Kenapa Harus Ada Cinta

Kenapa Harus Ada Cinta
Kebetulan


__ADS_3

kasur di hotel ini sangat nyaman, gua membaringkan badan disana seakan-akan membuat tubuh ini di telan olehnya.gua langsung melihatnya.


disana ada pesan dari stevani dan juga nomor baru. gua melihat pesan dari nomer baru tersebut karna penasaran.


"iz ini nomer aku save ya....🤗"


gua melihat profil yang ada di info ternyata nomor ini milik Andini.


"ok din,👌" balas gua yang kemudian membaca pesan yang di kirim stevani.


stevani mengirim foto dirinya yang ada di luar negri, gua melihat foto tersebut dengan senyuman karna dia terlihat sangat senang di sana.


tak lama kemudian gua membalas pesan stevani dan langsung memejamkan mata karna rasa kantuk yang perlahan telah menguasai.


rasa nyaman dari kasur hotel itupun membuat gua langsung tertidur pulas meski masih terlalu awal dari kebiasaan gua tidur.


---Next time---


pagi telah menjelang dan gua langsung bergegas bagun dari kasur untuk segera menikmati suasana di hotel hari ini.


"iz ibuk mau ke tempat spa kamu jalan-jalan saja hari ini dan jangan lupa nanti malam ada pesta perayaan tahun baru kamu cepet-cepet balik nanti." ucap ibuk yang sudah menunggu gua keluar dari kamar.


gua mengiyakan ucapan ibuk dan langsung keluar dari kamar hotel itu.


saat gua sedang menuju ke lift di ujung koridor tal disangka Andini baru keluar dari dalam kamar hotelnya.


"pagi Din...." sapa gua ke andini.


"pagi juga iz.... mau kemana kamu sekarang iz?" balas andini sambil bertanya.


"ya mau keliling lagi Din!".


"ehhh aku boleh ikut gak? soalnya aku gak ada temen nih...!" pinta andini.


"yaudah ayo Din kalau gitu!"


akhirnya gua dan andini pergi bersama untuk pergi bersama-sama.


kami berjalan ke area pantai karna menurut kami disana tempat yang bagus untuk memulainya.


orang-orang memenuhi pinggiran pantai dengan penuh kegembiraan yang terpancar dari raut wajah mereka.


ada yang berbaring di pinggiran, ada juga yang berselancar ria sambil berenang, ada yang bermain voli dan ada juga yang hanya bermain pasir.


"iz ayo kalau mau renang di pantai!" ajak andini yang semangat.


"eh males ah... lagian gua gak bawa baju renang nih!" balas gua beralasan.


"tenang iz disana ada tempat sewa baju renang jadi ayok wes!" ucap andini yang langsung menarik tangan gua tanpa mendengar balasan dari gua.

__ADS_1


karna sudah terlanjur di bawa kesana akhirnya gua ngikutin kemauan andini tersebut.


gua yang sudah selesai berganti pakaian renang menunggu andini di luar.


tak lama kemudian andini keluar dengan pakaian renang yang ia sewa.


sungguh body yang mengesankan eh maksudnya sungguh pakaian renang yang sangat cocok buat andini. ia memakai baju renang warna putih yang begitu kontras dengan warna kulitnya yang putih.


aura yang terpancar dari dirinya mungkin membuat para cowok terkesima di tambah wajahnya yang manis membuat dia sangat terlihan cantik.


sebagai seorang cowok gua pun berfikir demikian gak mungkin gua melewati pemandangan yang seperti ini.


"eh jangan liat gitu napa iz!" ucap andini yang terlihat malu.


"ohh maaf maaf din....soalnya baru kali ini gua lihat loe pakai baju renang!" jelas gua.


"hemmmzz gimana cocok gak?" tanya andini sambil memperlihatkan lagi baju renangnya.


"iya sangat cocok buat loe👍!"


gua teringat waktu pas SMA dulu andini pernah di tembak oleh ketua osis ya walaupun andini menolaknya sih waktu itu.


dia juga pernah di tembak oleh guru magang yang kebetulan PPL disana meski juga di tolak sih.


emang gini ya kalau ceweknya cantik banyak yang nembak. tapi gua juga penasaran kapan ya gua tau dia pacaran? seingat gua sih kaya'nya andini gak pernah punya pacar meski dia sangat populer di sekolah dulu.


gua merasa tatapan orang-orang tertuju ke kami eh maksudnya ke andini. gua yang cuma orang hanya bisa menahan tatapan iri mereka dengan sesabar mungkin.


gua dan andini berenang di pinggiran karna ombak yang ada begitu tinggi.


kami bermain lempar bola dan sebagainya bersama sampai-sampai waktu tak terasa sudah semakin panas.


"din ayo istirahat dulu!" ajak gua yang sudah merasa capek.


"iya iya iz ayo" balas andini sambil bergegas keluar dari air.


kami beristirahat di bawah pohon kelapa yang kebetulan ada tempat duduknya.


"gua mau beli minum dulu din....loe mau apa?" tanya gua.


"apa aja wes iz yang penting es!" balas andini.


gua kemudian pergi meninggalkan andini untuk membeli minuman.


saat gua kembali terlihat dari kejauhan andini sedang bebicara dengan dua orang cowok.


mungkin mereka temennya andini pikir gua, namun saat melihat kedua orang itu agak memaksa andini tanpa sadar kaki ini mulai berjalan sendiri.


"din siapa mereka?" tanya gua sambil melihat ke andini.

__ADS_1


"gak tau aku iz!" balas andini agak ketakutan.


melihat itu gua menarik tangan salah satu cowok yang memegang tangan andini.


"LOE SIAPA ?" tanya orang tersebut dengan nada kasar.


"gua pacarnya emang mau apa kalian?" balas gua dengan nada agak tinggi juga.


dalam hati.


-aduh gawat kalau mereka ngajak berantem mampus gua-


"cih udah punya pacar....ayo cari yang lain saja!" ucap orang tersebut ke temannya yang kemudian pergi meninggalkan kami.


"loe gak apa-apa Din?" tanya gua khawatir.


"gak apa-apa kok iz....makasih!" balas andini.


"gua yang seharusnya minta maaf din soalnya kelamaan beli minum!"


"gak kok iz"


"udah ini minum aja dulu din biar lebih tenang!" ucap gua yang ikut duduk di sebelahnya sambil memberikan minuman yang gua beli.


"iz liat deh ada perahu karet di tengah pantai!" ucap andini sambil menunjuk ke arah laut.


gua mencari-cari keberadaannya dan terlihat memang ada kapal karet di tengah laut dengan seseorang di atasnya.


"iya din .... ayo kita lihat lebih dekat....!" ucap gua yang langsung berjalan mendekat.


saat gua sampai di pinggiran pantai terlihat seorang gadis yang kaya'nya gua kenal dengan tatapan bingung ke arah laut.


gua mendekati gadis tersebut dan ternyata dia adalah Lila adiknya april.


"dek ada apa?" tanya gua ke lila.


lila melihat ke arah gua dengan badannya yang sedikit bergemetar.


"kak...kak faiz....mbak kak....mbak....!" ucap lila terbata-bata.


mendengar kata mbaknya gua langsung ikut panik.


"iya .....ada apa dengan april dek? coba ngomong yang tenang !" gua mencoba menenangkannya untuk mendengarkan apa yang ingin dia katakan.


"mbak terbawa ombak kak ke tengah laut.... dia...dia gak bisa berenang kak gimana kalau ada ombak nantinya?" jelas lila.


seperti mendung yang tiba-tiba menyambarkan petir.


saat gua mengetahui itu rasa khawatir tiba-tiba melanda.

__ADS_1


__ADS_2