
tidur di tempat baru itu tidak senyaman tidur di tempat sendiri, ini yang gua rasakan sekarang.
jam 1 pagi gua terbangun dari tidur, suasana kamar yang begitu asing membuat gua sulit untuk tidur nyenyak, meskipun kasur disini sangat nyaman.
ya mungkin gara-gara tidur di rumah calon mertua mungkin hahahahah
gua coba memejamkan mata kembali agar bisa kembali tertidur namun tak bisa gua lakukan.
gua duduk di samping kasur sambil memandangi jendela yang waktu itu terbuka.
gelap gulita yang bisa gua lihat dari balik jendela itu karna bulan tak lagi nampak dari sini.
"hemmzz kebelet"
gua keluar dari kamar untuk mencari toilet ,seingat gua toiletnya ada di samping ruangan ini jadi gua langsung berjalan kesana.
lampu toilet terlihat hidup mungkin saja disini lampu toiletnya emang sengaja di hidupkan agar lebih mudah di temukan.
gua pun masuk tanpa mengetuk pintu tersebut dan hasilnya ternyata ada seseorang di dalam yang sedang menghadap ke cermin toilet itu.
gua melihat kaca itu dan.....
wajah seseorang yang putih seperti setan terpampang disana serentak gua kaget dan mencoba keluar dari toilet.
"loh mas faiz?" sapa orang tersebut sambil melihat ke arah gua yang sedang berusaha membuka pintu.
gua melihat ke arahnya karna suaranya yang begitu familiar itu.
"aduh van gua kira loe hantu tadi" balas gua yang kembali tenang.
"eh mana ada hantu disini mas ngaco kamu!"
"emang ada kok sekarang van.."
"yang bener???....mana mas?" balas stevani yang mulai risih.
"coba lihat ke cermin van" ucap gua sambil menghampirinya.
stevani pun melihat ke arah cermin seperti yang gua suruh.
"ini dia setannya" tambah gua sambil menunjuk ke arah stevani.
"ih mas nyebelin" balas stevani sambil mukul gua pelan.
"hehehe bercanda kok"
"iya iya mas gak apa-apa kok"
"oh iya kok mas udah bangun jam segini?" tanya stevani.
"gua kebelet tadi van jadinya kesini.....eh pas nyampek disini kebelet gua ilang karna loe kaya' setan" canda gua.
"ih mas kah....vani bukan setan koh" balas stevani.
"iya bercanda kok.....emang ngapain loe pakek gituan van pas malem gini?" tanya gua.
"ya perawatan mas apa lagi?"
"ehhhh....baru tau gua van kalo perawatannya seperti setan ini"
"iya ini juga vani ingin bersihin mas biar gak di katain setan mulu...."
__ADS_1
"yaudah bersihin van.....gua masuk ke kamar mandi dulu udah kebelet lagi nih soalnya"
"iya dah mas"
gua pun masuk ke dalam kamar mandi dan langsung pipis disana.
setelah selesai gua pun langsung keluar lagi.
stevani sudah selesai membasuh wajahnya itu dan langsung mengelapnya.
"yaudah van gua mau balik ke kamar lagi" ucap gua sembari keluar dari toilet tersebut.
di kamar, gua masih saja sulit tidur yang gua lakuin cuma guling-guling gak jelas disana. siapa tau nanti ketiduran kalau udah PW(posisi wenak).
tok....tokk..tokkk..
"mas udah tidur belom?" tanya stevani di balik pintu.
"blom kok van ada apa?" balas gua.
stevani pun masuk ke kamar gua setelah itu.
"vani boleh gak tidur disini juga?" ucap stevani sambil duduk di samping gua.
"ya gak boleh dek takutnya nanti jadi masalah ke om dan tante"
"ya mas kah" keluh stevani.
"lagian kenapa gak tidur di kamarnya sendiri van?"
"ya vani pengen sama mas aja sekarang!"
"hemmmmmzz"balas stevani dengan membuang nafas.
melihat stevani seperti itu gua pun merasa kalau dia sangat ingin bersama gua untuk sekarang. tapi sebagai cowok sejati gua gak ingin dia terlalu manja seperti ini meskipun kita udah saling di restui oleh orang tua kita masing-masing tetap saja gua gak ingin membuat masalah untuk mereka semua.
"ayo mas anterin vani ke kamarnya" ucap gua perhatian.
"ya wes mas.....tapi sebelum itu cium vani donk!" balas stevani.
"ehhhhh kok gitu....?" tanya gua yang bingung.
"kan mas gak mau aku tidur disini jadinya sebagai balasnnya..... boleh donk hanya sekedar cium vani." jelas stevani.
"yaudah kalau gitu gua turutin"
kemudian gua mencium kening stevani sambil mengusap rambutnya dengan lembut.
"udah sekarang ayo balik ke kamarnya van!" ucap gua setelah itu.
"emmmmzz iya sudah mas" balas stevani dengan nada suara yang agak kecewa.
gua mengantarkan stevani kembali kekamarnya meski hanya disamping kamar gua tempatnya.
"selamat tidur dek" sapa gua ke stevani yang sudah membuka pintu kamarnya.
"iya selamat tidur juga mas" balas stevani.
-di dalam kamar-
gua mengambil hp dan melihat jam yang ada disana waktu menunjukkan pukul 1 lewat 45 menit masih banyak waktu buat gua untuk tidur lagi.
__ADS_1
meski agak susah tapi akhirnya gua pun berhasil tertidur.
---next time----
"mas...mas.. ayo bangun kita sarapan bareng... udah pagi nih" terdengar suara stevani yang berusaha membangunkan gua dari tidur.
gua mencoba membuka mata karna stevani bilang kalau sudah pagi.
disana terlihat stevani yang sudah memakai seragam sekolahnya dengan rapi menarik tangan gua.
"woaahhhhh.....udah jam berapa van?" tanya gua sembari mencoba duduk.
"udah jam 6 pagi mas.....ayo cuci muka abis itu ke ruang makan ya....." balas stevani.
"iya van".....
kemudian stevani keluar dari kamar .
gua yang masih agak pusing bergegas mencuci muka di kamar mandi dan setelah itu langsung menuju ke ruang makan.
-di ruang makan-
terlihat disana tante dan om juga stevani sudah duduk bersama bersiap untuk sarapan.
melihat itu gua pun langsung menghampiri mereka dan ikut duduk disan.
"selamat pagi om.....tante" sapa gua ke mereka.
"pagi juga nak faiz..." balas mereka.
"gimana tidurnya nak?" tanya om bambang.
"agak susah om soalnya masih asing buat saya" balas gua.
"itu wajar saja nak.... nanti kalau kalian sudah menikah juga gak bakalan begitu lagi" ucap om bambang.
"masih lama loh pa...." tambah stevani.
"iya papa cuma bercanda kok van" balas om bambang.
"yaudah makan dulu jangan kebanyakan ngobrol nanti vani telat ke sekolahnya" sela tante riani .
mendengar itu kami pun mulai sarapan bersama meski cuma ada kami beremopat namun terasa sangat nyaman ya wajar buat gua yang jarang sekali makan bersama pas di rumah. jadi hal seperti ini terasa sangat nyaman buat gua.
selesai sarapan om bambang bersiap mengantarkan stevani ke sekolahnya...
dengan cepat gua menawarkan diri agar gua saja yang mengantarkan stevani ke sekolah.
"om biar saya yang nganterin stevani....sekalian juga saya mau pulang soalnya nanti ada kuliah om!" ucap gua.
"oh iya sudah.... nak faiz biar kamu saja yang anterin stevani kalau gitu." balas om bambang.
karna sudah di beri ijin akhirnya gua yang mengantarkan stevani ke sekokahnya.
jam 7 kurang 10 menit gua sampai di sekolah stevani.
"mas vani masuk sekolah dulu ya" ucap stevani.
"iya van semangat sekolahnya ya" balas gua.
gua yang selesai mengantarkan stevani ke sekolahnya kemudian langsung bergegas pulang ke rumah karna nanti masih ada kuliah.
__ADS_1