
tanggal 30 Desember akhirnya tiba juga.
hari ini gua dan keluarga sudah bersiap untuk pergi bersama menuju ke tempat yang telah ayah pesan dari kapan hari itu.
kami berangkat jam 5 pagi dari rumah karna kata ayah tujuan kita kali ini akan lumayan jauh butuh waktu sekitar 10 jam untuk sampai disana.
di perjalan udah gua tanya sebenarnya mau kemana kita hari ini namun ayah cuma bilang tunggu saja nanti juga tau sendiri.
gua melihat ayah yang sedang menyetir dari kursi tengah mobil, raut wajah ayah menunjukkan kebahagian dirinya dengan senyuman kecil yang selalu ia berikan. melihat itu gua tak lagi bertanya dan memilih menunggu kejutan apa yang ayah siapkan ke gua ini, karna gua yakin kalau ayah tau kalau tanggal 2 januari nanti adalah hari ulang tahun gua yang ke 21.
kami sudah melewati beberapa kota dan berulang kali keluar masuk jalan tol namun belum juga sampai.
gua yang sudah mulai merasa bosan akhirnya memilih tidur.
--next time---
"iz ayo bangun sudah nyampek nak....!"
ibuk mencoba membangunkan gua yang sedang tidur pulas di kursi mobil.
mendengar ucapan ibuk gua langsung membuka mata.
"ayo nak bantuin ayahmu buat ngangkat koper di bagasi"! ucap ibuk lagi.
gua bergega bangun untuk mengikuti perintah ibuk dengan cepat.
keluar dari mobil gua terkejut karna mengetahui bahwa tujuan kita kali ini adalah penginapan yang baru saja di buka yaitu HOTEL PARADISE.
hotel ini memiliki pantai pribadi dan di lengkapi dengan fasilitasi kolam renang dan juga taman mini. sungguh hotel yang mewah.
karena penasaran gua bertanya ke ayah berapa biaya menginap disini untuk semalam. dan ayah menjawab kalau biaya satu orang adalah 3,6 juta dengan ekspresi tenang.
"hah 3,6 juta?" teriak gua kaget.
"ngapain ayah bawa kami kesini mending cari tempat yang lain kenapa!" tambah gua.
"iz kita kesini gratis kok. kamu gak tau tah kalau ayah yang ikut dalam proyek pembangunan hotel ini!" jelas ayah sambil tersenyum.
mendengar itu gua tercengan, baru kali ini gua tau pekerjaan ayah sehingga lama yang mau pulang ke rumah.
gua merasa lega sekaligus bahagia karna ayah menyiapkan kejutan yang begitu mewah ini buat keluarga.
1002 itu adalah nomer kamar kami yang berada di lantai 6.
di dalam ada 2 kamar tidur dan ruang tamu dan ada kamar mandi yang bernuansa mewah.
__ADS_1
gua kagum dengan kemewahan yang di sediakan ini pantas saja biaya menginap disini terbilang cukup menguras dompet. bayangin saja 3,6 juta semalam! kalau disini 3 hari berarti 10,8 juta itu cuma untuk satu orang kalau 3 orang?.
mikir itu malah membuat gua pusing saja. mending nikmatin saja liburan yang mewah ini. lagian ini juga gratis.
di dalam kamar ada jendela yang langsung mengarah ke laut lepas, gua bergegas menuju ke sana dan melihat keluar.
disana dapat gua lihat matahari sore hari menghiasi laut tersebut sehingga nampak berwarna jingga ke emasan. pemandangan yang begitu memanjakan mata tersebut menambah ke kaguman gua terhadap hotel ini.
saat makan malam kami di hidangkan dengan makanan gaya barat ntah apa saja namanya gua tidak tau..... yang jelas makanannya sangat enak itu aja yang gua tau.
selesai bersantap kami memilih untuk jalan-jalan sebentar ibuk dengan ayah pergi bersama sedangkan gua ditinggal sendiri. yah biarlah toh mereka jarang bisa liburan bareng gua sebagai anak harus mengerti pikir gua.
meski tak tau harus mau pergi kemana gua terus saja berjalan menyusuri setiap lantai hotel ini dengan santai.
sampai di lantai bawah gua bertujuan pergi ke taman mini untuk meliahat-lihat permainan dan juga hiburan yang ada selagi masih ada waktu sebelum taman di tutup.
gua membaca papan info yang kebetulan berada di depan pintu masuk ke taman mini disana tertera jadwal buka dan tutup taman, failitas yang ada, rute perjalanan juga ada pengumuman yang bikin gua tertarik yaitu peniupan terompet beserta pesta kembang api yang akan di adakan besok malam.
-kalau saja ada yang lainnya pasti seru nih- ucap gua dalam hati.
"eh.... kamu ya iz!"
terdengar suara seseorang yang mencoba menyapa gua dari belakang.
"loh kok ada ketua kelas?" sambut gua kepada cewek yang menyapa itu.
"ngomong apaan sih iz..... aku bukan ketua kelas lagi loh.... udah berapa tahun cobak kita lulus SMA masih aja panggil aku ketua kelas!" tegas dia.
ya mau gimana lagi disaat itu gua cuma inget kalau dia ketua kelas sewaktu SMA dulu dan juga gua lupa siapa namanya😅.
"eh...emmmzz." ucap gua kebingungan.
"panggil Dini aja iz !" ucap dia karna melihat gua yang kebingungan itu.
"oh iya nama loe Andini ya!" ucap gua tiba-tiba 😲
melihat reaksi gua itu membuat Andini tertawa.
"apaan sih kamu iz....tapi ya wajar sih kamu gini" ucap andini sambil menghentikan tertawanya.
gua yang masih bingung cuma memperhatikan dia.
kalu gua inget kembali andini orangnya memang mudah akrab dan baik dengan yang lain dia juga sering ngajak gua ngobrol meski sering gua abaikan, tapi dia selalu berusaha mengobrol dengan gua setiap hari.
dengan sikapnya itu akhirnya temen-temen sekelas menunjuk andini sebagai ketua kelas.
__ADS_1
"sebagai reunian kita gimana kita bareng masuknya iz?" ajak andini.
gua yang memang gak ada temen buat kesana memilih mengikuti kemauannya. lagian kami memang sudah kenal satu sama lain ya gak jadi masalah kan.
"kebetulan ya iz kita ketemu disini" andini membuka obrolan sambil berjalan.
"iya kebetulan banget Din!" balas gua dengan senyuman.
"kamu udah mulai membuka diri ya iz gak kaya' dulu pas SMA yang cuma diem di pojokan terus!"
"hemmm mungkin Din.... ini berkat daniel dan yang lainnya sampai gua bisa seperti sekarang!"
"syukur wes iz aku seneng dengernya"
kami bercerita tentang masa-masa SMA bersama dan menanyakan banyak hal satu sama lain.
andini memberi tahu gua kalau dia sekarang kuliah di UNIVERSITAS NEGRI RAYA yang ada di dekat rumahnya dan gua juga mberitahunya kalau gua kuliah di UNIVERSITAS NEGRI PATI.
memang kampus kami ada di satu kota namun jaraknya terbilang saling berjauhan.
"kamu udah punya pacar iz?" tanya Andini sambil mencoba duduk di salah satu tempat duduk yang ada di taman itu.
"udah punya Din meski bukan hasil gua sendiri!" balas gua sambil ikut duduk di sampingnya.
"ehhhh maksudnya gimana iz?"
"ya karna pacar gua yang sekarang hasil perjodohan dari orang tua kami din!"
"owghh gitu....." andini berhenti berbicara sejenak.
"iz minta nomer WAnya donk?" tambah andini kemudian.
gua memberikan nomer gua ke andini karna menganggap andini sebagai salah satu teman.
jam 9 malam kami keluar dari taman itu dan berjalan menuju ke hotel.
"iz kamu di kamar nomer berapa?" tanya andini sambil menghentikan langkah kakinya.
"kamar nomer 1002 din kalau loe?" balas gua
"eh aku nomer 1007 iz kebetulan lagi kamar kita satu lantai juga!" ucap andini dengan senyuman.
"hahaha iya din.... ayo kesana bareng sudah!" ajak gua.
andini langsung setuju dengan ajakan gua itu dan kami kemudian berjalan bersama ke kamar kami masing-masing.
__ADS_1