
siang ini kami berenam langsung tidur siang di kamar masing-masing karna lelahnya perjalan saat ke sini.
om daniel langsung pulang saat selesai mengantar kami udah sempat di ajak untuk menginap bersama kami tapi karna ada urusan lain dia memilih untuk pulang.
suasana siang disini lain halnya dengan di kota meskipun cuacanya sama-sama panas tapi udara disini lebih sejuk dari pada di kota.
sore hari pun menjelang dan gua pun terbangun karna merasa ada sesuatu yang berat menganjal tangan kanan gua.
gua mencoba membuka mata perlahan dan gua dapati stevani tertidur di samping gua dengan tangan kananku sebagai bantalnya.
gua bingun kenapa stevani ada di kamar gua, mungkin dia masih belum nyaman saja bersama miya pikir gua di kala itu.
ingin rasanya gua membangunkannya tapi saat gua lihat stevani tidur dengan lelapnya akhirnya gua membiarkannya dan kembali memejamkan mata dengan harapan agar stevani segera bangun.
-tok..tokk..tokkk...-
"iz udah bangun belom? kalau kamu udah bangun aku masuk ya" terdengar suara april dari balik pintu kamar.
"bentar pril pintunya masih gua kunci biar gua aja yang bukak" ucap gua beralasan.
setelah itu gua pun bergegas langsung menarik tangan gua yang di tiduri stevani dengan pelan dan menggantikannya dengan bantal yang tadi gua gunakan.
"iya pril ada perlu apa?" tanya gua sambil membuka pintu kamar.
"barusan daniel nyuruh aku ambil senter iz ,katanya kamu yang bawa" balas april.
"oh ada di tas pril tunggu gua ambilin dulu" balas gua dan pergi mengambil tas yang gua taruh begitu saja saat baru datang.
karna pintu nggak gua tutup lagi akhirnya pintu kamar terbuka lebar.
April melihat ke arah kasur gua karna ada seseorang yang sedang tidur disana.
"loh kok ada stevani iz?" tanya april kaget.
"iya gua juga gak tau pril tadi pas bangun tau-tau udah ada stevani disana." balas gua.
"ehh yaudah mana senternya iz?" pinta april dengan suara yang agak kesal.
gua memberikan senter itu ke april dan april langsung mengambilnya dan langsung keluar dari kamar.
"maaf udah ganggu kalian bermesraan" tambah april sambil menutup pintu.
mendengar itu gua merasa seperti habis tercyduk saat melakukan hal yang tak senonoh saja dengan stevani. sopontan gua merasa kesal juga karna ucapan april itu gak beralasan sama sekali. karna kebenarannya gua gak bermesraan sama stevani. yang ada hanya gua baru bangun dan udah ada stevani di samping gua.
"apaan sih sikap april kok gitu"
"emang gua keliatan mesra-mesraan tah sama stevani?". guamam gua sendiri.
"ada apa kak?" tanya stevani yang baru bangun.
"gak ada apa-apa kok dek cuma ngomong sendiri" balas gua.
__ADS_1
"hemmmzzz yaudah kak...... stevani ke kamar dulu mau mandi" ucap stevani yang kemudian berjalan keluar dari kamar gua.
karna gua masih sedikit kesal dengan april gua sampek lupa mau tanya ke stevani kenapa dia tidur di kamar gua.
malam sudah datang dan kami bersiap makan malam bersama di vila.
makanan disana sudah di sediakan oleh istri penjaga vila yang tadi sudah kesini.
pilihan menunya sangat sederhana namun terlihat mewah dengan sayuran sebagai menu utamanya.
rasa masakan tersebut bisa di bilang sangat enak menurut gua mungkin karna gua gak pernah makanan seperti ini di rumah.
Selesai makan kami kemudian berkumpul di lantai dua untuk bermain game bersama.
"sekarang waktunya main kartu nih " ucap daniel.
"ayo ayo nil" balas miya.
"saya gak ikut kak?" ucap lila adik april
"emang kenapa dek?" tanya daniel ke lila.
"yaa saya gak tau kak cara mainnya mending saya lihat saja" balas lila.
"yaudah kalau gitu dek....yang lain gimana ? tanya daniel ke kami.
kami berlima setuju untuk bermain karna memang permainan seperti ini wajib saat menginap bersama.
"ehhh emang gimana hukumannya?" tanya april.
"nanti kalian semua nulis hukumannya di kertas habis itu dimasukin ke kotak, yang poin tertinggi boleh mengambil hukumannya kemudian yang poin terendah harus ngikutin hukumannya gimana?" ucap miya.
"ehhh ok ok kalau gitu......tapi gak boleh hukuman kekerasan " tambah daniel.
kami setuju dan duduk melingkar sedangkan lila sebagai jurinya.
disamping gua ada stevani sama miya, samping miya ada daniel di ikuti april disampingnya lagi.
kami bermain dengan serius karna enggak mau kenak hukuman.
permainan pertama di menangkan oleh april dan yang kalah daniel, hukumannya joget ntah apa yang merasukimu sambil nyanyi.
daniel melakukannya tanpa malu dan kami semua sepontan ketawa bersama....
di permainan berikutnya gua aman karna permainan seperti ini gua sangat paham betul seluk beluknya jadi gak mungkin gua kalah.
namun itu gak seperti yang gua pikirkan di permainan ke 7 gua kalah telak dan yang menang adalah stevani.
stevani mengambil kertas hukuman dari kotak dan melihatnya.
stevani diam untuk sesaat dan kemudian membacanya.
__ADS_1
"cium orang di sampingnya!" ucap stevani.
gua kaget stengah mati kenapa ada hukuman kaya' gini.
"eh siapa yang ngaco nulis kaya' ginian?" tanya gua.
"aku iz" balas miya.
"yaelah miy kenapa nulis hukuman gini?" tanya gua
"ya soalnya gua bingun iz mau nulis apa ya iseng -iseng aja aku nulis gituan." balas miya.
"lagian kan samping loe ada stevani jadi hukumannya gak masalah kan karna kalian udah di jodohin" balas miya.
"ya......" belum sempat bicara daniel langsung ngomong.
"udah wes iz sana cium stevani gak ada yang ngelarang kok lagian ini hukuman buat yang kalah....gua aja tadi joget-joget kaya' orang gila masa loe mau lari"
"iya iz udah sana cium stevani wes" tambah miya .
mereka terus saja maksa gua sampai akhirnya gua ngikutin kemauan mereka meski gua lakuin cuma karna hukuman saja gak ada niat lain.
gua menghadap ke arah stevani dan memegang pundaknya.
tatapan temen-temen yang lain hanya tertuju ke gua yang tambah membuat gua merasa gerogi.
stevani menutup matanya mungkin karena malu dan gua mulai mendekatkan wajah gua ke arah stevani gua sempat berfikir harus mencium apa? karna kelamaan berfikir akhirnya gua mencium kening stevani.
"yahhhh..............
terdengar suara miya yang kecewa.
"kenapa reaksi loe gitu miy" tanya gua setelah itu.
"aku kan pengen kamu ciuman mesra gitu" balas miya.
"ih ngaco loe miy" balas gua.
"eh aku mau ke toilet dulu ya..." ucap april yang kemudin langsung pergi ke arah tangga.
gua dan yang lainnya hanya melihat april dari sana karna mungkin dia udah kebelet sedari tadi.
kami menunggu april datang agar bisa melanjutkan gamenya lagi namun sudah 15 menitan april belum juga kembali.
"kak aku mau lihat mbak dulu di toilet" ucap lila karna mbaknya gak datang-datang juga.
"oh iya dek " balas daniel.
setelah agak lama lila datang dengan terburu-buru...
"mbak gak ada di toilet dan aku juga lihat di kamar gak ada gimana nih?" ucap adiknya itu.
__ADS_1