Kenapa Harus Ada Cinta

Kenapa Harus Ada Cinta
Curhatan


__ADS_3

cinta?


apa benar cinta itu ada?


kalau memang ada apa seperti itu cinta?


bukannya itu hanya sebuah keegoisan semata?


gua ingin mengetahuinya namun enggan berhadapan dengannya.


hati ini tak berhenti memikirkan kata-kata itu, karna hati gua tak pernah merasakan hal itu.


hal yang gua yakini selama ini hanya satu.


Tak ada cinta terkecuali kasih sayang dari orang tua.


terus memikirkan itu hanya membuat kepala gua pusing ,ingin rasanya gua memutar balikkan waktu dan berharap semua pengalaman gua ini hanya sebatas mimpi.


Namun itu tak akan pernah bisa terjadi karna itu realita yang memang terjadi......


tak lama kemudian.


tok..tok..tok...


"kamu udah bangun iz ini ada nak Daniel kesini" terdengar suara ibuk dari balik pintu yang membuat gua sadar sedari lamunan.


"iya buk....suruh masuk aja danielnya." balas gua.


daniel masuk ke kamar gua dan langsung tiduran di kasur sambil menaruh bantal di wajahnya gua yang melihat tingkah aneh sahabat gua itu langsung bertanya.


"ehhhh kenapa loe Nil?" tanya gua kesahabat yang paling setia itu.


"haaaahhh...gua tadi malem nembak april Iz" balas daniel yang kemudian duduk di samping gua.


"eehhhhhhh serius loe nil?" tanya gua kaget.


"iya iz serius gua".gua memandangi wajah sahabat gua itu dengan seksama tak ada kebohongan yang dia ucapkan begitu menurut gua.


"terus gimana?" tanya gua.


"yah april belom jawab sih tapi gua lega iz udah ngungkapin perasaan gua ke April"

__ADS_1


"ya gua juga seneng kalau gitu nil"


gua bertanya kapan dan dimana daniel mengutarakan perasaannya ke april dan daniel kemudian menceritakan ke gua kejadian yang tadi malam dia alami sejelas-jelasnya ke gua.


"loe sabar aja nil nunggu jawaban dari april...gua siap kok dukung kalian berdua" ucap gua sembari menepuk pundak daniel.


"makasih iz loe sahabat gua yang best pokoknya sudah."


"iya sama-sama kok ...berhubung april temen gua juga loe harus bisa bahagiain april Nil gimana pun caranya ok"


"siap pak....gua pasti bikin dia bahagia" balas daniel yang menirukan tentara yang menerima perintah dari komandannya.


"oh iya ngomong-ngomong loe kemaren ada perlu apa sih sampek tante nyuruh loe gak masuk kerja" tanya daniel yang penasaran.


"lah itu Nil gua ada masalah juga sekarang" balas gua.


"ehhh masalah apa iz ? cerita ke gua nanti gua juga bantu loe kok!"


"makasih nil tapi gua bingung mau dimulai dari mana"


"yang menurut loe paling jadi beban pikiran wes!" pinta daniel.


"whattt??? di jodohin ?" daniel yang mendengar itu langsung kaget.


"iya nil....."


"sama siapa loe di jodohinnya?"


"sama stevani nil yang ternyata anak bos gua kerja itu"


"ehhh......." daniel tambah terkejut mendengar hal itu dan gua pun mulai kembali menceritakan kejadian kemaren mulai dari perjodohan itu, gua yang mencari alasan agar gak di jodohin sampai masalah stevani yang bilang kalau dia memang suka sama gua. daniel mendengarkan cerita gua dengan seksama dan mulai bingung sendiri untuk membantu gua.


"perasaan loe setelah dengar itu gimana sih iz?" tanya daniel masalah pengakuan stevani itu.


"kalau loe tanyak ke gua, gua mau jawab apa nil kan loe tau sendiri gua gak pernah punya pengalaman seperti itu dari dulu." balas gua.


"gimana ya.... gini aja dah iz ini sebagai langkah awal dulu buat loe ,agar mengerti masalah percintaan. kalau memang loe gak ada rasa sama si anak bos itu loe putuskan pas nanti udah kenal lebih lama lagi sama si anak bos itu.....lagian bosnya loe gak maksa juga kan..."


gua memikirkan saran dari sahabat gua itu yang mungkin baik untuk gua.


"hemmmzz tapi gua pengen kehidupan normal aja nil"

__ADS_1


"ini juga termasuk kehidupan normal iz sebuah perasaan itu tumbuh dari sebuah kebiasaan. intinya semua butuh proses iz ..mie instan aja masih ada perosesnya apa lagi perasaan."


tanpa bisa menyangkalnya lagi gua mengikuti saran dari daniel itu agar lebih bisa memahami masalah percintaan yang tak pernah gua alami.


"udah sana mandi dulu habis itu kita berangkat ke kampus " ucap daniel sambil mendorong gua untuk segera mandi.


jam 08:30 pagi kami berangkat ke kampus tanpa ada hal yang menjadi beban di pundakku karna saran dari daniel dan juga langkah awal gua untuk memutuskan pilihan gua sensiri.


Di kampus kami berdua di tunggu oleh april dan miya yang duduk di tempat biasa.


"gimana nih iz gua gerogi nih ketemu sama april?" ucap daniel di tempat parkir.


"eeyalah udah wes ayok kesana ....jangan gitu Nil loe harus yakin kalo jawaban dari april itu positif." balas gua sembari menarik tangan daniel untuk segera menemui mereka.


"udah lama nunggu?" tanya gua ke mereka berdua.


"gak kok paling cuma 10 menitan gitu kok" balas miya.


"pril loe kok tambah cantik kata daniel barusan" sapa gua ke april.


"ehhhh ..." jawab april kaget.


"kalau mau muji cewek bilang langsung donk jangan nyuruh orang Nil" tambah miya sambil senyum.


daniel seperti orang tercyduk satpol PP terlihat bingung dan glagapan. ya wajarlah lawong gua cuma iseng-iseng aja ngerjai.in daniel.


"ehhh...iya....pril...loe cantik hari ini" ucap daniel kemudian.


"makasih Nil pujiannya" balas april dengan memberi senyuman.


gua yang melihat respon april berfikir kalau april juga memiliki rasa ke daniel dan membuat gua merasa senang.


kami kemudian masuk ke kelas masing-masing. miya menuju kelasnya yang ada di gedung sebelah sementara kami bertiga di gedung yang satunya lagi.


di kelas daniel sudah mulai santai lagi tak terlihat grogi saat seperti di halaman kampus,


gua hanya bisa tersenyum melihat mereka yang begitu dekat itu tanpa mengingat masalah gua yang sedari pagi menjadi beban dalam pikiran gua.


makul hari ini selesai tanpa ada tugas yang dosen berikan kepada kami .sebagai mahasiswa ini adalah anugrah yang sangat membahagiakan meski lebih membahagiakan lagi saat dosen enggak masuk, terutama saat makul pak Burhan.


sepulang dari kampus gua bilang mau pergi pulang terlebih dahulu karna kunci rumah gak sengaja gua bawah ya meskipun itu cuma boong sih ..kalau tanya kenapa gua boong alasannya ya cuma satu biar si Daniel bisa nganterin April ke tempat kerja. ini juga akan menjadi rutinitas mereka kalau nantinya mereka pacaran. gua yang orang ketiga lebih baik menjauhi momen-momen seperti ini agar gak mengganggu hubungan mereka yang sudah mulai mau bersemi itu.

__ADS_1


__ADS_2