
pagi ini gua bangun agak kesiangan gak tau kenapa alarm gua yang biasa membangunkan gua dari tidur tidak menyala, mungkin gua lupa menyetelnya atau gimana gitu gua gak ngerti..
jam menunjukkan jam 08:45 masih ada waktu 15 menit sebelum makul kuliah di mulai dengan terburu-buru gua mandi dan langsung mengeluarkan motor baru gua dari garasi dan mulai berangkat menuju ke kampus.
"untung gua tadi malem di belikan motor " kata gua dalam hati. "lagian tumben nih Daniel gak nyamperin gua" tambah ku sambil melaju di jalan.
jarak antara kampus dengan rumah tidak terlalu jauh , biasanya 20 menitan gitu kalau bareng daniel. tapi kusus hari ini gua bisa sampai kampus kurang lebih 10 menitan.ini rekor baru buat gua .
sesampainya di kampus gua liat jam di hp yang menunjukkan pukul 09:15 ,gua pun langsung berlari menuju kelas sedari tempat parkir .
gawat ....gawat.... kata itu yang hanya ada dalam benak gua.
ku buka ruang kelas ternyata dosen belum datang ,seketika gua langsung lega . karna dosen belum datang gua pun langsung menuju ke tempat dudukku yang biasa disana sudah ada Daniel dan April yang sedang mengobrol.
"eh Nil tumben loe gak mampir kerumah" tanya gua ke daniel sambil duduk di bangku gua.
"kata siapa gua gak mampir gua lama nunggu loe di luar, karna loe gak keluar-keluar mungkin loe udah berangkat menurut gua Iz.....ya gua langsung aja ke kampus." jawab daniel.
"owalah gua masih tidur itu Nil soalnya alarm gua gak idup tadi....maaf wes kalo gitu" balas gua sambil menjelaskan.
"iya gak apa-apa" jawab danil santai.
"untung dosen belum datang iz kalo gak bakalan ketambahan tugas lagi kamu ntar" tambah April .
"hahaha iya nih mungkin hari ini gua lagi hoki" jawab gua sambil ketawa sendiri.
"mana ada hoki telat yang ada apes lu iz" gurau daniel sambil ketawa.
agak lama kemudian dosen datang dan kami pun langsung memulai makul hari ini.
jam 12:00 makul hari selesai kami pun langsung keluar.
"sekarang cuma satu makul yok nongkrong dulu ke cafe" ajak danil.
" boleh juga tuh " tambah gua.
"ayok kalau gitu " jawab April setuju.
kami bertiga berjalan keluar dari kampus menuju halaman dan bertemu Miya yang kebetulan juga sudah pulang.
"eh miya ...udah pulang juga kamu" tanya april kepada miya.
"iya pril sekarang cuma satu makul soalnya" jawab miya.
"kalo kamu gak sibuk yuk ikut kita ke cafe" ajak April ke sahabatnya itu.
"ke cafe ya....boleh kalo gitu" jawab miya setuju.
"kalo berempat kita jalan kaki dong soalnya sepedanya cuma satu" sela daniel.
"ngapain jalan kaki Nil gua sekarang bawa motor juga sekarang" tambah gua.
"ehhh tumben" jawab daniel singkat.
"yaudah kalo gitu aku bareng Daniel ya April bareng sama kamu wes iz" usul miya sambil melihat gua.
"iya dah" jawab gua.
"kolo gitu gua ambik motor dulu di parkiran kalian tunggu saja di depan" tambah gua sambil berjalan menuju tempat parkir bareng daniel.
"widihh motor baru ya" goda daniel ke gua.
"apaan sih loe nil " balas gua.
"ayok wes kasian april sama miya kelamaan nunggu" tambah gua..kami pun langsung menuju ke depan kampus.
"ayok wes " kata gua saat sampai di depan kampus, seperti yang tadi usul miya gua boncengan sama april terus miya bareng Daniel.
kami berempat pergi ke cafe langganan dekat pusat pembelanjaan dan nongkrong disana.
disana kami ngobrol banyak hal mulai masalah tugas, dosen killer, gua yang kerja bareng april, juga membahas masalah yang lain-lain.
waktu berlalu begitu cepat saat kami menikmati kebersamaan ini. jam menunjjukkan hampir jam 4 sore. karna gua dan april ada kerja part time akhirnya mengakhiri kebersamaan kami ini. Danil nganterin miya pulang dan gua sama april bergegas menuju tempat kerja.
tidak butuh waktu lama untuk ke tempat kerja karna sekarang gua bawa motor.
DI tempat kerja.
selesai ganti baju kerja gua langsung mulai tugas seperti kemaren .gua menyambut pelanggan yang sudah mulai berdatangan dan menyatat semua pesanan mereka .
__ADS_1
hari ini seperti kemaren dimana pelanggan yang datang lumayan ramai. membuat gua tambah bersemangat untuk mencoba yang terbaik di pengalam kerja pertama gua ini.
pelanggan silih berganti dan tak terasa sudah waktunya gua istirahat. hari ini gua istirahat bareng roni staf waiter sama seperti gua.
"hadehh sekarang pelanggan rame yak....gua sampek capek banget mondar mandir dari tadi" keluh roni sambil memulai percakapan.
"eh iya gua juga gitu ron....apa lagi pas ngelayanin ibuk-ibuk rempongnya hadehhhh ampun dah" balas gua agar lebih akrab dengan temen sepekerjaan ini.
"hahaha betul banget Iz" balas Roni.
"nomer WA loe berapa Ron ? ,nanti kalo ada apa-apa kan enak gua tanyak ke loe" tanya gua sambil mengambil hp dari kantong celana.
"nih catet aja " roni memberikan honya ke gua dan langsung ku tulis nomernya di hp gua.
Trekkkkk... suara pintu kebuka.
gua melihat ke arah pintu disana ada cewek yang masuk. ternyata si anak bos yang masuk.
"eh dek Stevani tumben kesini, kangen sama abang ya" goda roni ke anak bos itu.
"ih GR lu bag" jawab dia sambil berjalan ke arah gua dan duduk di kursi depan gua.
"kemaren malem kok gak chat aku ?" tanya dia sambil memasang wajah serius.
"eh gua lupa " jawab gua beralasan.
"kok bisa lupa sih kak, kan aku sudah bilang langsung chat" balas dia .
"ya namanya juga lupa mau gimana lagi dek" balas gua.
"yaudah mana hpnya kakak aku mau catat nomer kakak" kata dia sambil meminta hp gua. tanpa bisa beralasan lagi akhirnya terpaksa gua kasih hp gua ke dia. dan dia pun langsung mencatat nomer WA gua di hpnya.
"nih kak " sambil mengembalikan hp gua .
"itu nomer Wa ku kak" tambah dia .
gua lihat tertera disana ada chat masuk bertulis stevani di hp gua. ternya dia sudah nulis kontaknya juga di hp gua.
"oh iya dek" jawab gua singkat.
"nama kakak Faiz ya boleh manggil kak faiz?" tanya dia ke gua.
"stevani aja sudah kak" balas dia sambil senyum.
"ya sudah kalo gitu gua panggil dek stevani sudah" balas gua sambil balas senyumnya itu.
"stevani mau pulang sudah ...bye-bye kak faiz... bye-bye juga bang Roni" ucap stevani sambil keluar dari ruangan ini.
"wahhh kayaknya bakalan ada sesuatu nih " sambut roni yang sedari tadi ngelihatin kami.
"sesuatu apaan sih ron " tanya gua bingung.
"ya sesuatu pokoknya " balas roni sambil senyum licik.
"resek lu ron ambigu banget perkataan loe gua gak paham" balas gua ke roni.
"hahahhahah" roni ketawa dan berjalan ke arah pintu.
"udah yok waktunya kerja lagi" tambah roni yang sudah membuka pintu.
gua pun langsung bergegas menyusul roni yang sudah keluar lebih dulu.
di depan kasir gua nunggu april untuk berganti.an istirahat, gua lihat april sudah selesai mengantarkan makanan dan pergi menghampiri gua yang sedang menunggunya.
"tadi Stevani nyari.in kamu Iz emang ada apa?" tanya april ke gua.
"gak ada apa-apa kok pril cuma nanyak kemaren malem kok gak ngechat dia gitu" jawab gua menjelaskan.
"oh terus gimana" tanya april lagi.
gua lihat ada pelanggan yang baru datang sepontan gua meng akhiri obrolan gua dengan april.
"lanjut nanti dah pril ngobrolnya gua mau kesana dulu" ucap gua sambil menunjuk ke arah pelanggan yang baru masuk.
"iya sudah " jawab april singkat. dan gua pun langsung berjalan ke arah pelanggan tersebut.
hari sudah mulai larut malam dan pelanggan pun sudah banyak yang bergegas untuk pulang ke rumah mereka masing-masing. saat semua pelanggan sudah pulang kami pun menutup restoran tersebut dan mulai membersihkan ruangan.
jam 10 malam para pegawai di persilahkan untuk pulang gua dan april pun langsung keluar dari restoran tersebut.
__ADS_1
"ayo pril bareng pulangnya" ajak gua ke april.
"oh iya ayo " jawab april sambil naik ke motor gua.
gua pun langsung menyalakan motor dan mulai menjalankannya.
"yang tadi itu gimana iz?" tanya april tiba-tiba.
"yang tadi apa pril" jawab gua bingung.
"itu loh masalah stevani" balas april.
"oh yang itu toh"
"iya terus gimana "
"ya gua alasan lupa pril pas di tanya sama dia"
"lalu ..gimana lagi?"
"terus dia minta hp gua pril mau catat nomer wa gua"
"sama kamu di kasih iz hpnya "
"ya di kasih pril lawong hp gua pas itu gua pegang"
"hemmmzz" jawab april singkat kemudian diam.
sampai di depan rumahnya april. april turun dari motor gua dan langsung masuk tanpa ngomong apa-apa.
karna sikap april yang aneh gua pun tak banyak bertanya dan langsung pulang ke rumah....
,.............................\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=....................
DI SISI LAIN
•••••••••••\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=°°°°°°°°°°°°°°°
di dalam kamar April.
terlihat april yang sedang membaringkan tubuhnya di kasur sambil memeluk guling yang ada disampingnya.
"kenapa ya dengan ku " kata april pelan
"kenapa aku merasa aneh saat mendengar itu.....padahal mereka cuma bertukar kontak WA doang gak lebih...apa gua yang anehya?" ucap april dalam pikirnya.
"apa mungkin aku gak suka liat faiz di deketin cewek lain? ...." tanya april ke dirinya sendiri.
"gak mungkinlah lawong aku dan faiz cuma sebatas teman aja gak lebih" sangkal april
"tapi kenapa ya ??" pertanyaan itu yang hanya ada di kepalanya saat ini .
April kebingungan dengan perasaan dirinya itu dia terus memikirkan hal tersebut berkali-kali berharap ada sebuah jawaban yang akan dia temukan, namun mencoba sekeras mungkin april tetap tidak menemukan jawaban yang pas dan akhirnya dia pun menyerah.
"Huffffffff apaan ini?" keluh april keras sambil melempar guling yang dia peluk sedari tadi itu.
"kalo mikir ini terus gak bakalan selesai nih ...lebih baik aku mandi aja wes biar kepalaku lebih dingin dan siapa tau nanti aku dapat jawaban yang pas" ucap april sambil bergegas pergi mandi .
di kamar mandi tetap saja april masih memikirkan itu gak bisa melupakannya .
selesai mandi april kembali membaringkan badannya lagi di kasur dengan rambut yang masih agak basah itu.
"hadehh...." keluh april lagi sambil menutup kedua matanya.
"mungkin kah kalo aku gak mau ada yang lebih deket dengan faiz dari pada aku?" tapi kalo gitu akunya egois donk, faiz juga butuh temen selain aku dan daniel agar faiz bisa lebih banyak mengenal orang-orang yang bisa dia panggil temen." pikir april positif.
"saat faiz banyak temen kemudian lupa sama aku gimana ya? tapi itu gak mungkin soalnya aku yang paling mengerti faiz " bantahnya.
kemudian april teringat stevani anak bos di tempat kerjanya itu.
april pun kemudian langsung membayangkan stevani dekat dengan faiz dan perlahan lahan melupakan dirinya.
April langsung membuka matanya dan segera menghentikan hayalannya itu. kemudian april bangun dari kasur untuk duduk.
"ehhhh....."air mata tanpa sadar keluar dari balik mata april dan menetes melewati pipinya. april mengusap air mata yang perlahan keluar itu.
"apa -apaan ini kenapa aku menangis" ucap april.
"gak mungkin aku nangis gara-gara itu" bantah april yang terus mengusap air mata yang terus keluar itu.
__ADS_1
malam itu pun menjadi hal yang baru bagi april.