikuti mereka.


biarlah di katakan sebagai seorang stalker karna yang jelas gua cuma penasaran saja dengan kegiatan mereka disaat seperti ini.


mereka berjalan kaki menuju ke arah taman kota dan kemudian duduk di kursi yang ada di tengah-tengah taman tersebut.


gua bersembunyi di balik tanaman bunga yang ada disana sambil memperhatikan mereka berdua.


agak lama kemudian suasana berubah derastis yang tadinya penuh dengan canda tawa menjadi bernuansa romantis,


gua tetep memperhatikan mereka dari kejauhan tanpa harus menunjukkan diri.


lambat laun mereka saling menatap satu sama lain dengan tangan yang masih berpegangan di antara mereka.


cupp.....


sebuah ciuman ke bibir mendarat langsung ke arah april. ya...... daniel mencium april tepat di hadapan gua yang sedari tadi memperhatikan mereka.


serentak gua kaget,syok dan juga hati gua terasa sakit jantung gua serasa mau berhenti ketika melihat pemandangan tersebut.


tanpa tau harus bagaimana gua pergi dari tempat itu dan menuju ke motor yang tadi di parkirkan dekat pusat pembelanjaan.


gua mengambil motor dan langsung tancap gas untuk pulang ke rumah.


hati yang begitu sakit seakan akan membuat gua sesak nafas, pikiran yang kacau karna melihat kejadian itu, dan juga rasa kesal yang tak pernah gua rasakan kini menyatu menjadi satu.


sepeda motor terus gua pacu di jalan raya tanpa memperhatikan sekeliling yang jelas pikiran gua hanya satu. yaitu ingin segera sampai di rumah.


sampai di rumah gua langsung menuju ke kamar dan melemparkan badan ini ke kasur.


kegelisahan yang tak menentu ini ingin sekali gua lupakan.

__ADS_1


dalam hati


-perasaan apa ini?


apa-apaan perasaan apa ini???


kenapa gua merasakan hal yang sakit ini?


kenapa gua gak bisa melihat mereka melakukan itu?


bukannya itu sudah wajar bagi orang yang saling suka?


apa hubungannya dengan gua?


ini bukan seperti gua!


gua sudah setuju dan berniat mendukung mereka!


tapi kenapa hati gua seperti ini?-


dalam bingung kata-kata itu menyelimuti pikiran gua.


tanpa tau harus bagaimana lagi, gua memaksakan diri untuk berfikir sepositif mungkin agar bisa mencerna apa yang sebenarnya hati gua inginkan.


dalam keadaan menutup mata rapat-rapat gua mengambil nafas dalam-dalam dan mengeluarkannya pelan.


berulang kali gua melakukan itu agar supaya pikiran dan hati gua bisa lebih tenang dan rilexs.


pikiran dan hati gua perlahan tenang dan kemudian gua mencoba memikirkan hal itu lagi.


-ini bukan cinta....


ya ini bukan cinta maupun rasa cemburu!


ini hanya perasaan syok gak lebih......


iz.....sekarang loe harus sadar......loe sudah pacaran dengan stevani dan pernah melakukan hal yang sama seperti yang mereka lakukan.


jadi untuk apa loe terus memikirkan april?


loe juga tau kan kalau april itu pacar sahabat loe sendiri....sahabat loe sendiri iz....!


gua kembali menarik nafas panjang dan melepasnya..


"ya gua gak seharusnya seperti ini.... lebih baik gua mengabaikan apa yang pernah gua lihat itu...


mungkin ini jalan terbaik buat gua dan juga sahabat gua.


sebagai seorang yang sudah punya pasangan juga gua lebih baik memikirkan stevani dari pada april!" tegas gua.


melihat jam masih pukul 11 siang gua memilih untuk tidur dan mengulang kembali semua dari awal lagi.

__ADS_1


__ADS_2