Kenapa Harus Ada Cinta

Kenapa Harus Ada Cinta
Malam Tahun Baru


__ADS_3

"iz bangun nak ada temenmu yang nanyain !"


gua mencoba untuk bangkit dari tidur karna ibuk yang membangunkan gua.


"siapa buk?" tanya gua ke ibuk yang berada di dekat gua.


"itu temen SMA kamu nak....ibuk lupa siapa namanya!"


seingat gua teman SMA yang ada disini cuma Andini. mengetahui itu gua langsung bergegas menemui dia yang ada di luar kamar hotel.


"maaf maaf din tadi gua ketiduran!" ucap gua setelah menemuinya.


"iya gak apa-apa kok....cepetan ganti baju dulu iz habis itu kita jalan udah jam 10 soalnya!" balas Andini sambil menunjukkan hpnya.


"ok ok tunggu bentar ya Din kalau gitu!"


gua langsung kembali ke kamar untuk mengganti pakaian dan tak lupa juga gua mandi sebentar.


setelah selesai bersiap gua langsung keluar dari dalam kamar hotel.


"eh cepet banget iz!" ucap Andini saat gua keluar.


"hahahaha tau kan kalau cowok mandi gimana sat set sot bor cabbor....selesai jadi jangan kaget aja!😅"


mendengar ucapan gua Andini langsung ketawa kecil.


"yaudah ayo berangkat!" tegas andini kemudian.


kami menuju ke lokasi perayaan tahun baru yang berada di taman mini.


orang-orang memenuhi setiap sudut taman tersebut karna ingin ikut dalam acara yang akan di selenggarakan ini.


gua mencoba mencari tempat untuk kami namun karna ramainya para pengunjung terpaksa kami harus berputar-putar mencari tempat.


perut mulai keroncongan karna belum makan sama sekali jadinya gua mengajak Andini untuk ikut mencari kedai yang menjual makanan terlebih dahulu.


keramaian masih terus bertambah dan gua melewati beberapa orang yang ada di jalan tapi saat gua sudah menemukan kedai makanan tak disangka gua terpisah dengan Andini.


"loh Andini kemana?" ucap gua sambil menoleh ke sekeliling namun tak bisa menemukannya.


gua bergegas mencari Andini yang kemungkinan besar masih ada di belakang.


segerombolan orang terus saja gua terobos untuk mencari keberadaan Andini rasa khawatir sempat terasa dalam benak gua, namun itu tak lama karna gua berhasil menemukan Andini yang juga mencari gua.


"Din maaf gua gak sadar kalo terpisah tadi!" ucap gua setelah berada di sampingnya.


"oh iya gak apa-apa kok z...!" balas Andini dengan senyuman.


karna Andini tidak merasa marah akhirnya gua memegang tangannya untuk langsung menuju ke kedai makanan yang sempat tadi gua temukan.


"iz....!" ucap Andini pelan sambil melihat ke arah tangannya yang gua genggam.


"biar kita gak terpisah mending kita pegangan aja Din!" balas gua dan langsung membawanya pergi melewati orang-orang yang berjalan di depan kami.

__ADS_1


saat sampai di kedai tersebut gua melihat ada dua orang yang sedang mengantri, spontan gua berdiri di belakangnya bersama dengan Andini.


"loh kak Faiz...." sapa salah satu orang yang mengantri di depan kami yang tak lain adalah Lila.


karna ada Lila disini kemungkinan di depannya adalah April karna postur tubuh dan gaya rambut yang serasa sangat familiar buat gua.


alhasil dugaan gua benar. April menoleh ke arah gua dengan wajah yang bingung dan langsung memalingkan kembali wajahnya.


gua tidak terlalu terkejut dengan sikap April yang kaya' gini toh sudah biasa diginiin.


tapi meskipun sikapnya seperti itu gua gak pernah mempermasalahkannya soalnya itu sudah keputusan dari April sendiri dan gua hanya bisa menerimanya saja.


setelah April dan Lila menerima pesanannya kemudian gua yang mengantri di belakang mereka langsung memesan makanan.


"Din loe mau pesan apa?" tanya gua ke Andini yang ada di samping gua.


"ehhhmmmzz aku pesen minum aja deh iz!" balas Andini.


April dan Lila masih ada di dekat kami meski sudah menerima pesanan mereka.


Lila terlihat sedang berbisik di telinga mbaknya itu dan kemudian berbicara ke gua.


"kakak mau kemana habis ini?" tanya Lila.


"kalau gua sih mau cari tempat buat liat acara kembang api dek!" balas gua.


"ehhhhh.... kami berdua boleh ikut gak kak soalnya kami cuma berdua saja disini!" tanya Lila sambil menarik mbaknya mendekat ke gua.


"ya terserah dek!" balas gua biasa.


jam sudah menunjukkan pukul 11:30 malam, kurang setengah jam lagi acara akan dimulai.


kami melihat tempat kosong di dekat air mancur dan akhirnya memutuskan untuk duduk disana.


suasana disini lumayan sepi karna orang-orang banyak yang memilih berada di dekat lokasi acara tersebut.


April masih diam seribu kata dan hanya menghadapkan wajahnya ke bawah.


gua mengira April terpaksa ikut kami karna permintaan dari adiknya itu.


"ehh iz iz...." Andini berbisik di telinga gua.


"ada apa Din?" tanya gua.


"kamu sama Temenmu itu kok kaya'nya gak akur ya...?" pertanyaan Andini tersebut membuat gua bingung harus menjawab apa.


mungkinkah gua harus bilang sejujurnya atau mencari alasan?.


gua tak langsung menjawab pertanyaan itu karna masih bingung untuk memilih jawaban yang pas dan hanya memilih diam.


karna gua tidak menjawab Andini kembali berbisik.


"kalau kamu emang gak akur kenapa tadi kamu terlihat khawatir dan langsung nyelamatin dia iz?"

__ADS_1


dua pertanyaan yang sulit gua jawab akhirnya muncul juga. pikiran gua mulai mencari-cari alasan agar Andini tidak banyak bertanya lagi. memang gua menganggap Andini temen tapi untuk masalah ini gua gak ingin memberitaunya.


"loe tau Danil ...?" balas gua.


"iya!"


"April pacarnya Daniel jadi wajar kan kalau dia agak jaga jarak ke gua di tambah lagi tadi itu menyangkut nyawa lo Din mana tega gua biarin itu!" jelas gua.


Andini menganggukkan kepalanya pertanda dia paham maksud gua.


hati ini terasa lega saat Andini mengannguk paham dan pikiran gua menjadi tenang kembali.


gua melihat ke arah Andini karna dia seperti mau berbicara lagi.


"kamu baik ya iz.... itu salah satu alasannya kenapa aku selama ini su......."


Dor....Dorr...dorrr Dordor..


suara Andini tak terdengar jelas karna bunyi kembang api yang sudah dimulai.


"APA DIN?" tanya gua agak berteriak karna terganggu oleh suara kembang api dan terompet.


Andini tidak mengulangi lagi dan hanya tersenyum ramah.


setelah acara sudah selesai suasana kemudian mulai tenang.


gua berniat kembali bertanya ke Andini. namun Andini mengalihkan pertanyaan gua dengan mengicapkan selamat tahun baru dan langsung berpamitan pergi begitu saja.


tanpa bisa bertanya kembali gua hanya mengiyakan kemauan Andini tersebut.


pikiran gua penasaran dengan apa yang di ucapkan oleh Andini saat itu.


"kak selamat tahun baru ya.....!" sapa Lila.


"oh iya dek selamat tahun baru juga!" balas gua


"tunggu sebentar ya aku mau buang ini ke tong sampah!" ucap lila yang langsung meninggalkan gua dan April.


suasana canggung kembali terasa di sekitar gua karna kepergian Lila yang mendadak itu membuat gua hanya berduan dengan April.


"iz.....!" suara april terdengar pelan menyebut nama gua.


"iya pril?" tanya gua agak canggung.


"selamat tahun baru!" ucap april sambil menghadap ke arah gua.


"oh iya.. iya... pril.. selamat tahun baru juga...!" balas gua kaget.


gimana gua gak kaget ini pertama kalinya loh April nyapa gua duluan!.


perasaan gua senang mengetahui April bisa berbicara lagi dengan gua ya meski setelah itu cuma kembali terdiam.


tak lama kemudian Lila kembali ke tempat ini dengan cepat April berdiri dan menarik adiknya itu pergi menjauh.

__ADS_1


gua hanya melihat mereka dari tempat duduk tanpa bisa mencegah mereka untuk pergi.


__ADS_2