Kenapa Harus Ada Cinta

Kenapa Harus Ada Cinta
Double Date


__ADS_3

seminggu telah berlalu saat gua dan yang lainnya pergi ke vila.


hubungan gua dengan stevani sudah mulai seperti orang pacaran pada umumnya sedangkan april dan daniel juga gak ada masalah ,walaupun akhir-akhir ini april lebih sering curhat ke gua tentang daniel ya wajar saja soalnya gua adalah sahabat deket daniel dari dulu mungkin april masih belum mengerti daniel lebih jauh jadinnya tanya ke gua.


hari ini tepatnya hari minggu kami berencana untuk pergi kencan bersama, so pasti gua bareng stevani dan daniel bersama april.


pagi jam 8 gua sudah pergi jemput stevani dirumahnya, disana om dan tante sudah pergi bekerja jadi kami hanya berdua di rumah stevani.


selesai bersiap-siap stevani dan gua langsung menuju ketempat pertemuan yaitu halte dekat pusat pembelanjaan.


jam 08:30 pagi gua dan stevani sampai di tempat ketemuan. disana april dan daniel sudah menunggu kami.


"ehh maaf gua agak telat Nil soalnya stevani lama tadi" ucap gua ke daniel.


"ihhh mas....itu udah biasa buat cewek yakan bak pril...." sela stevani.


"iya iz wajar kok" april mengiyakan ucapan stevani.


"yaudah ayo berangkat saja ketimbang kelamaan disini" ucap daniel.


kami kemudian berangkat menuju ke Mall Toserba di kota sebelah karna disana adalah tempat yang cocok buat kencan.


sampai di Mall Toserba kami pergi memarkirkan motor kami di tempat parkir umum depan mall tersebut dan mulai berjalan masuk ke dalam mall itu.


kami berkeliling bersama di dalam mall sambil sesekali mampir melihat-lihat barang yang di jual disana.


april dan stevani begitu akrab di kala itu kami sebagai cowok cuma bisa melihat saja.


"bak april ini bagus lohh" ucap stevani.


"ehhh iya van kalau ini gimana?" balas april..


bla...bla....bla......


para cewek terus saja mengobrol dengan asiknya seperti gak ada gua dan daniel disana.


"iz gini ya cewek" daniel mulai mengajak ngobrol gua.


"gini gimana nil?" tanya gua karna ucapan daniel yang ambigu itu.


"ya kalau masalah belanja mereka asik sendiri padahal kita kan niatnya date.!" balas daniel.


"hahahaha setuju gua nil sama kaya' pas gua nemenin ibuk belanja rempongnya minta ampun"


daniel dan gua pun tertawa bersama.....


"ngomongin apa sih?" tanya april ke kami berdua.


"cuma masalah nasib cowok doank kok pril tenang aja" balas gua sambil senyum.

__ADS_1


april pun kembali melihat baju bersama stevani setelah bertanya itu.


barang demi barang sudah di beli oleh mereka berdua dan tugas kami membawa barang tersebut.


"kok jadi kaya' budak ya Nil?" keluh gua ke danil yang bernasib sama.


"gak tau juga gua nil kok malah gini" balas daniel.


"lain kali jangan kesini lagi nil ajak ke tempat yang gak ada orang jualan biar kita gak kaya' gini" usul gua ke daniel.


"ok ok ok bisa diatur iz gampang dah" balas daniel.


sekitar 3 jam kami ikut para cewek belanja dan akhirnya daniel dan gua bersekongkol agar mengajak mereka menjauh dari sini karna kalau di teruskan bisa-bisa kami sampai gak sanggup buat nemenin mereka lagi.


"udah siang ayo kita makan dulu" ajak daniel ke april dan stevani .


"tanggung kak bentar lagi" balas stevani.


"van ayo nanti kesini lagi sekarang makan dulu!" ajak gua ke stevani.


"hemmmzz iya deh mas" balas stevani.


"kamu juga pril ayo makan dulu!" tambah daniel.


"iya iya ayo nil" balas april langsung setuju.


"mission completed".


hal yang gua sadari yaitu mungkin perbedaan umur bisa menjadi faktor tersendiri saat kami mengajak mereka.


contohnya april saat di ajak daniel langsung mengiyakan tanpa banyak keluh.


sedangkan stevani masih sempat mengeluh sebentar di kala itu.


kami kemudian menuju ke lantai 2 disana ada food and Resto tempat bagi para pelanggan yang mungkin lapar saat sedang belanja.


disana kami duduk di meja kosong yang masih tersisa dan langsung memesan makanan.


hari ini banyak sekali orang yang kesini mungkin karna hari libur jadi mereka mengisi liburannya dengan belanja disini atau hanya sebatas bermain di game center.


selesai makan kami memutuskan untuk mengobrol disana terlebih dahulu untuk menikmati waktu yang ada.


kami mengobrol banyak hal satu sama lain,mulai dari gua dan stevani yang pernah kesini bareng. daniel dan april yang kapan hari itu pergi ketaman bersama ,dan masalah gua yang kapan hari itu gak sengaja pecahin gelas satu kardus di restoran.


gua merasa sikap gua yang dulu mulai berubah perlahan saat sering bersama mereka ,banyak pengalaman yang gua dapat dari mereka. andai gua gak bertemu mereka pasti gua masih seperti dulu yang cuma menghabiskan banyak waktu buat main game di rumah.


"mas tanggal 23 desember aku ada try out di sekolah!" ucap stevani ke gua.


"ehh itu besok van kok baru ngomong!" balas gua terkejut.

__ADS_1


"iya aku juga lupa mas yang mau bilang!"


"yaudah nanti langsung pulang ya abis itu belajar"


"iya tapi temenin vani belajar ya mas soalnya banyak materi yang pasti sulit nanti"


"iya iya nanti gua temenin kok" .


stevani orangnya pinter karna dia selalu dapat peringkat 1 di sekolahnya .tapi karna gua tahu kalau soal try out lebih sulit dari pada soal Ujian Nasional jadi gua putusin buat bantu stevani belajar.


"van emang sudah try out ke berapa?" tanya april.


"udah yang ke 2 bak nanti yang ke 3 pas bulan januari" balas stevani.


"ehhh terus UNnya kapan dek?" tanya daniel.


"UNnya bulan maret kak habis ujian semester!" balas stevani.


"semangat kalau gitu ya dek!" ucap daniel


"iya kak"


"loe yang bener ngajarin stevani iz jangan malah di tinggal tidur" tambah daniel .


"iya iya....." balas gua.


lama disana akhirnya gua dan yang lainnya bergegas untuk pulang karna stevani yang mau ada ujian.


jam 4 sore gua sampai di rumahnya stevani .


karna sudah janji mau nemenin dia belajar jadinya gua gak langsung pulang ke rumah.


gua masuk ke rumahnya disana masih kosong gak ada orang mungkin om dan tante masih belum pulang.


"van om masih belum pulang gimana kalau kita belajar nanti saja " ucap gua.


"loh kenapa emangnya mas?" tanya stevani.


"ya gak enak gua van soalnya cuma ada kita berdua disini".


"udah gak apa-apa mas .lagian mas kan gak mau ngapa-ngapain vani ngapain gak enak sendiri?"


"iya sih van".


"lagian kalau mas mau ngapa-ngapain vani juga gak apa-apa kok asal nanti tanggung jawab" ucap stevani goda gua.


" ngaco loe van gak usah ngomong gitu"


setelah itu gua masuk ke kamar stevani untuk menemaninya belajar.

__ADS_1


__ADS_2