Kenapa Harus Ada Cinta

Kenapa Harus Ada Cinta
Hari Libur Pertama


__ADS_3

apa yang biasa gua lakukan saat liburan?


kalau pertanyaan itu muncul jawabannya hanya satu yaitu males-malesan di kamar, karna itu adalah hal terbaik yang sering gua lakukan selama masih saat sekolah SMA dulu. namun ada tiga faktor yang sering menjadi pengganggu saat gua lagi bersantai saat liburan.


1.daniel yang datang kerumah sambil ngajak temennya.


2.daniel yang selalu ngajak gua keluar meski udah gua tolak.


3.daniel yang tak bisa diam saat gua lagi asik baca manga atau pas lagi nonton film.


itu adalah tiga faktor yang bikin gua kesel ke daniel.


berhubung sekarang daniel sudah pacaran sama april mungkin dia tak akan datang kerumah untuk saat ini.


gua yang berfikir seperti itu langsung kembali menuju ke alam bawah sadar lagi alias tidur.


---next time----


gua yang sedang tertidur pulas di kamar terbangun karna ada sesuatu yang tak nyaman berada di dalam selimut.


dengan ke adaan masih menutup mata gua mengira-ngira bahwa yang sedang mengganggu gua itu adalah daniel. soalnya hanya dia yang sering gangguin gua saat tidur.


karna itu gua langsung berpura-pura mengigau agar bisa jailin si daniel.


"guling.....mana guling.....sini loe guling......!" ucap gua sambil meraba-raba ke daniel yang ada di balik selimut.


tubuh daniel terasa aneh saat gua merabanya karna ada sesuatu yang seperti rambut di punggungnya dan juga gua merasa kalau tubuh daniel sekarang agak lebih kecil di tambah lagi dia hanya diam saat gua merabanya.


-mungkin cuma perasaan gua- tegas gua dalam hati.


setelah kedua tangan gua sudah posisi mengunci gua berniat langsung melempar daniel keluar dari selimut sehingga daniel gak bakalan lagi ngejailin gua saat sedang tidur lagi.


gua yang sudah siap kemudian mempererat pelukan tangan gua namun.


"awww...."


terdengar suara yang dimana suara itu bukan suara daniel melainkan suara cewek.


gua kaget dan langsung melepas genggaman gua sambil bergegas membuka selimut untuk memastikan siapa yang ada di baliknya.


rasa bersalah dan juga bingung serentak gua rasakan saat gua tau siapa yang berada di balik selimut itu.


"loh kok loe van!" ucap gua yang melihat stevani yang berada di sana.

__ADS_1


"heheheh liat mas tidur jadi pengen gangguin" balas stevani sambil tertawa kecil.


"aduh van untung tadi gak sampai gua banting!" ucap gua sambil menghela nafas.


"eh kok mau di banting sih mas?" tanya stevani dengan wajah bingung.


"ya iyalah lawong tadi gua kira kalau yang gangguin itu daniel soalnya hanya daniel yang suka gangguin gua saat tidur!" jelas gua ke stevani yang bingung.


mendengar ucapan gua tersebut stevani sangat antusias ingin lebih tau tentang sahabat gua itu.


melihat dia sangat ingin tau akhirnya gua bercerita tentang kebiasaan daniel yang sering gangguin saat gua sedang tidur.


"ngomong-ngomong kok udah ada disini? emang sejak kapan loe kesini van?" tanya gua.


"tadi jam 9 mas!" balas stevani.


gua melihat ke arah jam di hp yang ada di dekat kasur disana menunjukkan pukul 10:23 siang.


"ehh udah lama ya......." ucap gua.


kemudian gua bertanya ke stevani kok bisa masuk ke dalam rumah padahal ibuk sudah berangkat kerja dari tadi pagi.


stevani menjelaskan kalau dia sudah nelfon gua berkali-kali karna gak ada jawaban akhirnya dia menelfon ibuk gua, dan ibuk nyuruh stevani agar masuk saja karna ibuk tau kalau gua lagi tidur di kamar.


"hemmmzz yaudah ayok van... tapi gua mandi dulu ya...!" jawab gua sambil langsung bergegas ke kamar mandi.


---next time---


gua membawa stevani ke pusat pembelanjaan dekat sini, soalnya kalau ngajak dia ke pusat pembelanjaan kota sebelah gak akan cukup waktu.


kami menuju ke cafe tempat yang sering gua datengin saat bersama dengan yang lain.


gua memilih disana karna suasananya yang nyaman dan juga disana kualitas menunya sangat bagus lain dari pada cafe yang lainnya.


saat kami masuk kedalam cafe ternyata ada kebetulan yang tak terduga.


stevani melihat april dan daniel yang sudah duduk di salah satu meja di dalam.


karna stevani melihat mereka berdua akhirnya stevani ngajak gua untuk bergabung bersama mereka.


"hayyy.......kak daniel bak april!" sapa stevani saat kami sudah dekat dengan mereka berdua.


mendengar sapaan stevani daniel dan april menoleh dan membalas sapaan dari stevami

__ADS_1


"eh...... tumben kesini van?" tanya april sambil menyuruh stevani duduk si dekatnya.


"iya bak mas faiz yang ngajak kesini tadi!" balas stevani sambil bergegas duduk di kursi yang april tawarkan.


gua juga ikut duduk di samping daniel meski rasanya kalau kedatangan kami berdua sudah mengganngu acara mereka.


walaupun mereka terlihat senang dengan kedatangan kami berdua namun tetap saja gua merasa tidak enak sendiri kepada mereka.


kami berempat mulai mengobrol satu sama lain selagi menikmati pesanan yang gua pesan tadi. tentu saja gua gak pernah berbicara dengan april saat itu.


gua sesekali memperhatikan stevani dan april yang asik mengobrol membahas masalah-masalah cewek pada umumnya.


sedangkan gua dan daniel hanya bersenda gurau satu sama lain.


mungkin dari sudut pandang orang-orang kami terlihat sangat akrab. namun itu semua tidak sepenuhnya benarkarna ada gua dan april yang meskipun dekat tapi terasa sangat jauh.


waktu memang cepat berlalu dan akhirnya daniel dan april memutuskan untuk pergi.


"iz gua sama april mau pergi duluan.... kalau loe mau ikut ayo!" ajak daniel.


"gak usah nil gua juga mau ke tempat lain sama stevani habis ini" balas gua spontan.


karna gua menolah akhirnya setelah itu daniel dan april pergi dari cafe setelah berpamitan.


"mas kenpa gak ikut bareng mereka?" tanya stevani.


"ya gini van....mereka kan pacaran jadi kita gak boleh ganngu acara mereka!" jelas gua ke stevani.


mendengar itu stevani tidak bertanya lagi dan memilih mengikuti ucapan gua.


setelah agak lama gua mengajak stevani pulang dengan alasan ada tugas kampus yang masih ingin gua kerjakan.


stevani tidak mempermasalahkannya dan malahan dia memberi gua dukungan agar semangat menyelesaikan tugas. meski dia masih anak SMA namun gua kagum dengan sikap dewasanya itu ya walaupun masih terlalu manja sih saat bareng gua.


gua mengantarkan stevani pulang ke rumahnya dan sempat mampir ke dalam karna permintaan tante riani yang ingin mengobrol sedikit dengan gua.


tante riani mengajak gua untuk ikut liburan ke luar negri bersama mereka. dalam hidup ini gua tidak pernah ke luar negri sama sekali. mendengar itu membuat gua sangat tertarik untuk ikut, namun gua harus menolaknya karna gua lebih memilih liburan bersama keluarga gua sendiri.


memang tawaran liburan keluar negri ini sangat jarang gua dapatkan, tapi bisa berkumpul dengan keluarga gua sendiri lebih gua utamakan mengingat kami yang jarang bisa berkumpul dan liburan bersama.


selesai pembicaraan itu gua pun langsung bergegas pulang.


adakah yang bertanya alasan kenapa gua ingin cepat pulang?

__ADS_1


kalau ada yang bertanya ya alasannya karna gua ingin males-malesan dan tidur lagi karna tadi ada sedikit gangguan,😁


__ADS_2