Kenapa Harus Ada Cinta

Kenapa Harus Ada Cinta
Akhirnya Gua Mengerti 2


__ADS_3

merenung adalah salah satu kebiasaan gua dalam hidup ini. kenapa tidak? jawabannya simpel saja karna gua sering menyendiri selama ini dan banyak menghabiskan waktu di kamar hanya untuk berfikir atau pun bermain game.


sekarang gua lagi memikirkan perkataan roni yang tadi di bicarakannya tentang gua yang harus mendapatkan kebahagian gua sendiri dan jangan buat pikiran gua untuk menjawab tapi biarkan agar hati yang berbicara.


memahami perkataannya tak semudah membalikkan telapak tangan, butuh waktu buat gua memahami itu.


gua membuka jendela kamar dan menatap jauh ke atas langit.


bintang-bintang bertaburan di atas sana meski tidak terlalu jelas gua lihat karna berada di kota, jauh berbeda dimana saat gua menginap di vila.


dalam renungan.


-kebahagian apa yang dimaksud roni?


apa gua selama ini tidak bahagia?


itu tidak mungkin karna gua sudah cukup merasa bahagia.


gua terus mendalami kata-kata tersebut berharap akan ada jawaban yang akan gua dapatkan.


walaupun mencoba sebisa mungkin mencari jawaban gua tak bisa mendapatkannya, akhirnya gua memilih untuk menyerah.


jendela kamar gua tutup kembali dan langsung membaringkan badan ini ke kasur.


-gua sudah pacaran dengan stevani dan april pacaran sama daniel.


kami sudah memiliki seseorang di dalam hidup kami tapi kenapa ini sangat sulit untuk gua pahami?


pertanyaan demi pertanyaan sudah memenuhi pikiran yang membuat gua tambah kebingungan.


gua teringat tentang kejadian-kejadian selama ini.


dimana pertemuan gua dengan april, menolong dia, kerja bersama , bertemu stevani, perjodohan, kejadian di vila, juga sempat teringat saat april yang memeluk gua saat dia hilang dari vila.


hati ini mulai bergejolak saat teringat hal itu.


gua ingin membuat april bahagia karna saat dia menangis gua pun merasakan perasaan sesak di dada ini. senyumannya adalah kebahagian buat gua yang ingin selalu gua jaga bagai manapun caranya.


akhirnya perlahan gua mulai menyadari apa yang sebenarnya gua inginkan.


"apa benar gua ingin selalu bersama dengan april dan membuat dia selalu bahagia?!" ucap gua meyakinkan diri.


gua menutup mata setelah itu mendalami ucapan gua sendiri itu.


hati kecil gua pun kemudian berbicara.

__ADS_1


-ya akhirnya loe sadar akan perasaan loe....


loe gak mau jauh darinya dan tak bisa jauh darinya.


kebahagian dia termasuk kebahagian loe.


dan saat loe melihat dia bersama dengan orang lain hati loe merasa sesak walaupun loe tau orang lain itu adalah sahabat loe sendiri dan loe juga yang mendukung mereka untuk bersama-


gua kembali membuka mata setelah mendapatkan jawaban yang gua cari.


"ini sudah terlambat......!" tegas gua sambil menaruh tangan di atas wajah.


"bagaimana mungkin gua bisa mendahulukan perasaan gua dari pada kenyataan ini?"


gua yang baru mengerti maksud hati ini tersentak begitu dalam, karna menurut gua sudah sangat terlambat untuk gua menyadari hal itu.


hati ini terus membeberkan keinginannya, dimana gua yang ingin bersama april dan selalu ingin berada disisinya itu.


"ternyata mencintai itu lebih menyakitkan dari pada yang gua pikirkan!" ucap gua lagi.


dalam rasa bercampur aduk hati gua terus memaksakan kehendaknya dan mencoba meyakinkan diri ini untuk mengikuti apa yang di inginkannya itu.


berulang kali gua mencoba mengelak namun tak bisa mengubah perasaan gua kepada april.


"ini kah cinta itu?


bolehkah gua mencintai loe sedangkan sekarang loe sudah milik daniel dan gua sudah milik stevani?"


-cinta kenapa kamu menunjukkan diri?


kenapa kamu begitu saja datang?


kenapa harus ada cinta di antara kita?


andai kamu tidak ada mungkin aku tak akan merasakan sakitnya penyesalan ini-


gua bangkit dari tempat tidur dan mencoba duduk.


hati ini masih saja terasa sesak saat tau sulitnya hubungan ini, di tambah lagi kalau april saat ini membenci gua dan tak mau berbicara meski sudah gua coba menyapanya.


mungkin hanya gua yang mulai mengerti akan perasaan cinta ini sedangkan april tak mungkin tau akan hal itu.


cinta yang hanya sepihak dari diri gua sendiri hanya akan menjadi batu yang mengganjal bagi kelangsungan pertemanan kami dan juga menjadi sesuatu yang akan menghancurkan hubungan antara kami bertiga.


di dalam saku celana menonjol sesuatu yang berbentuk kotak, gua mengambilnya dan di dapati adalah sekotak rokok yang tadi sempat gua bawa karna roni meninggalkannya untuk gua.

__ADS_1


terbesit dalam pikiran untuk mencobanya meski gua gak tau apa-apa tentang rokok ini.


satu buah rokok gua keluarkan dari kotak tersebut dan mengambil korek yang ada di dalam laci meja belajar.


gua memperaktekkan kelakuan roni saat menyalakannya.


gua menaruh rokok tersebut di mulut dan membakar ujungnya. kemudian gua menghisap rokok tersebut.


asap rokok perlahan masuk memenuhi mulut gua dan alhasil gua tersedak dan batuk.


"khukk...khukkkk..khuukk"


"apa ini khuukkk.... gak ada rasanya sama sekali....khukkk khukk...." ucap gua sambil terbatuk.


gua berniat mematikan rokok tersebut namun teringat ucapan roni yang mengatakan kalau rokok adalah teman di saat pikiran sedang kacau jadi gua mencoba menghisapnya lagi ....


tapi tetap saja gua terbatuk dan terbatuk saat mencobanya lagi dan lagi.


gua mematikan rokok tersebut kemudian membuangnya ke luar jendela.


"apa gunanya ini?" ucap gua yang merasa kecewa.


"ini malah membuat gua batuk-batuk bukan menjadi teman !" tambah gua.


rasa gatal di tenggorokan masih terasa dan sesekali gua kembali terbatuk di buatnya.


namun karna hal itu juga gua tak lagi terlarut dalam pikiran yang kacau dan hanya sesekali tersenyum karna bodohnya diri gua yang mau saja mencobanya dan mengharapkan sesuatu darinya.


pikiran gua perlahan tenang dan bisa kembali berfikir jernih dan menerima semua keadaan yang telah terjadi.


biarlah yang terjadi tetap terjadi dan akan gua simpan perasaan cinta ini sampai nanti. tanpa harus gua ungkapkan kepada april yang mulai bahagia bersama dengan daniel.


ini juga gua lakukan demi sahabat gua satu-satunya yaitu daniel karna hanya seperti ini saja balasan yang bisa gua berikan kepadanya.


dan sebisa mungkin gua akan mencoba mencintai pasangan gua saat ini yaitu stevani. karna gua tau kalau dia mencintai gua sedari dulu.


tak logis rasanya kalau sampai gua tidak membalas perasaan stevani yang begitu tulus kepada gua, meski selama ini yang gua berikan ke stevani hanyalah kepedulian semata gak lebih dari pada itu.


jadi tekad gua setelah ini adalah memberikan perasaan cinta ini ke stevani dan berusaha membuat dia bahagia.


kalau gua terus memaksakan perasaan gua ke april mungkin gua adalah cowok yang terburuk karna mengabaikan perasaan yang selama ini stevani berikan ke gua.


-lebih baik mencintai orang yang mencintai kita dari pada mencintai orang yang yang hatinya sudah untuk orang lain-


mungkin seperti itu kata-kata yang tepat untuk mendifinisikan ke adaan gua saat ini.

__ADS_1


dengan perasaan dan kebulatan tekad yang sudah pasti, gua langsung memejamkan mata agar bisa tidur dan menyambut hari esok dimana akan gua mulai kembali kisah antara gua, stevani, april dan juga daniel.


__ADS_2