Kenapa Harus Ada Cinta

Kenapa Harus Ada Cinta
Akhirnya Gua Mengerti


__ADS_3

kegelisahan masih sangat terasa dalam hati saat gua terbangun dari tidur. namun gua mencoba melupakannya karna hari yang mulai sore itu dan bergegas keluar dari dalam kamar.


gua melirik ke arah jam dinding yang ada di ruang tengah, disana menunjukkan pukul 3 sore.


dengan segenap tenaga yang tersisa gua pergi menuju ke kamar mandi untuk segera mandi soalnya sudah hampir memasuki waktu kerja.


selesai mandi dan ganti pakaian gua mengambil motor dan langsung menuju ke restoran dimana tempat gua bekerja.


mungkin saat sudah sampai disana gua gak tau apa yang harus gua perbuat saat bertemu dengan april.


apa harus menjauhinya? atau bersikap seperti biasa?.


gua bingung harus bagaimana.......


kemudian gua teringat dengan sahabat gua daniel dengan semua kebaikannya dan kepeduliannya kepada gua selama ini.


"oke gua akan kembali seperti biasa ! " ucap gua tegas di atas motor yang masih tetap melaju di jalan raya.


sampai di tempat kerja gua langsung masuk ke ruangan staf dan berganti pakaian seragam kerja.


gua keluar dari ruangan staf dan tak sengaja berpapasan dengan april yang baru datang.


"oh april baru datang loe?" sapa gua dengan senyuman.


april menoleh dengan ekspresi bingung dan kemudian pergi masuk ke ruangan staf tanpa membalas sapaan gua tersebut.


meski balasan april seperti itu, gua mencoba membiasakan diri karna gua sudah bertekad akan bersikap seperti biasa kepada april.


disaat gua bekerja gua sesekali juga mencoba berbicara kepada april meski balasannya juga sama seperti tadi, pergi tanpa membalasnya.


rasa kecewa sudah pasti ada di benak gua namun gua tak begitu memikirkannya lagi dan mencoba tersenyum saat itu terjadi.


waktu berlalu, dan saat ini gua sudah masuk jam istirahat bersama dengan roni.


di dalam ruangan staf roni mencoba mengajak gua ngobrol, mungkin roni memperhatikan gua dan april sedari tadi.


"iz loe ada masalah ya sama april?" tanya roni tiba-tiba.


"eh emang kelihatannya begitu?" balas gua dengan memasang ekspresi ragu.


"terlihat jelas iz.....loe udah beberapa hari ini cuma memperhatikan april doank dari jauh dan tak pernah sekalipun gua melihat kalian mengobrol!" jelas roni.


gua yang mendengarkan itu kembali mencoba memasang senyuman.


roni mengeluarkan sekotak rokok dari balik sakunya.


dan menyulut satu batang rokok dari sana.

__ADS_1


melihat itu gua bertanya karna ini pertama kalinya gua melihat roni merokok.


"loe ngerokok ron?" tanya gua.


"emang gua perokok iz baru tau loe?"


"iya baru tau gua ron"


"mau coba iz? ini enak loe kalau lagi banyak pikiran!" ucap roni sambil menyodorkan sekotak rokoknya, namun gua menolak.


"iz gua gak tau apa yang terjadi di antara kalian, namun sikap kalian itu membuat gua geram melihatnya!" ucap daniel sambil mengebulkan asap rokoknya ke langit-langit.


gua yang mendengar itu cuma bisa bertanya-tanya dalam hati apa yang membuat Roni berfikir seperti itu.


roni kembali menghisap rokoknya dan melepaskan asapnya di langit-langit dan mulai berbicara lagi.


"iz selama ini gua berfikir kalau kalian itu saling suka satu sama lain karna ya sikap kalian saat bersama itu kaya' orang yang saling memahami satu sama lain!" ucap roni.


"ehh ngaco loe ron gua udah pacaran sama stevani dan april juga sudah pacaran sama sahabat gua!" tegas gua ke roni.


"ya gua tau itu iz .... namun loe harus mengerti saat gua memperhatikan hubungan antara loe dan stevani, juga antara april dan sahabat loe itu ,sikap kalian berbeda jauh saat kalian bersama iz." ucap roni.


"maksud loe ron?" tanya gua yang mencoba mencerna ucapannya.


roni mematikan rokoknya dan menaruh puntung rokok tersebut di asbak.


"loe lebih merasa bahagia bersama stevani atau bersama april iz?...jangan pikiran loe yang mutusin tapi buat hati loe yang bicara!" tegas roni yang mulai berdiri.


"sekarang loe pahami baik-baik tentang ucapan gua itu iz agar loe punya kebahagian loe sendiri." tambah roni sambil memgang pundak gua dan bergegas pergi keluar.


"ron rokoknya ketinggalan!" ucap gua sambil memegang rokok milik roni.


"bawa loe iz siapa tau loe butuh itu nantinya!" balas roni yang sudah menutup pintu.


gua melihat ke arah rokok yang ada di tangan.


dan berfikir untuk menaruhnya kembali atau membawanya pulang.


lama berfikir akhirnya gua memasukkannya ke dalam saku celana dan bergegas pergi dari sana.


roni memang orangnya suka bercanda tapi saat seperti ini dia gak akan ngomong asal-asalan tanpa bukti. ya meski kami baru kenal beberapa bulan namun gua percaya dengan roni.


gua menuju ke arah ruang utama dengan pikiran yang masih mencoba memahami setiap ucapan roni tadi.


di ruangan utama gua melihat april yang melayani pelanggan, dia terlihat sangat baik dan ramah seperti biasanya, melihat itu sepontan gua tersenyum dari kejauhan.


tiba-tiba april berjalan ke arah gua spontan gua salting di buatnya.

__ADS_1


april tak begitu memperhatikan gua dan terus saja berjalan ke arah ruang istirahat staf.


"udah waktunya april istirahat ya....." ucap gua sambil menghela nafas.


setelah itu gua mencoba melihat seisi ruang utama takutnya ada stevani yang datang kesini namun gua tak melihat adanya stevani, mungkin dia lagi nyiapin diri buat ujiannya besok mengetahui itu gua merasa lega.


gua melihat jam di ruangan utama, disana menunjukkan pukul 7 malam dan suasana di restoran masih ramai dengan orang-orang yang sedang makan.


april dan risma yang selesai beristirah kembali ikut melayani pelanggan seperti yang gua lakuin.


tadi sempat gua melihat roni pergi menemui risma yang baru keluar dari ruangan staf dan mengobrol.


karna gak terlalu membuat penasaran gua mengabaikan mereka dan tetap fokus bekerja.


kami bekerja seperti biasa namun ada sesuatu yang janggal terjadi.


-kenapa bisa gini cobak?- teriak gua dalam hati.


gimana gua gak teriak melihat keadaan yang seperti ini.


dimana gua selalu berpapasan dan juga sesekali membersihkan meja yang sama dengan april!.


ini hampir tak pernah terjadi selama gua kerja disini namun kenapa ini bisa terjadi sekarang.


gua menerawang jauh ke seisi ruangan utama, dan gua dapati ada dua orang yang lagi bersekongkol dengan wajah menahan ketawa.


ya.... mereka adalah roni dan juga risma bukan yang lain.


-sialan loe ron- ucap gua dalam hati sambil mengepalkan tangan ke arahnya yang masih melihat ke arah gua,


roni yang melihat reaksi gua spontan berpaling muka seperti orang yang gak tau apa-apa alias sok bodoh, padahal gua yakin kalau dia adalah otak dalam kejadian ini.


waktu bekerja masih terus berlanjut dan gua memasang kewaspadaan tingkat tinggi agar tidak terjadi hal seperti itu lagi. meski gua dan april bersama namun tak bisa mengubah keadaan di antara kami berdua. gua berfikir lebih baik kami berjauhan dari pada dekat namun tak bisa saling menyapa.


jam tutup restoran pun datang terlihat dari luar tempat kerja ada daniel yang menunggu april.


gua yang melihat daniel sepontan melambaikan tangan dan daniel juga membalasnya.


gua bergegas mengambil tas dan menuju ke sahabat gua itu, walaupun gua tau dia kesini bukan untuk menemui gua melainkan menjemput april.


"oi Nil....!" sapa gua.


"yo iz udah keluar duluan? mana april?" balas daniel.


"masih di dalam Nil mungkin bentar lagi sudah keluar!" balas gua.


kami berdua mengobrol dan saling bercanda sebentar dan kemudian gua berpamitan ke daniel untuk pulang terlebih dahulu. daniel sempat menawarkan untuk pulang bersama namun gua menolak.

__ADS_1


mungkin daniel sekarang tidak tau kalau hubungan gua dengan april sudah tak seperti dulu lagi.


__ADS_2